Selasa, 13 Desember 2016

Konsep Diri

Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa yang ia ketahui dan rasakan tentang prilakunya, isi pikiran dan perasaannya, serta bagaimanan prilakunya tersebut berpengaruh terhadap orang lain. Di sini konsep diri yang dimaksud adalah bayangan seseorang tentang keadaan dirinya sendiri pada saat ini dan bukanlah bayangan ideal dari dirinya sendiri sebagaimana yang diharapkan atau yang disukai oleh individu bersangkutan. Konsep diri berkembang dari pengalaman seseorang tentang berbagai hal mengenai dirinya sejak kecil, terutama yang berkaitan dengan perlakuan orang lain terhadap dirinya.

Konsep diri seseorang mula-mula berbentuk dari perasaan apakah ia diterima dan diinginkan kehadirannya oleh keluarganya. Melalui perlakuan yang berulang-ulang dan setelah menghadapi sikap-sikap tertentu dari ayah-ibu-kaka dan adik ataupun orang lain di lingkup kehidupannya, akan berkembanglah konsep diri seseorang. Konsep diri ini yang ada mulanya berasal dari perasaan dihargai atau tidak dihargai. Perasaan inilah yang menjadi landasan dari pandangan, penilaian, atau bayangan seseorang mengenai dirinya sendiri yang keseluruhannya disebut konsep diri.
Dalam teori Psikoanalisis, prosese perkembangan konsep diri disebut proses pembentukan ego (the process of ego formation). Menurut aliran ini ego yang sehat adalagh ego yang dapat mengontrol dan mengarahkan kebutuhan primitif (dorongan libidu) supaya setara dngan dorongan dari super ego serta tuntutan lingkungan.

Untuk mengembangkan ego atau diri yang sehat adalah dengan memberikan kasih sayang yang cukup dan dengan cara orang tua menunjukkan sikap menerima anaknya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, terutama pada tahun-tahun pertama dari perkembangannya. Dalam kaitan ini, konsep diri terbentuk empat faktor, yaitu kemampuan, perasaan mempunyai arti bagi orang lain, kebajikan dan kekuatan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar