Selasa, 27 Desember 2016

Manusia Menurut Ilmu Antropologi

Bagi kalangan antropologi misalnya, melihat manusia berdasarkan teori evolusi. Menurutnya, bahwa semua makhluk termasuk manusia pada mulanya muncul dari satu sel yang amat sederhana, kemudian berproses dan berevolusi secara bertahap menuju taraf yang lebih sempurna, dan dalam proses evolusi tersebut terdapat hukum berjuang dan bertahan untuk hidup (The preservation of Favoured Rase in the strugle for Life, atau The of Species by Means of Natural Selection), yakni makhluk yang lemah dengan sendirinya akan hilang atau lenyap digantikan oleh makhluk yang lebih kuat. Dalam teori evolusi tersebut, asal usul manusia berasal dari benda-benda tidak bernyawa yang memiliki sel yang amat sederhana (anorganisme), kemudian berubah menjadi tumbuh-tumbuhan (vegetatif), selanjutnya menjadi binatang (sensitiva), kemudian menjadi makhluk yang mendekati manusia (homo sapiens, makhluk purbakala-primitif) dan terakhir menjadi manusia seperti sekarang. Proses perubahan atau evolusi tersebut terjadi dalam waktu yang berabad-abad lamanya." Teori evolusi ini diperkenalkan oleh Charles Darwin (1809-1882) yang dipengaruhi oleh Lamarck (1744-1829). Teori evolusi ini berpegang kepada suatu pendapat bahwa seluruh bentuk yang dilihat oleh manusia adalah hasil dari suatu proses evolusi yang dibentuk oleh alam luar dan juga berkat kekuatan mempertahankan diri dari pengaruh yang datang dari alam atau yang disebut sebagai the strugle for life Lamarck membayangkan perkembangan itu sebagai suatu perkembangan yang ditentukan oleh cara hidup dan keadaan dari luar yang lambat laun membuat bertumbuh alat-alat tubuh serta sifat-sifat yang khas.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar