Sebelum
bertemu dengan kaitan antara film bee movie dengan teori Karl Marx, Saya akan
mejelaskan sedikit synopsis dari Bee movie
Awalnya,
seekor lebah (yang bernama Barry) mengunjungi perusahaan milik kaum lebah.
Kemudian, Barry mengelilingi perusahaan tersebut, sekedar untuk melakukan
orientasi seperti layaknya para pekerja baru. Setelah mendapat panduan dan
mengikuti serangkaian acara, akhirnya ia mendapat curhatan bahwa sebagian lebah
yang mendapat tugas (penyerbukan) di lapangan atau di luar sana tak pernah
kembali lagi. Oleh sebab itu, ia terus memikirkan permasalahan tersebut
sehingga terbesit niatan untuk mengikuti penerbangan di luar bersama petugas
penyerbukan (tepung sari).
Kemudian,
ia pun berangkat bersama petugas dengan membawa misi "semakin banyak
menyebarkan serbuk sari, semakin banyak nectar dan semakin banyak menghasilkan
madu." Setelah misi terlaksana, petugas penyerbukan beserta Barry
melakukan pendaratan di lapangan badminton karena mereka penasaran dengan bola
badminton. Namun, sial bagi Barry karena tubuhnya tersangkut dengan bola. Dan
ketika Vanessa (pemain badminton) mengambil dan memukul bola itu, sehingga
membuat Barry terlempar jauh dan masuk ke dalam mobil orang.
Setelah itu, ia berusaha keluar dan terbang
kembali. Lalu, hujan tiba di tengah perjalanannya sehingga ia harus melakukan
pendaratan. Ternyata, Barry terjatuh tepat di rumah Vanessa. Akhinya Barry dan
Vanessa berteman. Sesudah Barry berkeliling kota untuk mencari kepastian yang
sebenarnya yang terjadi pada madu, ia kembali ke tempat asalnya (pulang) dan
kemudian menginfokan berita kepada seluruh kaum lebah.
Di suatu hari, Barry
menuntut manusia atas tindakan pencurian/perampasan/kepemilikan madu secara
ilegal. Menurut Barry bahwa ulah manusia sudah di luar batas, misalnya:
pengakuan label produksi madu secara ilegal padahal madu itu seharusnya yang
berhak menjadi owner serta label maupun konsumen hanya dari kaum lebah sendiri
(bukan manusia, beruang, atau yang lainnya) karena yang memproduksi madu juga
hanya kaum lebah, penindasan/kekerasan/penyiksaan yang dilakukan oleh manusia
terhadap lebah ketika lebah sedang memproduksi madu dengan semena-mena manusia
(peternak) mengambil hasilnya dari sarang (penangkaran), bila lebah hanya
mengonsumsi segelas madu dalam setahun namun manusia malah menghambur-hamburkan
banyak madu dengan cara mengoles-oleskannya di bibir, dan lain-lain. Dari situ,
Barry berhasil memenangkan tuntutannya. Dan mendapatkan ganti rugi, semua madu
dikembalikan pada kaum lebah (sampai bertumpah ruah), beruang di masukkan ke
dalam penjara, dan sebagainya.
Namun, setelah kejadian itu, malah berakibat fatal bagi manusia
dan lingkungan alam sekitar. Karena kaum lebah semakin bermalas-malasan untuk
memproduksi sehingga bunga pun menjadi
layu dan Vanessa tidak dapat berjualan bunga lagi. Oleh sebab itu, Barry (yang
saat itu sudah berprofesi sebagai pengacara) mencari solusi untuk memecahkan
permasalahan tersebut. Salah satu caranya, yakni dengan menggalakkan semangat
kerja lagi kepada kaum lebah. Akhirnya, Vanessa dapat berjualan bunga lagi
serta memperoleh label legal dari Barry.
Dari Film Bee Movie ini dapat
dilihat bahwa ada suatu sistem kapitalis yang sangat ditentang oleh Marx, yaitu
saat ada sebuah peternakan lebah yang memperkerjakan lebah untuk memproduksi
madu secara masal. Para peternak lebah yang dalam hal ini manusia mengambil
banyak keuntungan dari produksi madu tersebut sementara para lebah di
peternakan harus bekerja keras tanpa mendapat imbalan apapun bahkan hanya
mengambil secuil madu dari apa yang mereka dapat, seperti yang ditulis di
synopsis diatas.
Berbeda dengan yang terjadi di
peternakan lebah, di Sarang lebah di sebuah Pohon dimana Barry hidup. Sudah
menganut sistem yang dicetuskan oleh Marx yaitu Komunisme/Sosialisme. Hal ini
dapat dilihat dari pembagian kerja yang ada pada para lebah di film tersebut. Setelah
lulus dari jenjang kuliah para lebah diajak untuk mengikuti orientasi pekerjaan
yang pada akhirnya akan menjadi pekerjaan mereka dan para lebah sudah
ditentukan akan bekerja di bagian apa serta akan menjadi satu-satunya pekerjaan
mereka selama 27 tahun kedepan. Namun Barry yang memiliki jiwa pemberontak tidak
menerima hal ini. Dia yang ditempatkan di bagian pengadukan madu seperti
ayahnya oleh sistem yang berlaku tidak setuju dan malah memilih menjadi petugas
penyerbukan, karena dia ingin melihat dunia luar. Barry inilah bibit yang
diharapakan oleh marx untuk menjadi sistem masyarakat tanpa adanya kelas
(masyarakat tanpa kelas).
Barry yang mengetahui eksploitasi
madu yang dilakukan para manusia di peternakan lebah mulai menuntut kepada para manusia
untuk mengembalikan kepemilikan dari madu yang mereka rampas. Hal ini juga
termasuk dalam kajian tentang teori Marx yaitu revolusionisme, dimana kaum yang
tertindas yang dalam hal ini lebah (proletariat) menuntut hak mereka untuk
pengembalian madu dan kebebasan mereka kepada para manusia (bourjuis). Serta mengubah
kembali semua sistem yang semula pekerjaan dari semuanya diketuai oleh manusia
dan lebah hanya pekerja tanpa keuntungan namun semua keuntungan diambil oleh
manusia (sistem kapitalis) menjadi sistem dimana semua produksi madu berada
ditangan lebah tanpa campur tangan manusia (sosialime/komunisme).
Namun yang terjadi setelah madu
dikembalikan ke para lebah beserta kebebasannya untuk memproduksi madu, seperti
synopsis diatas para lebah bermalas-malasan untuk memproduksi madu karena
melimpahnya madu yang diterima lebah dari manusia sebelumnya. Hal ini juga
merupakan dampak negative dari teori Marx. Dimana pada saat setelah
revolusionisme terjadi akan ada masyarakat komunisme yang pada akhirnya menjadi
masyarakat tanpa kelas.
Masyarakat
yang terbiasa hidup susah mulai terleha-leha, karena dalam sistem komunisme
semua disetarakan baik untuk yang masih hidup susah maupun yang telah
berkecukupan. Yang telah berkecukupan diapksa untk membagi hartanya kepada
sesamanya yang hidup susah. Sehingga muncul pikiran “untuk apa melakukan
pekerjaan sungguh-sungguh jika pada akhirnya hasilnya itu akan diambil juga”
dan juga “untuk apa bekerja sungguh-sungguh jika akhirnya kita akan sama dengan
mereka yang tidak bekerja. Dari sinilah muncul masalah yang ada pada sistem
komunisme, yaitu enggannya masyarakat untuk bekerja lebih giat. Marx salah memprediksi masyarakat. Karena marx
Hanya mempredikisi masyarakat untuk setara tanpa memikirkan dampak negative
dari sistem masyarakat yang dibuatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar