Selasa, 27 Desember 2016

Dapatkah Lingkungan Ditopang?

Dalam skema besar dari segala hal, peradaban -juga spesies manusia- akan datang dan pergi. Akan tetapi, sebaliknya pada hitungan masa lalu di Planet Bumi ini (sebagaimana para ahli lingkungan terkemuka seperti James Lovelock menyebutnya dengan "Gaia"), hanya ada sedikit sekali atau bahkan sangat kecil kerusakan yang diakibatkan oleh tangan manusia, sekarang-ketika populasi meningkat (sejumlah 3 miliar sejak tiga puluh tahun lalu), planet ini berada dalam keadaan waspada. Pada permulaan abad ke-20, sosiologi dapat mengidentifikasi bagaimana aktivitas-aktivitas sosial dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Kita dapat melihat bagaimana manusia bertindak secara kolektif untuk berburu binatang atau menangkap ikan, menebangi hutan dan menciptakan erosi tanah, mencemari air dan udara ketika mereka membuat limbah beracun. Inilah aktivitas-aktivitas sosial yang dapat mendorong perubahan iklim, pemanasan global, dan peningkatan cuaca yang dapat berpotensi menimbulkan bencana alam. Selanjutnya, masalah-masalah tersebut telah membuat beberapa sosiolog menyatakan bahwa dunia manusia belum pernah berada dalam risiko yang lebih besar sebelumnya: kita perlu meneliti bagaimana mungkin hubungan sosial kita dapat berakibat pada kerusakan lingkungan. Buku yang berjudul Risk Society (1992), yang ditulis oleh seorang sosiolog kenamaan Jerman, Ulrich Beck, memperkenalkan gagasan mengenai risk society atau masyarakat yang membawa risiko, dan merupakan sebuah buku pedoman penting untuk membahas masalah ini lebih dalam. Namun, beberapa sosiolog lainnya kini juga menyatakan bahwa isu tersebut kini menjadi isu penting dalam politik dunia kontemporer.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar