Selasa, 27 Desember 2016

Filsafat Pengetahuan Mistik

Dalam perbincangan mengenai filsafat ilmu yang umumnya beredar, eksistensi pengetahuan mistik atau pengalaman-pengalaman spiritual masih sangat jarang. Pembahasan filsafat ilmu lazimnya masih bermain dalam wilayah empirikal dan rasional. Itulah mengapa secara global hanya dikenal dua metode, yaitu observasi (tajrib) dan metode logis (burhani) Kalaupun ada pembahasan mengenai wilayah keagamaan yang disinggung hanya aspek empirikal dan rasionalnya semata. Padahal dalam epistemologi Islam klasik telah dibicarakan tentang pengetahuan mistik, metode-metode untuk meraihnya, basis ontologis dan aspek aksiologis kemanfaatannya.

Klasifikasi ilmu oleh ilmuwan besar Islam era klasik Al-Farabi, bukan hanya ilmu-ilmu empiris, seperti fisika, botani, mineralogi dan astronomi, melainkan juga ilmu-ilmu non-empiris, seperti teologi, kosmologi, dan metafisika. Sehingga status ontologis objek-objek non-empiris diakui validitasnya dan aspek aksiologisnya diapresiasi bagi kehidupan manusia. oleh karena itu, kajian filsafat ilmu seyogianya melibatkan pula aspek pengetahuan mistik. Sebab, sebagaimana telah disadari oleh para ahli dewasa ini, pengetahuan mistik tidak sekadar memiliki teori pengetahuan atau metode-metode yang absah (epistemologis), atau mempunyai pijakan objektif yang riil (ontologis), tetapi juga membuahkan kemanfaatan praktis aksiologis) dalam kehidupan manusia baik individual maupun sosial.


Referensi : Zaprulkhan. 2014. Filsafat Islam. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar