Secara
singkat, filsafat pendidikan dapat dimengerti sebagai kajian filosofis tentang
asumsi-asumsi dasar, konsep, prinsip-prinsip hingga kategori di dalam
pendidikan. Pendidikan dilihat bukan sekedar sebagai
konsepsi apriori, tetapi sebagai langkah-langkah aposteriori yang melibatkan
fakta-fakta empiris. Karena itu, filsafat pendidikan adalah
sebuah upaya pemeriksaan yang menyeluruh terhadap hal-hal utama di dalam
pendidikan. Sebagai contoh persoalan filosofis
dalam pendidikan adalah pertanyaan
berikut ini :
1.
Apa makna terdalam dari pendidikan?
2.
Bagaimana eksistensi pendidikan?
3.
Di manakah penyelenggaraan pendidikan yang palin rasional?
4.
Sejak kapan penyelenggaraan pendidikan yang esensial dapat
dilakukan?
5.
Bagaimana baiknya sebuah pendidikan dilaksanakan?
6.
Siapakah subjek yang terlibat di dalam pendidikan?
7.
Bagaimana sebuah pendidikan yang buruk?
8.
Bagaimana penyelenggaraan pendidikan benar?
9.
Bagaimana hubungan masing-masing masalah filosofis tersebut di
dalam penyelenggaraan pendidikan?
10.
Apa hubungan esensi pendidikan dengan tujuan dari pendidikan?
Pertanyaan
tersebut dapat diringkas dalam kajian filsafat teoritis, yakni pertanyaan
yang didasarkan pada konsep ontology (metafisik), aksiologi (etis), dan
epistemologis. Jadi dengan kata lain, filsafat pendidikan adalah upaya
memfilsafatkan kondisi pendidikan; bagiamana pendidikan diringkas di dalam di
dalam cabang-cabang filsafat; bagaimana segala sebab akibat dari
penyelenggaraan pendidikan susun dalam kerangka filsafat.
Referensi :
Rohman, Saifur dan Wibowo, Agus. 2016. Filsafat Pendidikan Masa Depan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar