Sebagan
besar orang yang hidup di bumi saat ini tinggal di dalam negara berbangsa
tunggal. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu fenomena baru dalam sejarah masa
kini. Jauh berbeda dengan masa lalu, ketika benua-benua berada di bawah
kekuasaan kepala suku, raja, kaisar, dan sultan yang masing-masing berbeda –para
penguasa yang lalim yang memerintah dengan paksaan dan teokrasi dijaga
kesatuannya oleh agama. Kelompok-kelompok etnis memberikan pengakuan atas
wilayah mereka dan demikian hingga abad ke-16, manusia hidup menetap dengan
batasan territorial tersebut dan tertata melalui hak kepengurusan tanah.
Sebagai mana ketahui, negara-negara yang berbangsa tunggal baru mulai membeku
selama abad ke-19. Dimulai dengan Pejanjian (1648), mulai disusunlah standar
untuk menetap pembatasan wilayah domestik dan mengenali bangsa-bangsa yang merdeka.
Setelah itu, kekaisaran-kekaisaran lama –Kekaisaran Rusia, Kekaisaran
Austro-Hungaria, Kekaisaran Inggris- mulai runtuh, dan mulai muncul
negara-negara berbangsa tunggal. Oleh sebab itu, di sini nasionalisme merupakan
hal baru dan merupakan sebuah fenomena modern. Sesudah itu, negara-negara
berbangsa tunggal yang modern menjadi jantung sistem peperangan yang merupakan
bencana besar yang dibangun atas dasar nasionalisme pada abad ke-20 Istilah
negara dan bangsa terdengar seperti dua hal yang bertentangan.
Sebuah
organisasi politik dengan peraturan-peraturan yang mengikat, kedaulatan, dan
pemerintahan yang meliputi suatu wilayah geografis tertentu –menyatakan monopoli
wewenang, mengendalikan angkatan bersenjata dan pelayanan kepada warganya, dan
meyakini bahwa negara dapat menggunakan "kekuatan hukum" yang keras.
Sebaliknya, bangsa mengandung pengertian sebagai perhimpunan manusia dan kebudayaan-sering
kali ada hubungannya dengan agama, bahasa, suku, dan cara hidup bersama. Bangsa
adalah alasan seseorang mengorbankan dirinya, bahkan jika perlu sampai
mengorbankan nyawanya Sering kali hal ini dikait-kaitkan dengan nasionalisme, dan
biasanya memunculkan identitas yang kuat saya adalah orang Jerman; orang adalah
suku Maori). Sering kali ada yang tidak
secara nyata dibandingkan dengan komunitas yang dibayangkan (imagined community
-yaitu sebuah istilah berpengaruh yang dikembangkan oleh Benedict Anderson
untuk menjelaskan mengenai bagaimana nasionalisme dikaitkan dengan munculnya
"print-capitalism" atau kapitalisme melalui bentuk cetak dan
tumbuhnya penolakan atas gagasan-gagasan peraturan monarki dan utuh (ada banyak
penelitian sosiologi terkini mengenai negara berbangsa tunggal dan kinerja
kinerjanya oleh Michael Mann, Anthony Smith, dan Saskia Sassen; sering dengan
perhatian mengenai ada atau tidaknya demokratisasi di negara-negara tersebut).
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar