Konsep
diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa
yang ia ketahui dan rasakan tentang prilakunya, isi pikiran dan perasaannya,
serta bagaimanan prilakunya tersebut berpengaruh terhadap orang lain. Di sini
konsep diri yang dimaksud adalah bayangan seseorang tentang keadaan dirinya
sendiri pada saat ini dan bukanlah bayangan ideal dari dirinya sendiri
sebagaimana yang diharapkan atau yang disukai oleh individu bersangkutan.
Konsep diri berkembang dari pengalaman seseorang tentang berbagai hal mengenai dirinya
sejak kecil, terutama yang berkaitan dengan perlakuan orang lain terhadap
dirinya.
Konsep
diri seseorang mula-mula berbentuk dari perasaan apakah ia diterima dan
diinginkan kehadirannya oleh keluarganya. Melalui perlakuan yang berulang-ulang
dan setelah menghadapi sikap-sikap tertentu dari ayah-ibu-kaka dan adik ataupun
orang lain di lingkup kehidupannya, akan berkembanglah konsep diri seseorang.
Konsep diri ini yang ada mulanya berasal dari perasaan dihargai atau tidak dihargai.
Perasaan inilah yang menjadi landasan dari pandangan, penilaian, atau bayangan
seseorang mengenai dirinya sendiri yang keseluruhannya disebut konsep diri.
Dalam
teori Psikoanalisis, prosese perkembangan konsep diri disebut proses
pembentukan ego (the process of ego
formation). Menurut aliran ini ego yang sehat adalagh ego yang dapat
mengontrol dan mengarahkan kebutuhan primitif (dorongan libidu) supaya setara
dngan dorongan dari super ego serta tuntutan lingkungan.
Untuk
mengembangkan ego atau diri yang sehat adalah dengan memberikan kasih sayang
yang cukup dan dengan cara orang tua menunjukkan sikap menerima anaknya dengan
segala kelebihan dan kekurangannya, terutama pada tahun-tahun pertama dari
perkembangannya. Dalam kaitan ini, konsep diri terbentuk empat faktor, yaitu
kemampuan, perasaan mempunyai arti bagi orang lain, kebajikan dan kekuatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar