Masyarakat
Ekonomi ASEAN ditegaskan melalui Keputusan presiden No 37 tahun 2014 tentang
Komite Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. MEA akan berlaku pada
Desember 2015. Idealitas MEA sebagaimana disepakati oleh para pemimpin ASEAN.
- Kawasan pasar bersama berbasis produksi.
- Kawasan ekonomi yang kompetitif.
- Kawasan pembangunan ekonomi yang merata
- Kawasan yang terintegrasi dalam ekonomi global.
Kondisi
tersebut merupakan tindak lanjut kerjasama regional yang sudah terjadi pada
dekade sebelumnya yang terjadi di Eropa, yakni MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa).
Di Asia tenggara, tindak lanjut tersebut memiliki kelemahan-kelemahan mencolok:
Kondisi MEA adalah sebuah praktik imperialisme kapital. Pada masa Prakolonial,
imperialisme dilakukan oleh para agen-agen kerjaan. Pada masa kolonial,
imperialisme dilakukan oleh agen rasialisme yang mengatasnamakan diri sebagai
negara-bangsa. Pada masa poskolonial, imperialisme dilakukan oleh kaum
Masalah-masalah yang terjadi dalam kondisi global memperlihatkan adanya kesenjangan
secara kultural pada masing-masing negara. Faktanya Singapura 25.207 USD per
tahun dibanding dengan Myanmar yang hanya 166 USD. Kesenjangan tersebut
menghasilkan kesenjangan budaya, politik, dan produk-produk ekonomi. Kondisi
kondisi tersebut menghasilkan sebuah tatanan dunia baru dalam praktik
imperialisme yang melibatkan ratusan aktor didunia dalam segala masa. Karena
itu, konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah sebuah praktik imperialisme dari
kaum pemodal yang mengatasnamakan perdagangan bebas. Bagaimana Inovasi
Dimungkinkan? Masyarakat yang berkembang pada masa kini dapat dirumuskan
melalui konsepsi Anthony Giddens sebagai berikut: Masyarakat minder yang
pragmatis.
Masyarakat
Indonesia adalah masyarakat konsumer atas segala produk di dunia. Itulah yang
kemudian dinamakan dengan globalisasi. Produk-produk kultural yang berasal dari
asing dianggap lebih bernilai ketimbang produk yang berada di dalam negeri.
Fakta-fakta yang muncul menunjukkan perasaan inferioritas kompleks yang
menghinggapi mental warga bangsa dalam praktik komunikasi. Sebagai contoh,
praktik berbahasa di dalam dunia ekonomi tidak lagi menggunakan bahasa
Indonesia sebagai alat berbahasa utama, tetapi hanya sebagai pelengkap dari
cara bertutur yang memanfaatkan bahasa asing semakin asing maka semakin baik
Praktik komunikasi di tengah masyarakat mengalami penyederhanaan melalui
pencitraan. Dampak dari tersebut praktik dalam kegiatan kultural adalah sebuah
kegiatan yang melibatkan fasilitas yang ada di dalam media sosial. Kehidupan
direduksi didalam dan dinilai dari model pemunculan di serat optic Kabinet
Kerja berorientasi. Target
operasionalisasi pemerintahan yang terjadi sekarang ini memanfaatkan
rasionalitas yang berorientasi pada keuntungan.Segala kesempatan dilakukan agar
menjadi uang. Rasionalisasi dilakukan di berbagai departemen pemerintahan
berdasarkan Surat Edaran Menteri Koordinator. Apakah Ada Jalan Keluar?
Kurikulum
2013 harus memiliki keberpihakan politik ideologi Selama ini praktik pendidikan
di Indonesia mengandalkan rasionalitas inovasi (growth mind), tetapi
mengabaikan pengem bangan ideologi yang berasal dari fixed mind). Pentingnya
memahami konsep dasar MEA sebagai perluasan dari imperialisme pascakolonial
dengan pelaku adalah kaum kapitalis multinasional. Dasar filosofisnya adalah
ketamakan.Pendidikan Inovatif dimulai dari pembangunan mental percaya diri bagi
setiap subjek pendidikan. kita membutuhkan para aktor yang berpikir secara
ektrem dalam konteks inovatif Pemikiran yang didasarkan pada koridor
konvensional akan menghasilkan para medioker yang tidak memberikan sumbangan
banyak bagi pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Jalan keluar tersebut akan
mengakibatkan struktur kebijakan pendidikan berubah. Dengan begitu, perubahan
tidak sekadar tertuju pada kebijakan secara umum, tetapi juga hingga materi
pendidikan yang mengikutsertakan konteks trans-nasional yang kian mendesak.
Pendidikan kewargaan dalam kontek ASEAN sangat diperlukan bagi peserta didik
karena mereka akan mampu menjawabpersoalan-persoalan yang akan datang dengan
pola pikir yang sudah tertanam.
Referensi
: Rohman, Saifur dan Wibowo, Agus. 2016. Filsafat Pendidikan Masa Depan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar