Pertama,
filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penggunaan jasa pemikiran filsafat
yang sistematik, radikal, universal, mendalam, spekulatif dan mendalam untuk
memecahkan berbagai masalah pendidikan: visi, misi, tujuan, kurikulum, proses belajar
mengajar, pendidik, peserta didik, sarana prasarana, biaya, pengelolaan, kerja
sama, lingkungan dan evaluasi.
Kedua,
filsafat Islam lahir dengan tujuan dan manfaat untuk ikut serta memberikan
prinsip-prinsip, landasan, asas, fundamen, dan pegangan dalam membangun dan
mengembangkan konsep pendidikan, sehingga pendidikan tersebut tidak menyimpang
dari awal mula kelahirannya, yaitu untuk membantu manusia dalam rangka
mengaktualisasikan, melahirkan, melatih, mengembangkan dan memberdayakan
segenap kemampuan dasar bakat dan potensi yang dimiliki manusia sehingga ia dapat
melaksanakan fungsi kehadirannya sebagai khalifah di muka bumi dalam rangka
ibadah kepada Allah Swt.
Ketiga,
berdasarkan tujuan dan manfaat tersebut, maka filsafat pendidikan memiliki
fungsi spekulatif normatif, kritik dan teoretis. Dengan berbagai fungsinya yang
demikian besar itu, maka setiap pendidikan baik secara teoretis maupun praktis mengharuskan
bantuan filsafat pedidikan.
Keempat,
objek kajian filsafat pendidikan secara garis besar terbagi dua. Pertama
meliputi objek kajian filsafat, yakni tentang hakikat manusia, alam,
masyarakat, ilmu pengetahuan, etika, estetika dan lainnya. Objek kajian ini
selanjutnya disebut objek materia. Kedua, objek kajian masalah-masalah
pendidikan: visi, misi, tujuan, kurikulum, dan lain sebagainya yang didasarkan pada
prinsip-prinsip, asas-asas, landasan, dan fundamen yang terdapat pada objek
kajian filsafat. 0bjek ajian masalah-masalah pendidikan ini selanjutnya disebut
objek formal.
Kelima,
untuk membahas berbagai objek kajian tersebut menggunakan pendekatan filsafat
tradisional sebagaimana ya dilakukan para zaman klasik, pendekatan kritis yakni
metode filsafat pendidikan yang dirumuskan para ahli dengan menggunakan
pendekatan spekulatif, normatif, analis bahasa dan konsep, serta pendekatan
sejarah
Keenam,
filsafat pendidikan umum dan filsafat pendidikan Islam pada dasarnya bersifat
saling melengkapi. Pengertian, tujuan, ruang lingkup kajian serta metode dan
pendekatan kedua filsafat pendidikan tersebut adalah sama. Bedanya dalam
filsafat pendidikan Islam disertai dengan memberikan landasan spiritual moral
dan etik yang didasarkan pada kesatuan pandangan yang dibangun atas kepercayaan
kepada Tuhan, hubungan yang baik dengan manusia dan alam sekitar. Jika filsafat
umum memandang segala sesuatu hanya berbasis pada rasio dan fenomena alam dan sosial,
maka filsafat pendidikan Islam menambahkannya dengan berbasis pada landasan
tauhid, akhlak mulia dan amal saleh.
Dengan
demikian, jangkauan filsafat pendidikan Islam lebih luas dan lebih tuntas. Ketujuh,
lahirnya filsafat pendidikan Islam menunjukkan adanya hubungan yang erat antara
ilmu pendidikan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya. Seiring dengan visi,
misi dan tujuan setiap ilmu yang saat ini bukan hanya ditujukan untuk
kepentingan ilmu itu sendiri, melainkan juga untuk kesejahteraan manusia, maka
berbagai disiplin ilmu tersebut saat ini sudah mulai saling melakukan
integrasi, yang di dalamnya terdapat upaya saling mengenal, berkoordinasi,
berasosiasi, kooperasi dan transformasi.
Referensi :
Zaprulkhan. 2014. Filsafat Islam. Jakarta: Rajawali
Pers
Nata, Abuddin.2012. Pemikiran Pendidikan Islam dan
Barat. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar