Kehidupan
sosial selalu mempunyai masa lalu, masa sekarang, dan masa depan dan selalu
dalam pergerakan. Apa pun yang Anda pelajari, perpindahan penduduk, musik, atau
gerakan massa, para sosiolog akan berkeinginan untuk memahami sejarah mereka,
cara mereka hidup secara dramatis di sini dan pada saat ini, dan akhirnya
merasakan pergerakan mereka -bahkan kemungkinan keberadaan mereka (meskipun
mereka bukan pakar masa depan-masa depan tidak pernah dapat diketahui). Mereka
selalu sibuk. Sosiologi sedikit seperti ilmu sejarah kontemporer. Sosiologi
memusatkan perhatiannya pada dunia ini secara terperinci –tetapi menyesuaikan
dengan kehidupan masa kini. Namun, itu saja tak cukup. Segala hal yang berbau
sosial memiliki masa lalu dan sosiologi harus mendalami sisi arkeologi dari
segala hal yang berhubungan dengan dunia sosial itu. Lebih dari itu: masa lalu
penuh dengan kemajemukan dan sampai sekarang kemajemukan itu masih ada
-keberagaman itu menjadi momok yang tidak pernah berujung. Dan ilmu sejarah ini
bersifat tegas dan mendetail.
Beberapa
penelitian besar telah dilakukan pada negara-negara berbangsa tunggal (sebagai
contoh seperti yang dilakukan oleh Michael Mann mengenai genosida; Charles
Tilley mengenai gerakan-gerakan kemasyarakatan). Sosiologi juga mengamati sejarah
hal-hal terkutuk yang rinci -sejarah sosial mengenai toilet, telepon, dan tomat
sejalan dengan itu, mungkin sekarang kita dapat menambahkan dengan sejarah
sosial tidur, hubungan seksual, dan tarian salsa! Coba perhatikan
masalah-masalah sosial pada masa kini dan pikirkan bagaimana mereka
dibayang-bayangi oleh masa lalu. Sejarah memang merupakan masalah sentral dalam
sosiologi, dan para sosiolog pun tahu bahwa kita hidup di zaman sekarang.
Perhatian kita terpusat pada masa lalu yang majemuk -negara-negara lain- yang
masih ada di masa sekarang. Masa lalu itu sendiri selalu dibangun dari masa
sekarang, yang kemudian akan menghilang dengan sendirinya. Hal ini memunculkan
persoalan masa. Ada, dalam harapan kita, sosiologi mengenai masa yang
memerhatikan seluruh pembentukan "tatanan sementara".
Masa
itu sendiri tidak dapat dipastikan dan diberikan, melainkan menjadi suatu hal
problematis yang dihasilkan oleh manusia. Kita tidak selamanya memiliki jam,
dan bentuknya pun beragam di seluruh penjuru dunia, hingga pada suatu ketika
jam ditemukan, cara hidup kita pun mungkin mulai berubah. Ya, ada juga
sosiologi mengenai jam). Sosiologi masa mempelajari bagaimana kita memahami
waktu -secara objektif melalui jam dan ukuran lainnya, dan juga secara
subjektif- bagaimana kita menjalani putaran waktu dalam kehidupan sehari-hari
(disebut dengan fenomenologi waktu) dan bahkan bagaimana kita membangun ingatan
(ingatan sosial) kita akan masa lalu. Dalam sosiologi, ingatan tidak dapat
dipandang sederhana sebagai pembawaan psikologis individu, tetapi lebih sebagai
suatu hal terpisah yang tersusun oleh kelompok masyarakat kita. Ingatan adalah
suatu hal yang bersifat kolektif.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar