Selasa, 27 Desember 2016

Wilayah dan Pertumbuhan Negara Berbangsa Tunggal

Sebagan besar orang yang hidup di bumi saat ini tinggal di dalam negara berbangsa tunggal. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu fenomena baru dalam sejarah masa kini. Jauh berbeda dengan masa lalu, ketika benua-benua berada di bawah kekuasaan kepala suku, raja, kaisar, dan sultan yang masing-masing berbeda –para penguasa yang lalim yang memerintah dengan paksaan dan teokrasi dijaga kesatuannya oleh agama. Kelompok-kelompok etnis memberikan pengakuan atas wilayah mereka dan demikian hingga abad ke-16, manusia hidup menetap dengan batasan territorial tersebut dan tertata melalui hak kepengurusan tanah. Sebagai mana ketahui, negara-negara yang berbangsa tunggal baru mulai membeku selama abad ke-19. Dimulai dengan Pejanjian (1648), mulai disusunlah standar untuk menetap pembatasan wilayah domestik dan mengenali bangsa-bangsa yang merdeka. Setelah itu, kekaisaran-kekaisaran lama –Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Austro-Hungaria, Kekaisaran Inggris- mulai runtuh, dan mulai muncul negara-negara berbangsa tunggal. Oleh sebab itu, di sini nasionalisme merupakan hal baru dan merupakan sebuah fenomena modern. Sesudah itu, negara-negara berbangsa tunggal yang modern menjadi jantung sistem peperangan yang merupakan bencana besar yang dibangun atas dasar nasionalisme pada abad ke-20 Istilah negara dan bangsa terdengar seperti dua hal yang bertentangan.

Sebuah organisasi politik dengan peraturan-peraturan yang mengikat, kedaulatan, dan pemerintahan yang meliputi suatu wilayah geografis tertentu –menyatakan monopoli wewenang, mengendalikan angkatan bersenjata dan pelayanan kepada warganya, dan meyakini bahwa negara dapat menggunakan "kekuatan hukum" yang keras. Sebaliknya, bangsa mengandung pengertian sebagai perhimpunan manusia dan kebudayaan-sering kali ada hubungannya dengan agama, bahasa, suku, dan cara hidup bersama. Bangsa adalah alasan seseorang mengorbankan dirinya, bahkan jika perlu sampai mengorbankan nyawanya Sering kali hal ini dikait-kaitkan dengan nasionalisme, dan biasanya memunculkan identitas yang kuat saya adalah orang Jerman; orang adalah  suku Maori). Sering kali ada yang tidak secara nyata dibandingkan dengan komunitas yang dibayangkan (imagined community -yaitu sebuah istilah berpengaruh yang dikembangkan oleh Benedict Anderson untuk menjelaskan mengenai bagaimana nasionalisme dikaitkan dengan munculnya "print-capitalism" atau kapitalisme melalui bentuk cetak dan tumbuhnya penolakan atas gagasan-gagasan peraturan monarki dan utuh (ada banyak penelitian sosiologi terkini mengenai negara berbangsa tunggal dan kinerja kinerjanya oleh Michael Mann, Anthony Smith, dan Saskia Sassen; sering dengan perhatian mengenai ada atau tidaknya demokratisasi di negara-negara tersebut).


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar