Motivasi
adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang
yang mendorongnya untuk melakukan tertentu guna mencapai suatu tujuan
kebutuhan. Peranan motivasi dalam mempelajari tingkah laku seseorang besar
sekali hal ini menurut wisnubroto hendrojuono disebabkan, motivasi diperlukan
bagi stimulus yang memprkuat dan mempertahankan perilaku yang dikehendaki yang
merupakan kondisi mutlak bagi proses belajar, motivasi menyebabkan timbulnya
berbagai tingkah laku, dimana salah satu di antaranya mungkin dapat merupakan
perilaku yang dikehendaki.
Eysenck
dan kawan kawan menjelaskan fungsi motivasi antara lain menjelaskan dan mengontrol
tingkah laku. Menjelaskan tingkah laku berarti dengan mempelajari motivasi,
dapat diketahui mengapa siswa melakukan suatu pekerjaan dengan tekun dan rajin,
sementara siswa lain acuh terhadap pekerjaan itu. Mengontrol tingkah laku
maksudnya, dengan mempelajari
motivasi dapa diketahui mengapa seseorang sangat menyenangi dan kurang
menyenangi objek yang lain.
Jika
di kaitkan dengan kegiatan belajar mengajar, siswa akan berusaha selalu
mendekati hal hal yang menyenangkan. Bagi guru, ini merupakan prinsip penting,
yaitu menimbulkan suasana stimulus yang selalu menyenangkan siswa, sehingga
siswa selalu berkeinginan untuk belajar.
Menurut
Atkinson di dalam setiap diri individu selalu terdapat pertentangan antara
harapan akan sukses yang menyebabkan seseorang termotivasi untuk mencari atau
mendekati pencapaian tujuan, sedangkan rasa takut akan mengalami kegagalan
menyebabkan orang termotivasi untuk menjauhi atau menghindari pencapaian
tujuan. Motivasi yang terjadi pada
diri seseorang terjadi hasil dari interaksi antara harapan akan sukses dan rasa
takut akan mengalami kegagalan.
Buchari
jainun menyebutkan motivasi adalah bagian fundamental dari kegiatan manajemen,
sehingga dapat ditujukan untuk pengerahan potensi dan daya manusia dengan jalan
menimbulkan dan menumbuhkan keinginan yang tinggi, kebersamaan dalam
menjalankan tugas. Motivasi berprestasi dapat diartikan dorongan
untuk mengerjakan suatu tugas dengan
sebaik-baiknya berdasarkan standar keunggulan. Motivasi berprestasi bukan
sekedar dorongan untuk berbuat, tetapi mengacu kepada suatu ukuran keberhasilan
berdasarkan
penilaian terhadap tugas yang dikerjakan seseorang.
Motivasi
berprestasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan dalam
belajar. Besar kecilnya pengaruh tersebut tergantung pada intensitasnya. Dan
pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar, tergantung pada
kondisi dalam lingkungan dan kondisi
individu. Dalam pejalan hidupnya, tiap orang akan banyak mengalami peristiwa,
diaman harapannya tidak selamanya terpenuhi. Hal ini mengakibatkan adanya
berbagai kesenjangan antara harapan dan kenyataan, dan oleh karena itu dalam
diri seseorang akan terdapat berbagai Primary
Affect yang merupakan
sumber berbagai motif. Harapan seseorang terbentuk melalui belajar dalam
linkungannya dan suatu prestasi berkaitan erat dengan harapan. Suatu harapan
selalu mengandung standar keunggulan dan standar ini mungkin berasal dari
tuntutan orang tua atau lingkungan kultur seseorang dibesarkan. Oleh karena itu
standar keunggulan merupakan kerangka acuan bagi seseorang tatkala ia belajar
mengerjakan suatu tugas, memecahkan masalah dan mempelajari keterampilan
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar