Selasa, 27 Desember 2016

Wilayah dan Pertumbuhan Negara Berbangsa Tunggal

Sebagan besar orang yang hidup di bumi saat ini tinggal di dalam negara berbangsa tunggal. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu fenomena baru dalam sejarah masa kini. Jauh berbeda dengan masa lalu, ketika benua-benua berada di bawah kekuasaan kepala suku, raja, kaisar, dan sultan yang masing-masing berbeda –para penguasa yang lalim yang memerintah dengan paksaan dan teokrasi dijaga kesatuannya oleh agama. Kelompok-kelompok etnis memberikan pengakuan atas wilayah mereka dan demikian hingga abad ke-16, manusia hidup menetap dengan batasan territorial tersebut dan tertata melalui hak kepengurusan tanah. Sebagai mana ketahui, negara-negara yang berbangsa tunggal baru mulai membeku selama abad ke-19. Dimulai dengan Pejanjian (1648), mulai disusunlah standar untuk menetap pembatasan wilayah domestik dan mengenali bangsa-bangsa yang merdeka. Setelah itu, kekaisaran-kekaisaran lama –Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Austro-Hungaria, Kekaisaran Inggris- mulai runtuh, dan mulai muncul negara-negara berbangsa tunggal. Oleh sebab itu, di sini nasionalisme merupakan hal baru dan merupakan sebuah fenomena modern. Sesudah itu, negara-negara berbangsa tunggal yang modern menjadi jantung sistem peperangan yang merupakan bencana besar yang dibangun atas dasar nasionalisme pada abad ke-20 Istilah negara dan bangsa terdengar seperti dua hal yang bertentangan.

Teori Kosmos dan Evolusi

Untuk memahami dunia tempat kita tinggal ini, kita harus mengetahui sedikit mengenai masa lalu kita; dan ini merupakan sebuah kisah sejarah yang sangat merendahkan hati kita. Sebagaimana diajarkan kepada anak-anak sekolah, Planet Bumi berusia kurang lebih 4,5 miliar tahun di sebuah jagat raya yang umurnnya telah mencapai sekitar 15 miliar tahun; dan berada di salah satu miliaran galaksi (berdasarkan data dari Hubble space Telescope pada tahun 1999, diperkirakan ada 125 miliar galaksi di jagat raya ini, dan baru-baru ini, dengan kamera terbaru, telah ditemukan sekitar 3000 galaksi: begitu banyak). Tak ada kehidupan sama sekali dalam kurun waktu yang lama di bumi ini, dan masa itu, miliaran tahun sebelum dinosaurus menjadi penguasa di bumi ini -dan kemudian musnah. Enam puluh lima juta tahun yang lalu primata muncul, diikuti dengan kera-kera besar kurang lebih 12 juta tahun lalu. Dengan mempelajari catatan fosil, tampak bahwa dasar-dasar kebudayaan seperti api, perkakas, senjata, tempat tinggal sederhana, dan pakaian sederhana. Terdapat mulai muncul pada sekitar dua juta tahun yang lalu tanda-tanda bahwa setelah zaman es besar berakhir, populasi manusia di bumi mungkin sekitar 5 juta jiwa, tetapi pada 500 SM sudah mencapai sekitar 100 juta jiwa. Peradaban-peradaban besar masa lalu (mencakup Mesir, Cina, Arab, dan Mesoamerican) baru dimulai 5.000 tahun lalu. Peradaban peradaban besar kian datang dan pergi, tidak ada yang bertahan lama dalam rencana besar di balik semua ini. Dari situ kemudian berkembanglah masyarakat nomaden, agrikultural, dan masyarakat feodal. Namun dunia industri, seperti yang kita ketahui, baru dimulai 300 tahun lalu. Sosiologi kontemporer mempelajari bagian-bagian kecil dari sejarah masyarakat ini. Jadi, di ini kita memiliki sejarah dunia dalam hampir tidak ada sampai 20 jalur. Dan tentu saja, jutaan orang tidak akan sependapat dengan cerita ini orang-orang yang suka membuat kreasi" contohnya, masih ingin orang memercayai bahwa sejarah bumi itu jauh lebih sederhana: diciptakan oleh Tuhan dalam beberapa hari, atau tidak lebih dari seribu tahun. Hal ini memang sungguh merendahkan hati kita dan semua nya sangat penting untuk diingat saat kita sedang mengadakan pengamatan mengenai masyarakat zaman sekarang. Jika kita mengeluarkan pernyataan besar atas masa sekarang, kita harus selalu ingat pernyataan-pernyataan yang jauh lebih besar mengenai masa lalu kita. Namun demikian, sosiologi sendiri lahir pada masa-masa sekarang ini. Sosiologi sendiri merupakan sebuah hasil perubahan yang terjadi pada abad ke-19 -yaitu yang sering disebut dengan "Great Transformation" atau Perubahan Besar Revolusi Industri, Revolusi Prancis, Revolusi Amerika- dan perpindahan-perpindahan besar dalam kondisi kehidupan sebagai mana manusia berpindah dari desa ke kota, ke dalam kehidupan pabrik dan kapitalisme, dan bermigrasi dalam jumlah besar ke seluruh penjuru dunia. Di sini, di dunia yang modern ini, di sudut kemiskinan kota dan sistem penggolongan masyarakat baru ini lah, sosiologi terlahir. Dan sekarang sosiologi mencoba menelusuri munculnya bermacam-macam jalan hingga sampai pada yang kita sebut dengan "modernitas yang berlipat ganda" (sebagai contoh, bentuk yang berbeda-beda yang ada dalam dunia modern).


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Sosiologi Setelah Perang Dunia 2

Dalam masa setelah Perang Dunia II, muncul sebuah zaman baru "sosiologi profesional" yang bertujuan untuk membawa kematangan dan untuk jangka waktu yang pendek muncul juga semacam consensus akhir sosiologi" (yang menyatakan mengenai batas akhir ide-ide politik). Hal ini khususnya terkait dengan karya teoretikus fungsionalis seperti Kingsley Davis Robert King Merton, dan Talcott Parsons. Sungguh, pada tengahan abad ke-20 tidak ada sosiolog yang lebih dikenal daripada Talcott Parsons (902-1979). Seperti halnya semua sosiolog, gagasan-gagasannya mengalami perubahan seiring tetapi pada tahun 1951 ia menerbitkan The Social system Karyanya ini berisi mengenai penelitian untuk mengembangkan penjelasan luar biasa mengenai peran tatanan sosial, dan disana ia menguraikan prasyarat berfungsinya masyarakat melalui sederet kotak dan tipologi terperinci. Menurut Parsons, semua kelompok masyarakat harus menjalankan beberapa fungsi utama: mereka harus beradaptasi (to Adapt), meraih tujuan mereka (Goals), menyatu (Integrated), dan mempertahankan diri (Latency) -sebuah rumusan yang sering disingkat menjadi AGIL. Pelukisan sistematis yang sangat abstrak atas kebutuhan sosial tertentu ini yang harus dipenuhi oleh setiap kelompok masyarakat untuk dapat menjaga kehidupan sosial agar tetap stabil, menghasilkan sebuah tipologi dan daftar yang mendekati seratus kotak –sebuah peta sistem sosial dan fungsi-fungsi terkait, dari sistem biologis sampai sistem dunia. Karyanya dapat diterapkan pada banyak lingkup kehidupan sosial-bagaimana sekolah berjalan, rumah sakit beroperasi, dan penjara berfungsi sebagai sistem? Mereka semua dapat dilihat sebagai sistem yang berusaha mencapai tujuan tertentu, menyosialisasikan anggotanya pada kebudayaan mereka, serta beradaptasi sepanjang jalan.

Sosiologi Pada Masa Perang

Abad ke-20 yang pendek ini menghadapi masalah-masalah baru.ketakutan atas dua perang dunia, dua revolusi dunia (Cina dan Rusia -bersamaan dengan yang lain), kedatangan masa-masa kerusakan yang diakibatkan oleh penjajahan di masa lalu, dan kehancuran serta kesengsaraan yang diakibatkan oleh kezaliman industrialisasi pendahulu. Kondisi sosial yang berbeda lalu mulai mengarahkan pada analisis yang berbeda. Di Jerman, fasisme semakin merangkak naik, kemudian diamati oleh sekelompok pemikir yang mengembangkan teori kritis dan kemudian dikenal sebagai Frankfurt School (sesuai markas mereka). Theodor Adorno (1903-1969), Herbert Marcuse (1989-1979), Marie Jahoda (1907-2001), Eric Fromm (1900-1980), Walter Benjamin (1892-1940), dan Max Horkheimer (1895-1973) telah meninggalkan warisan penting berupa kritik-kritik sosial dan kebudayaan. Perhatian utama mereka adalah pada penerapan gagasan-gagasan Marxis secara luas (dan juga Freud) ke dalam kebudayaan seperti halnya mereka meneliti kemunculan masyarakat besar, teknologi dan birokrasi yang terus mengalami perkembangan, serta pertumbuhan "Industri Kebudayaan" sebagaimana disebutkan oleh Adorno -sering kali mengatur dan meremehkan hidup kita. Karl Mannheim (1993-1947) yang mengembangkan sosiolog pengetahuan, dan Norbert Elias (1897-1990) dengan teorinya yang dikenal dengan "proses peradaban" juga beberapa kali ikut bermarkas di Frankfurt. Akan tetapi, mereka semua pada akhirnya melarikan diri dari Nazi. Sebagian besar dari mereka mencari tempat tinggal di Amerika Serikat dan California (Adorno dan Marcuse) atau New York (di New School), atau Inggris (Elias dan Mannheim). Karya tulis mereka -sering kali sulit dimengerti- menjadi krusial dalam terbentuknya analisis kontemporer mengenai kebudayaan (mungkin sekarang perkembangan yang paling signifikan dari kedudukan tadi dapat dijumpai dalam buku Jürgen Habermas). Selama periode tersebut, sosiologi lebih banyak dan agak menghilang di bawah Stanilisme dan Maoisme -dua benua luas bagi mereka yang tidak dapat menerima keadaan sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers



Sosiologi Awal Abad 20

Apa pun aliran yang ada di dalamnya, sejak abad ke-20 sosiologi dan secara cepat menjadi disiplin ilmu akademis yang "pasti Albion small (854-1926) mendirikan Departemen sosiologi di Universitas Chicago pada tahun 1892 dan bertahan menjadi institusi penting sampai pertengahan tahun 1930-an ketika mendapat saingan dari Pitirim Sorokin yang mendirikan Departemen Sosiologi di Universitas Harvard pada tahun 1931. Durkheim mendirikan Departemen Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bordeaux pada tahun 1895 yang memperkenalkan The Rules of sociological Method sebagai sebuah manifesto yang menyatakan bahwa sosiologi adalah hal yang harus dijalankan. Di Inggris Raya, sosiologi sebagai sebuah mata pelajaran mulai diajarkan di London School of Economics pada tahun 1907 ketika L. T. Hobhouse (1864-1929) menjadi Profesor sosiologi pertamanya. London tetap menjadi pusatnya -memang karena satu-satunya tempat (jauh dari Liverpool University) sampai pertengahan abad ke-20. Di Jerman, tempat pertama untuk sosiologi dibentuk pada tahun 1918 dan 1923, Institusi Penelitian Sosial yang berpengaruh pun didirikan. Pada tahun 1919, Departemen Sosiologi India yang pertama didirikan di Bombay (Mumbai). Namun demikian, di sejumlah negara di seluruh dunia, sosiologi sulit dikembangkan pada sepanjang abad ke-20 dan di beberapa negara sosiologi ada yang dilarang.

Sosialisasi dan Diri

Seorang bayi yang baru lahir, penuh dengan hasrat-hasrat jasmaniah, bayi merupakan manusia yang murni -tetapi belum memiliki sifat sosial. Sebagaimana diketahui oleh orang tua yang baik tentunya, bahwa butuh waktu untuk melatih seorang serta membantunya memahami masyarakat dengan benar. Bayi, Proses ini dinamakan sosialisasi utama atau awal melakukan dengan cara yang berbeda-beda dalam kebudayaan dan sejarah yang berbeda pular anak-anak diasuh oleh inang, pengasuh anak, kelompok-kelompok yang hidup bersama dan keluarga keluarga besar, oleh orang tua tunggal, panti asuhan, dan sebagainya. Ada banyak perbedaan kebiasaan dalam membesarkan anak, dan banyak penelitian menghasilkan grafik yang menunjukkan bagaimana anak-anak mulai membentuk bahasa mereka, rasa percaya pada diri sendiri serta kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat untuk menjadi baik atau buruk. Yang teriihat jelas adalah bahwa jika mereka dibiarkan sendirian tanpa pengaruh-pengaruh normative dari orang lain, mereka tidak akan dapat berkembang. Banyak penelitian yang dilakukan pada anak-anak liar yang dibiarkan terisolasi dan kemudian mereka didapati tidak dapat berfungsi sebagai makhluk sosial (contoh dapat diperoleh di website Feral Children).

Ringkasan Sketsa Historis Sosiologi Tahun-tahun Kemudian

Kita mulai dengan sejarah awal teori sosiologi Amerika yang ditandai oleh liberalismenya oleh perhatiannya terhadap Darwinisme sosial dan pengaruh Herbert Spencer. Dalam hal ini dibahas karya dua orang teoretisi sosiologi awal, Sumner dan Ward. Tetapi keduanya tidak meninggalkan kesan abadi dalam teori sosiologi Amerika. Sebaliknya aliran Chicago seperti yang terwujud dalam karya teoretisi seperti Small, Park, Thom. as, Cooley, dan terutama Mead, meninggalkan tanda yang kuat dalam teori sosial terutama dalam interaksionisme simbolik.  Sementara aliran Chicago masih berkuasa, sebuah bentuk lain teori sosiologi mu lai tumbuh di Harvard. Pitirim Sorokin memainkan peran penting dalam mendirikan sosiologi di Harvard, tetapi Parsons-lah yang memimpin Harvard ke posisi unggul dalam teori sosiologi Amerika menggantikan interaksionisme simbolik Chicago, Peran Parsons tak hanya penting dalam melegitimasi "teori besar" di Amerika dalam memperkenalkan teoretisi Eropa kepada khalayak Amerika, tetapi juga dalam peranannya mengembangkan teori aksi, dan yang lebih penting lagi, fungsionalism struktural. Pada 1940-an dan 1950-an fungsionalisme struktural semakin mengemuka karena adanya disintegrasi di dalam aliran Chicago yang dimulai tahun 1930-an dan berpuncak pada 1950-an.