Selasa, 13 Desember 2016

Motivasi Belajar Peserta Didik

Motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan tertentu guna mencapai suatu tujuan kebutuhan. Peranan motivasi dalam mempelajari tingkah laku seseorang besar sekali hal ini menurut wisnubroto hendrojuono disebabkan, motivasi diperlukan bagi stimulus yang memprkuat dan mempertahankan perilaku yang dikehendaki yang merupakan kondisi mutlak bagi proses belajar, motivasi menyebabkan timbulnya berbagai tingkah laku, dimana salah satu di antaranya mungkin dapat merupakan perilaku yang dikehendaki.

Eysenck dan kawan kawan menjelaskan fungsi motivasi antara lain menjelaskan dan mengontrol tingkah laku. Menjelaskan tingkah laku berarti dengan mempelajari motivasi, dapat diketahui mengapa siswa melakukan suatu pekerjaan dengan tekun dan rajin, sementara siswa lain acuh terhadap pekerjaan itu. Mengontrol tingkah laku maksudnya, dengan mempelajari motivasi dapa diketahui mengapa seseorang sangat menyenangi dan kurang menyenangi objek yang lain.
Jika di kaitkan dengan kegiatan belajar mengajar, siswa akan berusaha selalu mendekati hal hal yang menyenangkan. Bagi guru, ini merupakan prinsip penting, yaitu menimbulkan suasana stimulus yang selalu menyenangkan siswa, sehingga siswa selalu berkeinginan untuk belajar.
Menurut Atkinson di dalam setiap diri individu selalu terdapat pertentangan antara harapan akan sukses yang menyebabkan seseorang termotivasi untuk mencari atau mendekati pencapaian tujuan, sedangkan rasa takut akan mengalami kegagalan menyebabkan orang termotivasi untuk menjauhi atau menghindari pencapaian tujuan. Motivasi yang terjadi pada diri seseorang terjadi hasil dari interaksi antara harapan akan sukses dan rasa takut akan mengalami kegagalan.
Buchari jainun menyebutkan motivasi adalah bagian fundamental dari kegiatan manajemen, sehingga dapat ditujukan untuk pengerahan potensi dan daya manusia dengan jalan menimbulkan dan menumbuhkan keinginan yang tinggi, kebersamaan dalam menjalankan tugas. Motivasi berprestasi dapat diartikan dorongan untuk mengerjakan suatu tugas dengan sebaik-baiknya berdasarkan standar keunggulan. Motivasi berprestasi bukan sekedar dorongan untuk berbuat, tetapi mengacu kepada suatu ukuran keberhasilan berdasarkan penilaian terhadap tugas yang dikerjakan seseorang.
Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan dalam belajar. Besar kecilnya pengaruh tersebut tergantung pada intensitasnya. Dan pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar, tergantung pada kondisi dalam lingkungan dan kondisi individu. Dalam pejalan hidupnya, tiap orang akan banyak mengalami peristiwa, diaman harapannya tidak selamanya terpenuhi. Hal ini mengakibatkan adanya berbagai kesenjangan antara harapan dan kenyataan, dan oleh karena itu dalam diri seseorang akan terdapat berbagai Primary Affect yang merupakan sumber berbagai motif. Harapan seseorang terbentuk melalui belajar dalam linkungannya dan suatu prestasi berkaitan erat dengan harapan. Suatu harapan selalu mengandung standar keunggulan dan standar ini mungkin berasal dari tuntutan orang tua atau lingkungan kultur seseorang dibesarkan. Oleh karena itu standar keunggulan merupakan kerangka acuan bagi seseorang tatkala ia belajar mengerjakan suatu tugas, memecahkan masalah dan mempelajari keterampilan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar