Dunia
modern Barat menggunakan bentuk kecerdasan mereka antara abad ke-15 dan 18,
selama pencarian emansipasi dari dogmatisme religius dan absolutis dan
terorisme melalui pencarian ilmu pengetahuan dan perjuangan "kebebasan dan
hak asasi". Di sini kita dapat melihat sisa-sisa dari takhayul, ilmu
sihir, agama, gereja, dan berbagai monarki dan aristokrasi. Di sini kita juga
menemukan cerita horor dari sejarah panjang Penyelidikan Bangsa Spanyol,
perburuan ilmu sihir, Peperangan Tiga Puluh Tahun dan Perang Sipil Inggris,
serta terakhir revolusi Prancis dan Amerika -seiring dengan tumbuhnya
perbudakan dan kemudian emansipasi akhir. Masa ini juga melihat kenaikan
kapitalisme dagang dan kolonialisasi (juga penindasan) besar-besaran secara bertahap
terhadap sebagian besar wilayah di dunia oleh bangsa di Eropa. Secara serempak,
terlihat juga kemunculan gerakan-gerakan emansipasi secara bertahap yang
menuntut akan kebebasan mereka atas nama kaum perempuan, budak, dan semua kaum
minoritas lainnya. Pencerahan berkaitan dengan banyak pemikir, termasuk Diderot,
Hobbes, Hogarth, Hume, Kant, Locke, Mozart, Newton, Pope, Rousseau, Voltaire,
dan lainnya -memberikan pernyataan kepada dunia untuk berpikir secara rasional,
ilmiah, dan progresif.
Kita
dihadapkan pada masa depan yang mungkin akan lebih baik. Kemajuan merupakan agenda
dari pemikiran rasional. Dengan sering menatap kembali pada bangsa Yunani kuno,
mereka mengajukan beberapa pertanyaan yang sangat penting mengenai masyarakat,
pertanyaan yang masih menghantui sosiologi sampai sekarang. Kotak
"Teka-Teki Pemikiran Pencerahan" menguraikan beberapa pertanyaan
besar tersebut. Sekali lagi, dalam sebuah buku kecil semacam ini, saya tidak dapat
menindaklanjuti gagasan-gagasan tersebut. Banyak pemikir (seperti Adorno,
Horkheimer, dan Foucault) sangat kritis pada sudut pandang mengenai dunia yang
rasional, optimistis, dan terpusat pada bangsa Barat ini. Mereka menyebutkan
bahwa pandangan-pandangan semacam itu telah menghasilkan sebuah dunia yang
terlalu instrumental, teknis, mengendalikan –sebagai pertanda masyarakat modern
yang penuh kewaspadaan, rasionalitas modern, kekecewaan, dan bahkan Peristiwa
Holocaust. Meskipun demikian, banyak juga yang memandangnya sebagai sebuah
kemajuan kritis dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan rasionalitas sebagai
alat untuk mencoba memahami dunia dan mengubahnya demi hidup yang lebih baik.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar