Selasa, 13 Desember 2016

Perkembangan Industri di Daerah Maritim

Di Indonesia banyak mengadakan pembangunan demi kesejahteraaan rakyat dan banyak menyebabkan perubahan disegala bidang terutama perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Definisi dari pembangunan itu sendiri ialah perubahan kemasyarakatan yang besar, dari satu tingkat kesejahteraan ketingkat berikutnya yang dihargai lebih tinggi “(S.M. Katz, dikutip Ndraha, 1987)”. Yang berarti pembangunan merupakan suatu perubahan, pertumbuhan sadar, modernitas, pembinaan, kesejahteraaan, berencana, bangsa, Negara dan pemerintah. Berbeda dengan perubahan yang netral, maka pembangunan merupakan sauatu gejalaperubahan yang dipandang mempunyai arah kedepan atau maju dan syarat dengan nilai maju kearah yang lebih baik, keleuar dari arah keterbelakangan, berkembang dari tradisional menuju masyarakat modern.
Didalam setiap pembangunan pasti dibutuhkannay peran ilmu pengetahuan dan teknologi yang memfasilitasi disegala aspek pembangunan. Ilmu pengetahuan dibutuhkan sebagia metode untuk mendapatkan data  dan informasi yang shahih mengenai fenomena alam maupun sosial. Sedanagkan dalam penguasaan teknologi yang diterapkan dalam bidang pendidikan maupun sosial serta aspek lainnya sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan solusi bagi masalah-masalah praktis.
Sejarah peradaban manusia dapat dipandang sebagai suatu proses kea rah peningkatan sikap rasional, pada masa lalu pengambilan keputusan berpedoman pada tradisi, pengalaman, kharisma dan kekerasan. Dengan berjalannya waktu pengambilan keputusan menjadi lebih berpedoman pada hasil kalkulasi atas kemungkinan untung rugi, atau dengan kata lain evaluasi rasional dari beragam alternative untuk mencapai tujuan.
Didalam proses ini ilmu pengetahuan bertambah lama bertambah penting, menggantikan pedoman pengambilan keputusan yang lama dan pada akhirnya ilmu pengetahuan dan ilmuan menempati posisi tinggi sebagai otoritas paling tinggi di dalam proses pengambilan keputusan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masuk ke daerah maritim membuat masyarakat daerah tersebut mengalami perubahan dari segala aspek terutama pendidikan yang dimana pada masa lalu pendidikan formal dianggap  kuarang penting dan tidak berarti, tetapi sekarang tidak sedidkit para masyarakat mementingkan pendidikan formal sampai ke jenjang yang lebih tinggi dan mempengaruhi pula pola pikir masyarakat terhadap sesuatu yang amsuk ke daerahnya. Buakn ahanya pendidikan tapi dari segi struktur pertanian dan pengelolaan kekuasaan sudah mulai berkembang majudari segi pelayanan masyarakat yang terppelajar pada masyarakat yang awam dan kemajuan teknologi pada bidang pertanian yamg membantu warga masyarakat lebih cepat panen dan menanam kembali hasil pertaniaannya.
Akan tetapi meskipun modernisasi berkembang didaerah maritime kebudayaan seperti tardisi, adat istiadat tetap masih mengalami kepermanena yang dianggap sakral bagi masyarakat didaerah tersebut. Pembangunan ini membuat perubahan-perubahan besar yang sama dipandang sebagai proses  tumbuhnya hubungan ketergantungan dari Negara-negara sedang berkembang terhadap negara-negara industri maju.
School (1980) menguraikan proses modernisasi secara lebih rinci diantaranya:
1.   Perubahan yang ada sebagai proses transformasi masyarakat tradisional ke masyarakat modern.
2.      Sebagai tumbuhnya industrialisasi seperti yang terjadi dibarat.
3.      Sebagai tumbuhnya ilmu pengetahuan.
4.      Sebagai usaha mengejar ketertinggalan dari negra industri maju.
5.   Secara poltis merupakan proses bertambahnya pengaruh dan tugas birokrasi negara, dan bertambahnya ciri rasionalisme organisasi dan
6.    Secara sosiologis dan antropologis sebagai proses diferensiasi sosial dan pembesaran skala.
Kelemahan yang terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia adalah masih mempunyai ketergantungan pada negara maju dari segala aspek seperti ekonomi, politik yang diharuskan dalam setiap negara serta acuan untuk contoh atau pin peniruan bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.
Didalam masyarakat kedudukan individu tidak selau sama dari waktu ke waktu. Peningkatan karir selain membuat seseorang naik ke lapisan yang lebih tinggi dalam pekerjaannya juga dapat membuatnya menduduki lapisan sosial yang lebih tinggi dalam masyarakat. Sebagian masyarakat yang memiliki legalitas yang tinggi dari pendidikannya pasti akan terjun kedunia industri dan berperan lebiih penting dan jauh dalam mengharapkan ekonomi dan pengalaman hidup dibandingkan dengan individu atau sebagian masyarakat yang mempunyai pendidikan rendah bahkan tidak menempuh pendidikan formal dari kecil yang mengrusakn hanya bisa dibidang pertanian dan sehari-hari tanpa adanya perubahan tapi dia memiliki pengetahuan dan pengalamman yang baik pada bidang pertanian dan perkebunan.
Bagi masyarakat yang hanya diam dan terpuruk dikampung tidak ingin mencari pengalaman ke luar membuat komunikasinya tidak luas hanya pada satau arah, akan tetapi komunikasi penting dalam kehidupan sosial karean komunikasi pada individu sangat kental dipengaruhi oleh kebudayaan dan struktur sosial masyarakatnya. Pola komunikasi juga dipengaruhi oleh bentuk masyarakatnya. Pada masyarakat tradisional komunikasi pada umumnya terjadi dengan berhadapan muka (komunikasi primer), sedang pada masyarakat modern lebih banyak melalui media (komunikasi sekunder). Ciri lain dari komunikasi pada masyarakat didaerah maritime atau yang masih tradisional adalah melekatnya status sosial pada proses komunikasi itu, dan dapat dilihat dari pemilihan kata-katanya setiap hari. Banyak hal yang mempengaruhi perubahan didaerah maritim seperti halnya pengaruh media massa pada masyarakat, tidak semua masyarakat mengerti akan teknologi dan media mssa yang berkembang dikarenakan kurangnya pendidikan dan pengetahuan yang berkembang. Ini semua. Dan seharusnya bagi sebagian masyarakat yang mengerti teknologi dan media sosial mengharuskan mengajarkan pengetahuan bagi yang awam agar tidak adanya ketertinggalan dan buta akan teknologi tanpa harus menghilangkan kebudayaan yang berkembang didalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar