Selasa, 27 Desember 2016

Cikal Bakal Sosiologi Barat yang Modern

Dunia modern Barat menggunakan bentuk kecerdasan mereka antara abad ke-15 dan 18, selama pencarian emansipasi dari dogmatisme religius dan absolutis dan terorisme melalui pencarian ilmu pengetahuan dan perjuangan "kebebasan dan hak asasi". Di sini kita dapat melihat sisa-sisa dari takhayul, ilmu sihir, agama, gereja, dan berbagai monarki dan aristokrasi. Di sini kita juga menemukan cerita horor dari sejarah panjang Penyelidikan Bangsa Spanyol, perburuan ilmu sihir, Peperangan Tiga Puluh Tahun dan Perang Sipil Inggris, serta terakhir revolusi Prancis dan Amerika -seiring dengan tumbuhnya perbudakan dan kemudian emansipasi akhir. Masa ini juga melihat kenaikan kapitalisme dagang dan kolonialisasi (juga penindasan) besar-besaran secara bertahap terhadap sebagian besar wilayah di dunia oleh bangsa di Eropa. Secara serempak, terlihat juga kemunculan gerakan-gerakan emansipasi secara bertahap yang menuntut akan kebebasan mereka atas nama kaum perempuan, budak, dan semua kaum minoritas lainnya. Pencerahan berkaitan dengan banyak pemikir, termasuk Diderot, Hobbes, Hogarth, Hume, Kant, Locke, Mozart, Newton, Pope, Rousseau, Voltaire, dan lainnya -memberikan pernyataan kepada dunia untuk berpikir secara rasional, ilmiah, dan progresif.

Kita dihadapkan pada masa depan yang mungkin akan lebih baik. Kemajuan merupakan agenda dari pemikiran rasional. Dengan sering menatap kembali pada bangsa Yunani kuno, mereka mengajukan beberapa pertanyaan yang sangat penting mengenai masyarakat, pertanyaan yang masih menghantui sosiologi sampai sekarang. Kotak "Teka-Teki Pemikiran Pencerahan" menguraikan beberapa pertanyaan besar tersebut. Sekali lagi, dalam sebuah buku kecil semacam ini, saya tidak dapat menindaklanjuti gagasan-gagasan tersebut. Banyak pemikir (seperti Adorno, Horkheimer, dan Foucault) sangat kritis pada sudut pandang mengenai dunia yang rasional, optimistis, dan terpusat pada bangsa Barat ini. Mereka menyebutkan bahwa pandangan-pandangan semacam itu telah menghasilkan sebuah dunia yang terlalu instrumental, teknis, mengendalikan –sebagai pertanda masyarakat modern yang penuh kewaspadaan, rasionalitas modern, kekecewaan, dan bahkan Peristiwa Holocaust. Meskipun demikian, banyak juga yang memandangnya sebagai sebuah kemajuan kritis dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan rasionalitas sebagai alat untuk mencoba memahami dunia dan mengubahnya demi hidup yang lebih baik.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar