Selasa, 13 Desember 2016

Teori Karl Marx: Analisis Studi Kasus Film Bee Movie

Sebelum bertemu dengan kaitan antara film bee movie dengan teori Karl Marx, Saya akan mejelaskan sedikit synopsis dari Bee movie
Awalnya, seekor lebah (yang bernama Barry) mengunjungi perusahaan milik kaum lebah. Kemudian, Barry mengelilingi perusahaan tersebut, sekedar untuk melakukan orientasi seperti layaknya para pekerja baru. Setelah mendapat panduan dan mengikuti serangkaian acara, akhirnya ia mendapat curhatan bahwa sebagian lebah yang mendapat tugas (penyerbukan) di lapangan atau di luar sana tak pernah kembali lagi. Oleh sebab itu, ia terus memikirkan permasalahan tersebut sehingga terbesit niatan untuk mengikuti penerbangan di luar bersama petugas penyerbukan (tepung sari).
Kemudian, ia pun berangkat bersama petugas dengan membawa misi "semakin banyak menyebarkan serbuk sari, semakin banyak nectar dan semakin banyak menghasilkan madu." Setelah misi terlaksana, petugas penyerbukan beserta Barry melakukan pendaratan di lapangan badminton karena mereka penasaran dengan bola badminton. Namun, sial bagi Barry karena tubuhnya tersangkut dengan bola. Dan ketika Vanessa (pemain badminton) mengambil dan memukul bola itu, sehingga membuat Barry terlempar jauh dan masuk ke dalam mobil orang.
Setelah itu, ia berusaha keluar dan terbang kembali. Lalu, hujan tiba di tengah perjalanannya sehingga ia harus melakukan pendaratan. Ternyata, Barry terjatuh tepat di rumah Vanessa. Akhinya Barry dan Vanessa berteman. Sesudah Barry berkeliling kota untuk mencari kepastian yang sebenarnya yang terjadi pada madu, ia kembali ke tempat asalnya (pulang) dan kemudian menginfokan berita kepada seluruh kaum lebah.
Di suatu hari, Barry menuntut manusia atas tindakan pencurian/perampasan/kepemilikan madu secara ilegal. Menurut Barry bahwa ulah manusia sudah di luar batas, misalnya: pengakuan label produksi madu secara ilegal padahal madu itu seharusnya yang berhak menjadi owner serta label maupun konsumen hanya dari kaum lebah sendiri (bukan manusia, beruang, atau yang lainnya) karena yang memproduksi madu juga hanya kaum lebah, penindasan/kekerasan/penyiksaan yang dilakukan oleh manusia terhadap lebah ketika lebah sedang memproduksi madu dengan semena-mena manusia (peternak) mengambil hasilnya dari sarang (penangkaran), bila lebah hanya mengonsumsi segelas madu dalam setahun namun manusia malah menghambur-hamburkan banyak madu dengan cara mengoles-oleskannya di bibir, dan lain-lain. Dari situ, Barry berhasil memenangkan tuntutannya. Dan mendapatkan ganti rugi, semua madu dikembalikan pada kaum lebah (sampai bertumpah ruah), beruang di masukkan ke dalam penjara, dan sebagainya.
Namun, setelah kejadian itu, malah berakibat fatal bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Karena kaum lebah semakin bermalas-malasan untuk memproduksi  sehingga bunga pun menjadi layu dan Vanessa tidak dapat berjualan bunga lagi. Oleh sebab itu, Barry (yang saat itu sudah berprofesi sebagai pengacara) mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Salah satu caranya, yakni dengan menggalakkan semangat kerja lagi kepada kaum lebah. Akhirnya, Vanessa dapat berjualan bunga lagi serta memperoleh label legal dari Barry.
Dari Film Bee Movie ini dapat dilihat bahwa ada suatu sistem kapitalis yang sangat ditentang oleh Marx, yaitu saat ada sebuah peternakan lebah yang memperkerjakan lebah untuk memproduksi madu secara masal. Para peternak lebah yang dalam hal ini manusia mengambil banyak keuntungan dari produksi madu tersebut sementara para lebah di peternakan harus bekerja keras tanpa mendapat imbalan apapun bahkan hanya mengambil secuil madu dari apa yang mereka dapat, seperti yang ditulis di synopsis diatas.
Berbeda dengan yang terjadi di peternakan lebah, di Sarang lebah di sebuah Pohon dimana Barry hidup. Sudah menganut sistem yang dicetuskan oleh Marx yaitu Komunisme/Sosialisme. Hal ini dapat dilihat dari pembagian kerja yang ada pada para lebah di film tersebut. Setelah lulus dari jenjang kuliah para lebah diajak untuk mengikuti orientasi pekerjaan yang pada akhirnya akan menjadi pekerjaan mereka dan para lebah sudah ditentukan akan bekerja di bagian apa serta akan menjadi satu-satunya pekerjaan mereka selama 27 tahun kedepan. Namun Barry yang memiliki jiwa pemberontak tidak menerima hal ini. Dia yang ditempatkan di bagian pengadukan madu seperti ayahnya oleh sistem yang berlaku tidak setuju dan malah memilih menjadi petugas penyerbukan, karena dia ingin melihat dunia luar. Barry inilah bibit yang diharapakan oleh marx untuk menjadi sistem masyarakat tanpa adanya kelas (masyarakat tanpa kelas).
Barry yang mengetahui eksploitasi madu yang dilakukan para manusia di peternakan lebah mulai menuntut kepada para manusia untuk mengembalikan kepemilikan dari madu yang mereka rampas. Hal ini juga termasuk dalam kajian tentang teori Marx yaitu revolusionisme, dimana kaum yang tertindas yang dalam hal ini lebah (proletariat) menuntut hak mereka untuk pengembalian madu dan kebebasan mereka kepada para manusia (bourjuis). Serta mengubah kembali semua sistem yang semula pekerjaan dari semuanya diketuai oleh manusia dan lebah hanya pekerja tanpa keuntungan namun semua keuntungan diambil oleh manusia (sistem kapitalis) menjadi sistem dimana semua produksi madu berada ditangan lebah tanpa campur tangan manusia (sosialime/komunisme).
Namun yang terjadi setelah madu dikembalikan ke para lebah beserta kebebasannya untuk memproduksi madu, seperti synopsis diatas para lebah bermalas-malasan untuk memproduksi madu karena melimpahnya madu yang diterima lebah dari manusia sebelumnya. Hal ini juga merupakan dampak negative dari teori Marx. Dimana pada saat setelah revolusionisme terjadi akan ada masyarakat komunisme yang pada akhirnya menjadi masyarakat tanpa kelas. 
Masyarakat yang terbiasa hidup susah mulai terleha-leha, karena dalam sistem komunisme semua disetarakan baik untuk yang masih hidup susah maupun yang telah berkecukupan. Yang telah berkecukupan diapksa untk membagi hartanya kepada sesamanya yang hidup susah. Sehingga muncul pikiran “untuk apa melakukan pekerjaan sungguh-sungguh jika pada akhirnya hasilnya itu akan diambil juga” dan juga “untuk apa bekerja sungguh-sungguh jika akhirnya kita akan sama dengan mereka yang tidak bekerja. Dari sinilah muncul masalah yang ada pada sistem komunisme, yaitu enggannya masyarakat untuk bekerja lebih giat.  Marx salah memprediksi masyarakat. Karena marx Hanya mempredikisi masyarakat untuk setara tanpa memikirkan dampak negative dari sistem masyarakat yang dibuatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar