Dalam
skema besar dari segala hal, peradaban -juga spesies manusia- akan datang dan
pergi. Akan tetapi, sebaliknya pada hitungan masa lalu di Planet Bumi ini
(sebagaimana para ahli lingkungan terkemuka seperti James Lovelock menyebutnya
dengan "Gaia"), hanya ada sedikit sekali atau bahkan sangat kecil
kerusakan yang diakibatkan oleh tangan manusia, sekarang-ketika populasi
meningkat (sejumlah 3 miliar sejak tiga puluh tahun lalu), planet ini berada
dalam keadaan waspada. Pada permulaan abad ke-20, sosiologi dapat
mengidentifikasi bagaimana aktivitas-aktivitas sosial dapat mengakibatkan
kerusakan pada lingkungan. Kita dapat melihat bagaimana manusia bertindak
secara kolektif untuk berburu binatang atau menangkap ikan, menebangi hutan dan
menciptakan erosi tanah, mencemari air dan udara ketika mereka membuat limbah
beracun. Inilah aktivitas-aktivitas sosial yang dapat mendorong perubahan
iklim, pemanasan global, dan peningkatan cuaca yang dapat berpotensi
menimbulkan bencana alam. Selanjutnya, masalah-masalah tersebut telah membuat
beberapa sosiolog menyatakan bahwa dunia manusia belum pernah berada dalam
risiko yang lebih besar sebelumnya: kita perlu meneliti bagaimana mungkin
hubungan sosial kita dapat berakibat pada kerusakan lingkungan. Buku yang
berjudul Risk Society (1992), yang ditulis oleh seorang sosiolog kenamaan
Jerman, Ulrich Beck, memperkenalkan gagasan mengenai risk society atau
masyarakat yang membawa risiko, dan merupakan sebuah buku pedoman penting untuk
membahas masalah ini lebih dalam. Namun, beberapa sosiolog lainnya kini juga
menyatakan bahwa isu tersebut kini menjadi isu penting dalam politik dunia
kontemporer.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar