Senin, 12 Desember 2016

Konsep Dasar IPS

1.      Konsep Dasar Ilmu-Ilmu Sosial
Menurut Dorothy J. Skeel “Konsep adalah sesuatu yang tergambar dalam pikiran-suatu pemkiran, gagasan atau suatu pengertian.” Sedangkan James G. Womack Mengemukakan sebagai berikut “Konsep Studi sosial (IPS) yaitu suatu kata atau ungkapan yang berhubungan dengan sesuatu yang menonjol, sifat yang melekat. Pemahaman dan penggunaan konsep yang tepat bergantung pada penguasaan sifat yang melekat tadi, pengertian umum kata yang bersangkutan. Konsep memiliki pengertian denotatif dan juga pengertian konotatif.”.
Pengertian denotatif adalah pengertian berdasarkan arti katanya yang dapat digali dalam kamus, sedangkan pengertian konotatif adalah pengertian yang berperan kunci atau menonjol pada suatu konteks. Konsep yang memiliki penegertian dasar pada suatu bidang ilmu sosial disebut konsep dasar.
A.    Geografi
Dari asal katanya, geografi berakar dari kata geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan atau lukisan, jadi secara harfiah berarti lukisan tentang bumi. Menurut Council of the Geographical Association geografi berkenaan dengan dunia nyata, dunia yang dipelajari seseorang dengan baik melalui sol sepatu atau kaki telanjang, atau dengan mengendarai kereta api, perahu, mobil atau pesawat terbang, dan melalui lukisan atau gambar atau cara lain. Namun demikian penelaahan geografi tidak berakhir pada hal-hal yang terlihat dari luar. Penelaahan tersebut menampakan demikian yang dipandang sebagai keseluruhan yang menghubungkan bagian-bagian yang telah menjadi apa adanya. Hal itu meliputi hubungan dengan ilmu kealaman. Berkenaan dengan cara bagaimana hal-hal tadi telah mempengaruhi manusia, dan kebalikannya telah dimodifikasi, diubah dan diataptasi oleh tindakan manusia.
Menurut seminar dan Lokakarya Seminar Nasional Peningkatan Kualitas pengajaran Geografi di Semarang Th 1988 yaitu : “Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang linkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan”. Dari pengertian tersebut dapat diketengahkan bahwa geografi berkenaan dengan (1) geosfer atau permuakaan bumi, (2) alam lingkungan (atmosfer, litosfer hidrosfer, biosfer), (3) umat manusia atau antroposfer, (4) persebaran keruangan fenomena alam dan kkehidupan termasuk persamaan serta perbedaannya, dan (5) anlilis hubungan serta interaksi keruangan fenomena –fenomenanya di permukaan bumi.
Rincian konsep dasar itu sebagai berikut, Getrude Whipple mengungkapka lima konsep dasar yaitu :
1.      Bumi sebagai planet.
2.      Variasi cara hidup.
3.      Variasi wilayah-wilayah alamiah.
4.      Makna wilayah bagi manusia.
5.      Pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia.
Sedangkan Henry J. Warman mengemukakan 15 konsep dasar sebagai berikut
1.      Konsep kewilayahan atau konsep regional.
2.      Konsep lapisan kehidupan atau kehidupan atau konsep biosfer.
3.      Konsep manusia sebagai faktor ekologi yang dominan.
4.      Konsep globalisme atau konsep bumi sebagai planet.
5.      Konsep interaksi keruangan.
6.      Konsep hubungan areal.
7.      Konsep persamaan areal.
8.      Konsep perbedaan areal.
9.      Konsep keunikan areal.
10.  Konsep persebaran areal.
11.  Konsep lokasi relative.
12.  Konsep keunggulan komparatif.
13.  Konsep perubahan yang terus menerus atau perbahan abadi.
14.  Konsep sumber daya dibatasi secara budaya.
15.  Konsep bumi yang bundar di atas kertas yang datar atau konsep peta.
B.     Sejarah
Sejarah menurut Hugiono dan P.K. Poerwantana mendefinisikan sejarah sebagai berikut “sejarah adalah gambaran tentang peristiwa-peristiwa masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu, diberi tafsiran dan analisis kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami”. Sedangkan Sartono Kartodirjo secara singkat mengkonsepkan “sejarah sebagai pelbagai bentuk penggambaran pegalaman kolektif pada masa lampau.” Dan pada sisi lain Ephrain Fishcoff mengemukakan “sejarah adalah riwayat tentang masa lampau atau suatu bidang ilmu yang menyelidiki dan menuturkan riwyat itu sesuai denagn metode tertentu yang terpercaya.”
Berdasarkan konsep tersebut kunci dalam pengertian sejarah terletak pada masa lampau, baik berupa peristwa, pengalaman kolektif maupun riwayat masa lampau tersebut yang tidak hanya digambarkan ataupun dinarasikan sebagai suatu fakta, tapi ditafsirka dan dianalisis. Sehingga sejarah tidak hanya menjadi pengetahuan tapi memenuhi syarat sebagaia ilmu yaitu ilmu sosial.
Sejarah bidang lmu sosial memliki konsep dasar yang menjadi karakter dirinya, dan yang dapat dibina pada diri kita masing-masing, terutama pada diri peserta didik. Konsep-konsep dasar itu adalah:
1.      Waktu.
2.      Dokumen.
3.      Alur peristiwa.
4.      Kronologi.
5.      Peta.
6.      Tahap-tahap peradaban.
7.      Ruang.
8.      Evolusi.
9.      Revolusi.
Secara Objektif peristiwa di masa lampau tidak dapat diulng kembali. Namun dapat direkontruksi kembali dengan menerapkan suatu metode. Hasil rekontruksi itu tidak merupakan duplikat sebagaimana aslinya. Namun paling tidak secara mencolok. Hal-hal yang berulang dari sejarah merupakan ksedaran dari manusia sebagai pengalaman masa lamapau, terutama dengan peritiwa yang membawa laknat bagi kehidupan umat manusia. Sedangkan peristiwa sejarah itu tidak dapat diulang kembali telah menjadi fakta sejarah.
Dari peristiwa dan pengalaman masa lalu dihubungkan dengan kejadian hari ini, kita dapat mengetahui dan mengkaji perkembangan. Dan dari perkembangan tersebut, kita dapat memprediksi kejadian pada masa yang akan datang. Karena mengkaji sejarah bukan kegiatan yang statis, namun dinamis dan berkesinambungan.
C.     Antropologi
Konsep kebudayaan menurut C.P. Kottak yaitu: “ semua populasi manusia mempunyai kebudayaan, yang menjadi milik umumyang merekat jenis manusia. Kebudayaan inilah yang secara umum merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh jenis manusia. Akhirnya dapat dikemukakan ada budaya belajar, yang secara unik bergantung pada pengembangan kemampuan manusia menggunakan lambang, isyarat yang tidak dimiliki kepentingan atau hubungan almiah dengan hal-hal di pihak manusia sendiri.”
Budaya belajar yang dikemukakakn Kottak tadi ialah yang membawa kemajuan yang sangat pesat pada diri manusia terutama selama abad-abad terakhir ini. Budaya belajar, kemampuan akal-pikiran yang berkembang dan dapat dikembangkan, menjadi landasan pelaksanaan pendidikan yang membawa kemajuan manusia dengan segala aspek serta unsur kebudayaan.
Kebudayaan sebagai konsep dasar secara langsung telah ditelaaah berdasarkan pembahasan diatas. Tradisi tidak lain dalah kebiasaan yang terpolakan secara budaya di masyarakat. Kebiasaan ini telah berlangsung secara turun temurun, sukar untuk terlepas dari masyarakat. Namun dengan adanya pengaruh komunikasi dan informasi yang terus-menerus melanda masyarakat, tradisi akan menaglami pergeseran. Paling tidak fungsinya tetap bila dibandingkan dengan maksud semual dalam konteks kebudyaan masa lalu.
Dalam lingkup antropologi dan kebudayaan, pengetahuan, ilmu dan teknologi merupakan konsep dasar yang terkait dengan budaya belajar. Tiga konsep tersebut saat ini biasa dijadikan satu sebagai IPTEK. Penyatuan tersebut sangat beralasan karena ketiganya sangat erat satu sama lain. Jika pengetahuan merupakan kumulasi dari pengalaman-pengalaman yang kita ketahui, sedangkan ilmu merupakan pengetahuan tersusun yang berkarakter tertentu sesuai dengan objek yang dipelajari, ruang lingkup telaahannya, dan metode yang dikembangkan serta diterapkannya. Pengetahuan yang menjadi bidang ilmu, sifatnya masih acak. Adapun penerapan ilmu dalam kehidupan untuk memanfaatkan sumber daya bagi kepentingan manusia, itulah yang kita sebut teknologi.
Konsep lain yang memegang peranan kunci dalam kehidupan masyarakat dan budaya adalah nilai serta norma. Nilai dengan norma erat sekali kaitannya, namun demikian memiliki perbedaan yang mendasar. Dalam alam pikkran manusia sebagai anggota masyarakat melekat apa yang dikatakan baik dan buruk dan sebagainya. Hal itu yang mengatur, membatasi dan menjaga keserasian hidup bermasyarakat.
Pada tingkat yang lebih tinggi kita juga mengenal pranata yang merupakan salah satu konsep dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya. Koentjaraningrat mencontohkan pranata berfungsi memenuhi kebutuhan perkawinan, tolong-menolong, anatrkerabat, dsb. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan mata pencarian, yaitu pertanian, peternakan, industri, perdagangan, dsb.
Bahasa sebagai suatu konsep dasar, memiliki pengertian kognitif yang luas. Bahasa sebagai suatu konsep, bukan hanya sekedar rangakaian kalimat tertulis maupun lisan, melainkan jauh dari itu. Meliputi pengertian bahasa sebagai bahasa anak, bahasa remaja, bahasa orang dewasa, dst. Makna dan nilai suatu bahasa suatu konsep terletak pada kedudukannya sebagai alat mengungkapkan perasaan, pikiran, dan komnikasi dengan pihak atau orang lain.
D.    Sosiologi
Sosiologi adalah isitilah yang berasal dari kata lain ‘socius’ yang artinya teman dan ‘logos’ dari kata yunani yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte.
Para ilmuan berupaya membangun teori berdasarkan ciri hakiki masyarakt pada tiga tahap peradaban manusia. Tiga tahap itu adalah:
1.      Tahap teologis: dalam tahap ini tingkat pemikiran manusia masih meyakini semua benda di dunia mempunyai jiwadan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia
2.      Tahap metafisis: dalam tahap ini manusia menganggap di dalam setiap gejala terdapat kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya dapat diungkapkan.
3.      Tahap positif: Dalam tahap ini manusia mulai berpikir secara ilmiah.
Konsep-konsep dasar sosiologi yaitu:
1.      Interaksi sosial.
2.      Sosialisasi.
3.      Kelompok sosial.
4.      Pelapisan sosial.
5.      Proses sosial.
6.      Perubahan sosial.
7.      Mobilisasi sosial.
8.      Modernisasi.
9.      Patologi sosial.
10.  Dan konsep-konsep lain yang dapat digali sendiri dari kenyataan dan proses kehidupan sehari-hari.
Interaksi sosial sebagai konsep dasar sosiologi selalu dialami oleh tiap individu dan selalu terjadi di masyarakat. Manusai sebagai anggota masyarakat, dilandasi oleh berbagai kebutuhan, selalu melakukan interaksi, baik interaksi edukatif, interaksi tersebut termasuk interkasi sosial.
Seorang individu, terutama yang masih muda sebelum berinteraksi sosial lebih dahulu mengalami sosialisasi, yaitu proses penanaman nilai dan pembelajaran norma sosial dalam rangaka pengembangan kepribadian individu yang bersangkutan. Dimulai dari keluarga, kelompok permainan, para tetangga, sekolah sampai masyarakat yang lebih luas. Selama kepribadian seseorang itu berkembang, sosialisasi itu terus dialaminya.
Interaksi sosial antara seoarang dengan yang lainnya terjadi dalam kelompok, apakah itu keluarga, teman sepermainan ataupun para tetangga. Kelompok itu itu atau lebih tepat kelompok sosial tempat terjadinya interaksi antarindividu, tidak lain adalah kumpulan manusia paling tidak terdiri atas dua orang, namun lebih dari itu, telah saling mengenal dalam waktu yang relatif lama, ada kaitan rasa senasib, diikat oleh nilai dan norma yang sama, serta memiliki rasa persatuan.
Dalam kelompok sosial terdapat pelapisan sosial, yang ditunjukan oleh pengelompokan anggotanya berdasarkan ikatan persamaan tertentu seperti pendidikan, ekonomi, mata pencaharian, susku bangsa dan lain-lainnya.
Dalam kelompok sosial, terjadi proses sosial yang dialami oleh per orang atau oleh kelompok secara keseluruhan dan tidak akan pernah berhenti. Masyarakat, cepat atau lambat, selalu beranjak dari tingkat terbelakang ke tingkat berkembang sampai menjadi masyarakat modern. Sebagai akibat terjadinya proses sosial ini, terjadi pula perubahan sosial yaitu perubahan yang dialami oleh sebagian besar anggota masyarakat yang bersangkutan. Apabila proses sosial dan perubahan soaial mengarah pada kemajuan, masyarakat tersebut mengalami modernisasi. Konsep ini sangat bermakna dalam menelaah kemajuan suatu kelompok sosial.
Sebagai akibat dari proses sosial, perubahan sosial, dan modernisasi maka aka terjadi perubahan status lapisan bawah ke atas atau sebaliknya, yang disebut dengan mobilitas sosial. Jika mobilitas tersebut dari atas ke bawah atau sebaliknya maka disebut mobilitas vertikal. Jika setara atau mendatar seperti dari petani jadi pedagang, dsb maka ini termasuk mobilitas horizontal.
Dalam kehidupan sosial tidak selalu seimbang dan serasi. Terdapat hal-hal yang dianggap sebagai penyakit masyarakat seperti kejahatan, pengangguran, pelacuran, dll yang disebut sebagai patologi sosial.
E.     Psikologi sosial
Interaksi sosial manusia di masyarakat tidak dapat dilepaskan dari fenomena kejiwaan yang timbul dari orang per orang dan dalam kelompok. Reaksi emosional, sikap, kemuan, kemauan, perhatian, motivasi, harga diri dan sebangsanya sebgai fenomena kejiawaan yang tercermin pada perilaku orang per orang serta kelompok tadi, merupakan fenomena yang melekat pada kehidupan berbudaya dan bermasyarakat. Perilaku kejiwaan dalam koteks sosial ini, merupakan objek kajian psikologi sosial.
Psikologi sosial menurut Ahrold A. Phelps : Psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang proses mental sebgai makhluk sosial”. Jadi Objek yang dipelajari meliputi perilaku manusia dalam konteks sosial yang terungkap pada perhatian, minat, kemauan, kemauan, siakap mental, reaksi emosional, harga diri, kecerdasan, penghayatan, kesadaran, dst.
Psikologi sebagai salah satu bidang ilmu sosial, berperan strategis dalam mengamati, menelaah, menganalisis, menarik, kesimpulan dan memberi arahan alternatif terhadap masalah sosial yang merupakan ungkapan aspek kejiwaan.
Konsep-konsep dasar dalam ilmu sosial yaitu:
1.      Emosi terhadap objek sosial.
2.      Perhatian.
3.      Minat.
4.      Kemauan.
5.      Motivasi.
6.      Kecerdasan dalam menanggapi persoalan sosial.
7.      Penghayatan.
8.      Kesadaran.
9.      Harga diri.
10.  Sikap mental.
11.  Kepribadian.
12.  Masih banyak fenomena kejiwaan yang lain yang dapat kita gali lebih lanjut.
Tiap individu yang normal, memiliki potensi yang berkembang dan dapat dikembangkan. Kadar potensi tadi bervariasi antara seseorang dengan yang lainnya bergantung pada kondisi kesehatan, baik mental-psikologisnya. Selain itu, faktor lingkungan dalam arti yang seluas-luasnya juga sangat berpengaruh. Emosi dan reaksi emosional dengan pengendaliannya, sangat penting kedudukannya dalam kehidupan sosial termasuk dalam interaksi sosial. Oleh kareana itu, emosi sebagai suatu potensi kepribadian wajib diberi santapan dengan berbagai pembinaan psikologis, termasuk santapan keagamaan.
F.      Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Pembagian ilmu ekonomi dibagi 2 yaitu: Ilmu ekonomi deskriptif dan ilmu ekonomi teori. Ilmu ekonomi deskriptif adalah kajian yang memaparkan secara apa adanya tentang kehidupan suatu ekonomi daerah pada masa tertentu. Ilmu teori terdiri dari makro ekonomi dan mikro ekonomi.
Mikro ekonomi diartiakn sebagai bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Ada beberapa aspek penting yang dianalisis teori ekonomi mikro, yaitu:
a.       Interaksi dipasar barang
b.      Tingkah laku pembeli dan penjual
c.       Interaksi dipasar faktor produksi
Makro ekonomi menganalisi keseluruhan kegiatan perekonomian secara global, namun tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan unit kecil. Aspek penting yang dianalisis ekonomi makro, yaitu:
a.       Penentuan tingkat kegiatan perekonomian Negara
b.      Pengeluaran agregat
c.       Mengatasi pengangguran dan inflasi
G.    Model pembelajaran konsep dasar IPS
Untuk dapat memahami model pembelajaran konsep dasar IPS, perlu diketahui dahulu pengertian-pengertian, seperti konsep, generalisasi IPS, pengertian pembelajaran serta memahami cara-cara/langkah-langkah dalam mengajarkan model pembelajaran konsep dasar IPS
Oleh karena IPS merupakan integrasi dari berbagai ilmu sosial, maka konsep-konsep ataupun konsep dasar IPS diambil dari konsep ataupun dasar ilmu-ilmu sosial dengan memperhatikan berbagai faktor, sperti faktor lingkungan, faktor masyarakatfaktor tujuan pendidikan nasional, faktor siswa dan sebagainya.
Mengajar merupakan tugas bagi seorang guru, oleh karena itu keefektifan dalam mengajar akan banyak tergantung pada bagaimana guru mampu melaksanakan aktivitas mengajar secara baik. Banyak faktor yang mempengaruhi efektifitas dan keberhasilan guru dalam mengajar, salah satu diantarnya adalah kemampuan dalam memilih model/pembelajaran yang tepat.
Banyak model-model pembelajaran yang perlu diketahui dan dipahami oleh guru. Joyce dan Weil mengelompokan model-model pembelajaranke dalam empat rumpun kelompok:
1.   Rumpun/kelompok model pemrosesan informasi, terdiri dari model berfikir induktif, model latihan inkuiri, model pertumbuhan kognitif, model penata lanjutan dan model memori.
2.  Rumpun model-model personal, terdiri dari model pengajaran non-direktif, model latihan kesadaran, model sinektif, model sistem-sitem konseptual, dan model pertemuan kelas.
3.   Rumpun model-model interaksi sosial, terdiri dari model penemuan kelompok, model metode laboratory, model jurispudensial, model bermain peran, dan model simulasi sosial.
4.   Rumpun model-model behavorial (perilaku, terdiri dari model manajemen kontingensi, model kontrol diri, model relaksasi (santai), model pengurangan ketegangan, model latihan asertif, model latihan langsung.
Agar guru dapat mencapai tujuan dalam mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konsep-konsep dasar IPS, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mencari unsur-unsur yang termasuk dalam konsep tersebut dan kemudian mengelompokkannya serta memilih konsep mana yang menjadi pilihan pokok bahasan.
2.      Menetukan dan merumuskan tujuan instruksional.
3.  Pilihlah situasi dan media yang mendukung pelajaran tentang konsep tersebut serta dapat memperlancar pencapaian tujuan instruksional.
4.    Merencanakan dan mencari hal-hal yang dierkirakan membantu siswa dalam proses pemahaman dan pemantapan konsep.
5. Mencari dan menetukan cara penyajian dan pengembangan proses internalisasi konsep secara lengkap.

Referensi:
Sumaatmaja, Nursid. 2008. Konsep dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka
Ahmadi, Iif Khoiru dan Amri, Sofan. 2011. Mengembangkan pembeljaran IPS terpadu. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar