Selasa, 27 Desember 2016

Posmodernisme Pendidikan

Reaksi atas konsep-konsep sebelumnya ini biasanya di dengan istilah konsep posmodern. Kata post" berarti setelah sedangkan "modern" artinya setelah. Kata "modern" itu sendiri mengacu pada keadaan setelah pencerahan. Jadi urutannya dalam waktu linear, setelah masa kegelapan di Eropa (The Dark Middle Age), Abad Pertengahan (50o-an), kemudian disusul dengan pasca pencerahan (160o-an) yang ditandai dengan Abad Reformasi di Jerman. Masa masa perubahan itu kemudian menandai adanya gerbang modern uang pada abad ke-17 dan dikukuhkan dengan adanya revolusiPrancis (1789). Setelah masa modern, lahirlah masa posmodern, yaitu sebuah masa yang kita alami sekarang ini.

Pengertian Konsep posmodern itu sendiri mengandung pengertian yang berbeda. Madzab Frankfurt di Jerman berpandangan bahwasanya konsep posmodern merupakan perpanjangan tangan dari konsep modern. Dalam bahasa juru bicaranya, Jurgen Habermas dikatakan bahwa posmodern merupakan "proyek yang belum selesai Artinya, konsep-konsep yang menjadi ciri khas modern masih tetap dipergunakan, yakni akal sehat (Rene Descartes), industrialisasi (Karl Marx), positivisme dalam ilmu-ilmu sosial (Auguste Comte). Sebaliknya, tokoh Prancis yang bernama Jean-Francois Lyotard berpandangan bahwa konsep posmodern merupakan penolakan terhadap konsep modern. Hal-hal yang ditolak adalah nilai-nilai modern yang membuat manusia terjerembab ke dalam kemiskinan eksploitasi, kesenjangan, dan dominasi.
Karena itu, dia mengembangkan gagasan-gagasan yang menekankan pada semangat perlawanan terhadap nilai-nilai modern, Nilai modern yang di atas itu disebut dengan grand narrative. Sementara itu, nilai postmodern mengangkat narasi narasi kecil dengan semangat toleransi Ada yang membuat jalan tengah, yakni membongkar susunan yang telah ada dan membangun dengan susunan yang baru. Pembongkaran itu menggunakan istilah arkeologi. Istilah ini diperkenalkan oleh Michel Foucault yang melihat konsep-konsep modern sebagai konsep karena justru menyembunyikan kenyataan-kenyataan mendasar.
Kenyataan itulah yang justru menentukan konsep-konsep selanjutnya. Pembongkaran melalui metode arkeologis ini akan diperoleh peristiwa yang seakan-akan tidak memiliki kaitan dengan konsep modern. Peristiwa yang seakan-akan tidak memiliki kaitan itu disebut dengan diskontinuitas. Justru dari peristiwa yang diskontinu inilah sebuah konsep modern dibangun. Karena itu, konsep posmodern tidak berawal dan kontinuitas, tetapi sebaliknya, berasal dari diskontinuitas. Tidak membayangkan kenyataan yang dihadapi sebagai hal yang teratur, melainkan hal yang kacau (fraktal), chaos.
Tiga kutup ini dapat dikatakan sebagai model-model pemikiran kontemporer dalam mereaksi pemikiran-pemikiran sebelumnya, di masa yang akan datang, tiga sudut ini akan terus berdialog, hasil dialog itu bukanlah satu simpulan final, tetapi tetap sebagai simpulan sementara. Artinya, konsep filsafat yang berkembang di masa yang akan datang tidak melepaskan dari model-model konsep yang sudah ada sebelumnya. Dan simpulan sementara yang dimaksud adalah kebenaran yang menjadi ciri khas masa posmodern itu



Referensi : Rohman, Saifur dan Wibowo, Agus. 2016. Filsafat Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar