Sosiologi
sebagai sebuah "disiplin ilmu" yang luas dan secara umum mengisahkan
kemunculan pemikiran Pencerahan dan revolusi-revolusi besarpadaabadke-18 dan
19.Ini dapat dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang membuktikan
"kejutan dari yang baru". Kehidupan sosial tampaknya tidak pernah
berada dalam kekacauan seperti demikian. Saat itu kehidupan sosial dihadapkan
pada Revolusi Prancis, Revolusi Industri, negara-negara berbangsa tunggal yang
baru bermunculan, kemerdekaan AS, dan pertumbuhan ide demokrasi, serta
peningkatan populasi dunia dan kemunculan kota-kota baru serta pemukiman kumuh yang
menyertainya. Sekarang kita sering berpikir bahwa kita sedang berada di masa
perubahan sosial yang luar biasa: sebuah sejarah singkat menunjukkan bahwa perubahan
ini telah ber langsung selama beberapa abad. Pastinya ada sesuatu yang masih mengambang
di dunia Barat yang memandang sebuah dunia baru yang masih dalam proses
terbentuknya, suatu masa perubahan yang cepat dan bahkan revolusioner. Tatanan
lama memang dalam kemunduran yang serius: kehidupan tradisional mengalami
kehancuran.
Dalam
situasi seperti ini sosiologi terlahir untuk menilai apa yang sedang terjadi:
untuk menganalisis kompleksitas yang ada dalam skala masyarakat modern yang
akan datang sebelum itu terjadi. Apa saja keistimewaan dunia yang baru ini? Mengapa
perubahan itu terjadi? Bagaimana sebuah tatanan sosial dapat dipertahankan di
tengah-tengah perubahan seperti itu? Dan bagaimana tatanan sosial yang baru ini
dapat dipelajari mungkinkah dengan ilmu pengetahuan sosial, dan jika demikian seperti
apakah rupanya? Banyak pelopor sosiologi yang menganggap sosiologi sebagai
sebuah misi untuk menjadikan dunia ini sebuah tempat hidup yang lebih baik.
Dua
orang tokoh pelopor paling awal dari sosiologi bangsa Barat ini adalah Auguste
Comte (798-1857) yang eksentris, dan Herbert Spencer (1820-1903) yang berbeda
dari yang lain dan seorang penyendiri. Comte, yang tumbuh pada masa tumbuhnya
Revolusi Prancis, biasa menyatakan diri sebagai pendiri sosiologi, menciptakan
istilah sosiologi pada tahun 1838. Baginya, masyarakat mengalami pergeseran
dari bersifat religius ke arah filosofis lalu menjadi masyarakat ilmiah. Pada
era paling awal ini yaitu selama periode pertengahan di Eropa, merupakan
tahapan teologis-sebuah dunia yang diatur oleh agama, masyarakat sebagai kehendak
Tuhan. Bersamaan dengan Renaissance, pendekatan teologis ke masyarakat secara
bertahap membuka jalan untuk tahapan metafisika ah dunia yang dipandang
alamiah, lebih daripada supranatural. Lalu, dunia modern membuka jalan untuk tahapan
ilmiah dan kemajuan teknologi, didukung oleh para ilmuwan seperti Copernicus
(1473-1543), Galileo (1564-1642), dan Isaac Newton (1642-1727).
Comte
menyebutkan bahwa masyarakat mengikuti hukum tetap. Banyak hal seperti dunia fisika
yang bekerja berdasarkan gravitasi dan hukum-hukum alam lainnya, sehingga tugas
sosiologi adalah menyingkap atau menjelaskan hukum masyarakat. Pendekatan baru
ilmu pengetahuan ini ia sebut dengan positivisme. Sekarang istilah tersebut
masih sering dipakai untuk merujuk metode ilmiah. Herbert Spencer sesaat kemudian
menulis, dan dengan pengaruh kuat pandangan Darwin, juga memandang masyarakat sebagai
sesuatu yang sudah pasti berkembang -saat ini dari yang tidak begitu kompleks
atau sederhana menjadi sangat kompleks. Masyarakat militan, terstrukur dalam
hubungan hirarki dan ketaatan, sederhana dan tidak terpilah-pilah: masyarakat
industri, berdasarkan sukarela, kewajiban sosial yang berdasar perjanjian, memiliki
kompleksitas dan terpilah-pilah. Spencer mengartikan masyarakat sebagai fungsi
seperti halnya "organisme sosial", (serupa dengan tubuh manusia) yang
berkembang dari yang lebih sederhana ke keadaan yang lebih kompleks menurut
hukum universal evolusi. Ia melihat kemajuan sebagai "kelangsungan hidup
dari orang yang paling siap" (ini merupakan ungkapannya sendiri, bukan
Darwin) Ia merupakan salah satu dari sekian banyak pemikir yang sedang berusaha
untuk menggolongkan dan memahami munculnya tipe masyarakat yang berbeda-beda.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar