Selasa, 27 Desember 2016

Kesadaran Sejarah dalam Sudut Pandang Sosiologi

Kehidupan sosial selalu mempunyai masa lalu, masa sekarang, dan masa depan dan selalu dalam pergerakan. Apa pun yang Anda pelajari, perpindahan penduduk, musik, atau gerakan massa, para sosiolog akan berkeinginan untuk memahami sejarah mereka, cara mereka hidup secara dramatis di sini dan pada saat ini, dan akhirnya merasakan pergerakan mereka -bahkan kemungkinan keberadaan mereka (meskipun mereka bukan pakar masa depan-masa depan tidak pernah dapat diketahui). Mereka selalu sibuk. Sosiologi sedikit seperti ilmu sejarah kontemporer. Sosiologi memusatkan perhatiannya pada dunia ini secara terperinci –tetapi menyesuaikan dengan kehidupan masa kini. Namun, itu saja tak cukup. Segala hal yang berbau sosial memiliki masa lalu dan sosiologi harus mendalami sisi arkeologi dari segala hal yang berhubungan dengan dunia sosial itu. Lebih dari itu: masa lalu penuh dengan kemajemukan dan sampai sekarang kemajemukan itu masih ada -keberagaman itu menjadi momok yang tidak pernah berujung. Dan ilmu sejarah ini bersifat tegas dan mendetail.

Beberapa penelitian besar telah dilakukan pada negara-negara berbangsa tunggal (sebagai contoh seperti yang dilakukan oleh Michael Mann mengenai genosida; Charles Tilley mengenai gerakan-gerakan kemasyarakatan). Sosiologi juga mengamati sejarah hal-hal terkutuk yang rinci -sejarah sosial mengenai toilet, telepon, dan tomat sejalan dengan itu, mungkin sekarang kita dapat menambahkan dengan sejarah sosial tidur, hubungan seksual, dan tarian salsa! Coba perhatikan masalah-masalah sosial pada masa kini dan pikirkan bagaimana mereka dibayang-bayangi oleh masa lalu. Sejarah memang merupakan masalah sentral dalam sosiologi, dan para sosiolog pun tahu bahwa kita hidup di zaman sekarang. Perhatian kita terpusat pada masa lalu yang majemuk -negara-negara lain- yang masih ada di masa sekarang. Masa lalu itu sendiri selalu dibangun dari masa sekarang, yang kemudian akan menghilang dengan sendirinya. Hal ini memunculkan persoalan masa. Ada, dalam harapan kita, sosiologi mengenai masa yang memerhatikan seluruh pembentukan "tatanan sementara".     
Masa itu sendiri tidak dapat dipastikan dan diberikan, melainkan menjadi suatu hal problematis yang dihasilkan oleh manusia. Kita tidak selamanya memiliki jam, dan bentuknya pun beragam di seluruh penjuru dunia, hingga pada suatu ketika jam ditemukan, cara hidup kita pun mungkin mulai berubah. Ya, ada juga sosiologi mengenai jam). Sosiologi masa mempelajari bagaimana kita memahami waktu -secara objektif melalui jam dan ukuran lainnya, dan juga secara subjektif- bagaimana kita menjalani putaran waktu dalam kehidupan sehari-hari (disebut dengan fenomenologi waktu) dan bahkan bagaimana kita membangun ingatan (ingatan sosial) kita akan masa lalu. Dalam sosiologi, ingatan tidak dapat dipandang sederhana sebagai pembawaan psikologis individu, tetapi lebih sebagai suatu hal terpisah yang tersusun oleh kelompok masyarakat kita. Ingatan adalah suatu hal yang bersifat kolektif.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar