Di Indonesia
banyak mengadakan pembangunan demi kesejahteraaan rakyat dan banyak menyebabkan
perubahan disegala bidang terutama perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Definisi dari pembangunan itu sendiri ialah perubahan kemasyarakatan yang
besar, dari satu tingkat kesejahteraan ketingkat berikutnya yang dihargai lebih
tinggi “(S.M. Katz, dikutip Ndraha, 1987)”. Yang berarti pembangunan merupakan
suatu perubahan, pertumbuhan sadar, modernitas, pembinaan, kesejahteraaan,
berencana, bangsa, Negara dan pemerintah. Berbeda dengan perubahan yang netral,
maka pembangunan merupakan sauatu gejalaperubahan yang dipandang mempunyai arah
kedepan atau maju dan syarat dengan nilai maju kearah yang lebih baik, keleuar
dari arah keterbelakangan, berkembang dari tradisional menuju masyarakat
modern.
Didalam
setiap pembangunan pasti dibutuhkannay peran ilmu pengetahuan dan teknologi
yang memfasilitasi disegala aspek pembangunan. Ilmu pengetahuan dibutuhkan
sebagia metode untuk mendapatkan data
dan informasi yang shahih mengenai fenomena alam maupun sosial.
Sedanagkan dalam penguasaan teknologi yang diterapkan dalam bidang pendidikan
maupun sosial serta aspek lainnya sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan
yang memberikan solusi bagi masalah-masalah praktis.
Sejarah
peradaban manusia dapat dipandang sebagai suatu proses kea rah peningkatan
sikap rasional, pada masa lalu pengambilan keputusan berpedoman pada tradisi,
pengalaman, kharisma dan kekerasan. Dengan berjalannya waktu pengambilan
keputusan menjadi lebih berpedoman pada hasil kalkulasi atas kemungkinan untung
rugi, atau dengan kata lain evaluasi rasional dari beragam alternative untuk
mencapai tujuan.
Didalam
proses ini ilmu pengetahuan bertambah lama bertambah penting, menggantikan
pedoman pengambilan keputusan yang lama dan pada akhirnya ilmu pengetahuan dan
ilmuan menempati posisi tinggi sebagai otoritas paling tinggi di dalam proses
pengambilan keputusan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masuk
ke daerah maritim membuat masyarakat daerah tersebut mengalami perubahan dari
segala aspek terutama pendidikan yang dimana pada masa lalu pendidikan formal
dianggap kuarang penting dan tidak
berarti, tetapi sekarang tidak sedidkit para masyarakat mementingkan pendidikan
formal sampai ke jenjang yang lebih tinggi dan mempengaruhi pula pola pikir
masyarakat terhadap sesuatu yang amsuk ke daerahnya. Buakn ahanya pendidikan
tapi dari segi struktur pertanian dan pengelolaan kekuasaan sudah mulai
berkembang majudari segi pelayanan masyarakat yang terppelajar pada masyarakat
yang awam dan kemajuan teknologi pada bidang pertanian yamg membantu warga
masyarakat lebih cepat panen dan menanam kembali hasil pertaniaannya.
Akan tetapi
meskipun modernisasi berkembang didaerah maritime kebudayaan seperti tardisi,
adat istiadat tetap masih mengalami kepermanena yang dianggap sakral bagi
masyarakat didaerah tersebut. Pembangunan ini membuat perubahan-perubahan besar
yang sama dipandang sebagai proses
tumbuhnya hubungan ketergantungan dari Negara-negara sedang berkembang
terhadap negara-negara industri maju.
School
(1980) menguraikan proses modernisasi secara lebih rinci diantaranya:
1. Perubahan yang ada sebagai proses
transformasi masyarakat tradisional ke masyarakat modern.
2. Sebagai tumbuhnya industrialisasi seperti
yang terjadi dibarat.
3. Sebagai tumbuhnya ilmu pengetahuan.
4. Sebagai usaha mengejar ketertinggalan dari
negra industri maju.
5. Secara poltis merupakan proses bertambahnya
pengaruh dan tugas birokrasi negara, dan bertambahnya ciri rasionalisme
organisasi dan
6. Secara sosiologis dan antropologis sebagai
proses diferensiasi sosial dan pembesaran skala.
Kelemahan
yang terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia adalah masih mempunyai
ketergantungan pada negara maju dari segala aspek seperti ekonomi, politik yang
diharuskan dalam setiap negara serta acuan untuk contoh atau pin peniruan bagi
Indonesia untuk menjadi negara maju.
Didalam
masyarakat kedudukan individu tidak selau sama dari waktu ke waktu. Peningkatan
karir selain membuat seseorang naik ke lapisan yang lebih tinggi dalam
pekerjaannya juga dapat membuatnya menduduki lapisan sosial yang lebih tinggi
dalam masyarakat. Sebagian masyarakat yang memiliki legalitas yang tinggi dari
pendidikannya pasti akan terjun kedunia industri dan berperan lebiih penting
dan jauh dalam mengharapkan ekonomi dan pengalaman hidup dibandingkan dengan
individu atau sebagian masyarakat yang mempunyai pendidikan rendah bahkan tidak
menempuh pendidikan formal dari kecil yang mengrusakn hanya bisa dibidang
pertanian dan sehari-hari tanpa adanya perubahan tapi dia memiliki pengetahuan
dan pengalamman yang baik pada bidang pertanian dan perkebunan.
Bagi
masyarakat yang hanya diam dan terpuruk dikampung tidak ingin mencari
pengalaman ke luar membuat komunikasinya tidak luas hanya pada satau arah, akan
tetapi komunikasi penting dalam kehidupan sosial karean komunikasi pada
individu sangat kental dipengaruhi oleh kebudayaan dan struktur sosial
masyarakatnya. Pola komunikasi juga dipengaruhi oleh bentuk masyarakatnya. Pada
masyarakat tradisional komunikasi pada umumnya terjadi dengan berhadapan muka
(komunikasi primer), sedang pada masyarakat modern lebih banyak melalui media
(komunikasi sekunder). Ciri lain dari komunikasi pada masyarakat didaerah maritime
atau yang masih tradisional adalah melekatnya status sosial pada proses
komunikasi itu, dan dapat dilihat dari pemilihan kata-katanya setiap hari.
Banyak hal yang mempengaruhi perubahan didaerah maritim seperti halnya pengaruh
media massa pada masyarakat, tidak semua masyarakat mengerti akan teknologi dan
media mssa yang berkembang dikarenakan kurangnya pendidikan dan pengetahuan
yang berkembang. Ini semua. Dan seharusnya bagi sebagian masyarakat yang
mengerti teknologi dan media sosial mengharuskan mengajarkan pengetahuan bagi
yang awam agar tidak adanya ketertinggalan dan buta akan teknologi tanpa harus
menghilangkan kebudayaan yang berkembang didalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar