Ilmu
pengetahuan dan akal sehat bukanlah satu-satunya sistem kepercayaan di dunia
modern. Agama (dan spiritualitas) menjalankan peran pokok di semua kelompok
masyarakat dan ada ribuan agama yang dianggap istimewa di seluruh belahan dunia
ini, dengan tujuh agama besar di antaranya, seiring dengan keberadaan banyak
orang yang tidak memercayainya. Agama Kristen dianut oleh kurang lebih dua
miliar orang (terutama di Eropa dan Amerika); Islam dianut oleh sekitar satu
setengah miliar orang (terutama di Asia, Afrika, dan negara-negara Arab); Hindu
dianut oleh sekitar 900 juta orang dan Buddha memiliki penganut sejumlah 6%
jumlah manusia, yaitu
376 juta orang. Agama Yahudi memiliki penganut yang relatif sedikit dengan
hanya 14 juta penganut di seluruh dunia (enam juta berada di Amerika Serikat).
Dua sistem kepercayaan berikutnya tidaklah sepenuhnya dapat dikatakan sebagai
agama. Sebagian besar penduduk Cina telah oleh Konfusianisme (penyembahan
terhadap leluhur) dan terakhir adalah komunisme -kepercayaan antiagama.
Selain
itu, terdapat juga sekitar satu miliar orang yang tidak memiliki kepercayaan
(di Eropa sekitar 40 juta orang) Para sosiolog telah lama menyatakan bahwa
manusia kian hari kian bersifat keduniawian. Kepercayaan terhadap tuhan semakin
berkurang seiring mereka lebih memercayai akal sehat mereka. Tuhan telah
mati" adalah pernyataan terkenal dari Nietzsche dan tentunya ateisme
semakin berkembang di dunia yang modern seperti sekarang ini. Namun, dunia juga
"menggelembung dengan semangat-semangat keagamaan", dikutip dari
seorang sosiolog keagamaan, Peter Berger, yang beragama Katolik. Contohnya di
Amerika, lebih dari 90% penduduk mengakui percaya terhadap adanya Tuhan. Di
seluruh penjuru dunia kita telah melihat pembangunan gereja-gereja besar dan
agama elektronik. Di Korea Selatan, Gereja Yoido Full Gospel menjalankan enam
peribadatan setiap harinya dalam sebuah bangunan yang mampu memuat 13.000
jemaat (dengan 30.000 jemaat lagi yang diberi pelayanan lebih melalui siaran
televisi). Dan seiring dengan ini ada ke-munculan gerakan agama-agama baru
-mungkin di Eropa saja ada sebanyak 20.000. Kelompok-kelompok seperti Hari
Krishna, Gereja Saintologi, Gereja Penggabungan (The Moonies'), gerakan
Pentekosta, bermacam-macam kelompok zaman Baru dan Zen semuanya telah tampak
menonjol. Dan munculnya agama-agama baru tersebut juga telah meningkatkan
fundamentalisme dalam semua agama -menegaskan kembali tradisi dan otoritas masa
lalu, dan berakibat pada sejumlah titik permasalahan dan konflik dunia yang
besar. sosiologi tidak dapat memahami banyak hal mengenai dunia modern tanpa
memahami terlebih dahulu gejolak semangat keagamaan ini di seluruh belahan
dunia
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar