Selasa, 27 Desember 2016

Awal Sosiologi Modern

Sosiologi sebagai sebuah "disiplin ilmu" yang luas dan secara umum mengisahkan kemunculan pemikiran Pencerahan dan revolusi-revolusi besarpadaabadke-18 dan 19.Ini dapat dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang membuktikan "kejutan dari yang baru". Kehidupan sosial tampaknya tidak pernah berada dalam kekacauan seperti demikian. Saat itu kehidupan sosial dihadapkan pada Revolusi Prancis, Revolusi Industri, negara-negara berbangsa tunggal yang baru bermunculan, kemerdekaan AS, dan pertumbuhan ide demokrasi, serta peningkatan populasi dunia dan kemunculan kota-kota baru serta pemukiman kumuh yang menyertainya. Sekarang kita sering berpikir bahwa kita sedang berada di masa perubahan sosial yang luar biasa: sebuah sejarah singkat menunjukkan bahwa perubahan ini telah ber langsung selama beberapa abad. Pastinya ada sesuatu yang masih mengambang di dunia Barat yang memandang sebuah dunia baru yang masih dalam proses terbentuknya, suatu masa perubahan yang cepat dan bahkan revolusioner. Tatanan lama memang dalam kemunduran yang serius: kehidupan tradisional mengalami kehancuran.

Dalam situasi seperti ini sosiologi terlahir untuk menilai apa yang sedang terjadi: untuk menganalisis kompleksitas yang ada dalam skala masyarakat modern yang akan datang sebelum itu terjadi. Apa saja keistimewaan dunia yang baru ini? Mengapa perubahan itu terjadi? Bagaimana sebuah tatanan sosial dapat dipertahankan di tengah-tengah perubahan seperti itu? Dan bagaimana tatanan sosial yang baru ini dapat dipelajari mungkinkah dengan ilmu pengetahuan sosial, dan jika demikian seperti apakah rupanya? Banyak pelopor sosiologi yang menganggap sosiologi sebagai sebuah misi untuk menjadikan dunia ini sebuah tempat hidup yang lebih baik.
Dua orang tokoh pelopor paling awal dari sosiologi bangsa Barat ini adalah Auguste Comte (798-1857) yang eksentris, dan Herbert Spencer (1820-1903) yang berbeda dari yang lain dan seorang penyendiri. Comte, yang tumbuh pada masa tumbuhnya Revolusi Prancis, biasa menyatakan diri sebagai pendiri sosiologi, menciptakan istilah sosiologi pada tahun 1838. Baginya, masyarakat mengalami pergeseran dari bersifat religius ke arah filosofis lalu menjadi masyarakat ilmiah. Pada era paling awal ini yaitu selama periode pertengahan di Eropa, merupakan tahapan teologis-sebuah dunia yang diatur oleh agama, masyarakat sebagai kehendak Tuhan. Bersamaan dengan Renaissance, pendekatan teologis ke masyarakat secara bertahap membuka jalan untuk tahapan metafisika ah dunia yang dipandang alamiah, lebih daripada supranatural. Lalu, dunia modern membuka jalan untuk tahapan ilmiah dan kemajuan teknologi, didukung oleh para ilmuwan seperti Copernicus (1473-1543), Galileo (1564-1642), dan Isaac Newton (1642-1727).
Comte menyebutkan bahwa masyarakat mengikuti hukum tetap. Banyak hal seperti dunia fisika yang bekerja berdasarkan gravitasi dan hukum-hukum alam lainnya, sehingga tugas sosiologi adalah menyingkap atau menjelaskan hukum masyarakat. Pendekatan baru ilmu pengetahuan ini ia sebut dengan positivisme. Sekarang istilah tersebut masih sering dipakai untuk merujuk metode ilmiah. Herbert Spencer sesaat kemudian menulis, dan dengan pengaruh kuat pandangan Darwin, juga memandang masyarakat sebagai sesuatu yang sudah pasti berkembang -saat ini dari yang tidak begitu kompleks atau sederhana menjadi sangat kompleks. Masyarakat militan, terstrukur dalam hubungan hirarki dan ketaatan, sederhana dan tidak terpilah-pilah: masyarakat industri, berdasarkan sukarela, kewajiban sosial yang berdasar perjanjian, memiliki kompleksitas dan terpilah-pilah. Spencer mengartikan masyarakat sebagai fungsi seperti halnya "organisme sosial", (serupa dengan tubuh manusia) yang berkembang dari yang lebih sederhana ke keadaan yang lebih kompleks menurut hukum universal evolusi. Ia melihat kemajuan sebagai "kelangsungan hidup dari orang yang paling siap" (ini merupakan ungkapannya sendiri, bukan Darwin) Ia merupakan salah satu dari sekian banyak pemikir yang sedang berusaha untuk menggolongkan dan memahami munculnya tipe masyarakat yang berbeda-beda.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar