Bagi
kalangan antropologi misalnya, melihat manusia berdasarkan teori evolusi.
Menurutnya, bahwa semua makhluk termasuk manusia pada mulanya muncul dari satu
sel yang amat sederhana, kemudian berproses dan berevolusi secara bertahap
menuju taraf yang lebih sempurna, dan dalam proses evolusi tersebut terdapat
hukum berjuang dan bertahan untuk hidup (The preservation of Favoured Rase in
the strugle for Life, atau The of Species by Means of Natural Selection), yakni
makhluk yang lemah dengan sendirinya akan hilang atau lenyap digantikan oleh
makhluk yang lebih kuat. Dalam teori evolusi tersebut, asal usul manusia
berasal dari benda-benda tidak bernyawa yang memiliki sel yang amat sederhana
(anorganisme), kemudian berubah menjadi tumbuh-tumbuhan (vegetatif), selanjutnya
menjadi binatang (sensitiva), kemudian menjadi makhluk yang mendekati manusia
(homo sapiens, makhluk purbakala-primitif) dan terakhir menjadi manusia seperti
sekarang. Proses perubahan atau evolusi tersebut terjadi dalam waktu yang
berabad-abad lamanya." Teori evolusi ini diperkenalkan oleh Charles Darwin
(1809-1882) yang dipengaruhi oleh Lamarck (1744-1829). Teori evolusi ini
berpegang kepada suatu pendapat bahwa seluruh bentuk yang dilihat oleh manusia
adalah hasil dari suatu proses evolusi yang dibentuk oleh alam luar dan juga
berkat kekuatan mempertahankan diri dari pengaruh yang datang dari alam atau
yang disebut sebagai the strugle for life Lamarck membayangkan perkembangan itu
sebagai suatu perkembangan yang ditentukan oleh cara hidup dan keadaan dari
luar yang lambat laun membuat bertumbuh alat-alat tubuh serta sifat-sifat yang
khas.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar