Selasa, 27 Desember 2016

Agama Global

Ilmu pengetahuan dan akal sehat bukanlah satu-satunya sistem kepercayaan di dunia modern. Agama (dan spiritualitas) menjalankan peran pokok di semua kelompok masyarakat dan ada ribuan agama yang dianggap istimewa di seluruh belahan dunia ini, dengan tujuh agama besar di antaranya, seiring dengan keberadaan banyak orang yang tidak memercayainya. Agama Kristen dianut oleh kurang lebih dua miliar orang (terutama di Eropa dan Amerika); Islam dianut oleh sekitar satu setengah miliar orang (terutama di Asia, Afrika, dan negara-negara Arab); Hindu dianut oleh sekitar 900 juta orang dan Buddha memiliki penganut sejumlah 6% jumlah manusia, yaitu 376 juta orang. Agama Yahudi memiliki penganut yang relatif sedikit dengan hanya 14 juta penganut di seluruh dunia (enam juta berada di Amerika Serikat). Dua sistem kepercayaan berikutnya tidaklah sepenuhnya dapat dikatakan sebagai agama. Sebagian besar penduduk Cina telah oleh Konfusianisme (penyembahan terhadap leluhur) dan terakhir adalah komunisme -kepercayaan antiagama.

Selain itu, terdapat juga sekitar satu miliar orang yang tidak memiliki kepercayaan (di Eropa sekitar 40 juta orang) Para sosiolog telah lama menyatakan bahwa manusia kian hari kian bersifat keduniawian. Kepercayaan terhadap tuhan semakin berkurang seiring mereka lebih memercayai akal sehat mereka. Tuhan telah mati" adalah pernyataan terkenal dari Nietzsche dan tentunya ateisme semakin berkembang di dunia yang modern seperti sekarang ini. Namun, dunia juga "menggelembung dengan semangat-semangat keagamaan", dikutip dari seorang sosiolog keagamaan, Peter Berger, yang beragama Katolik. Contohnya di Amerika, lebih dari 90% penduduk mengakui percaya terhadap adanya Tuhan. Di seluruh penjuru dunia kita telah melihat pembangunan gereja-gereja besar dan agama elektronik. Di Korea Selatan, Gereja Yoido Full Gospel menjalankan enam peribadatan setiap harinya dalam sebuah bangunan yang mampu memuat 13.000 jemaat (dengan 30.000 jemaat lagi yang diberi pelayanan lebih melalui siaran televisi). Dan seiring dengan ini ada ke-munculan gerakan agama-agama baru -mungkin di Eropa saja ada sebanyak 20.000. Kelompok-kelompok seperti Hari Krishna, Gereja Saintologi, Gereja Penggabungan (The Moonies'), gerakan Pentekosta, bermacam-macam kelompok zaman Baru dan Zen semuanya telah tampak menonjol. Dan munculnya agama-agama baru tersebut juga telah meningkatkan fundamentalisme dalam semua agama -menegaskan kembali tradisi dan otoritas masa lalu, dan berakibat pada sejumlah titik permasalahan dan konflik dunia yang besar. sosiologi tidak dapat memahami banyak hal mengenai dunia modern tanpa memahami terlebih dahulu gejolak semangat keagamaan ini di seluruh belahan dunia


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar