Selasa, 27 Desember 2016

Filsafat Pendidikan Islam

Pertama, filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penggunaan jasa pemikiran filsafat yang sistematik, radikal, universal, mendalam, spekulatif dan mendalam untuk memecahkan berbagai masalah pendidikan: visi, misi, tujuan, kurikulum, proses belajar mengajar, pendidik, peserta didik, sarana prasarana, biaya, pengelolaan, kerja sama, lingkungan dan evaluasi.

Kedua, filsafat Islam lahir dengan tujuan dan manfaat untuk ikut serta memberikan prinsip-prinsip, landasan, asas, fundamen, dan pegangan dalam membangun dan mengembangkan konsep pendidikan, sehingga pendidikan tersebut tidak menyimpang dari awal mula kelahirannya, yaitu untuk membantu manusia dalam rangka mengaktualisasikan, melahirkan, melatih, mengembangkan dan memberdayakan segenap kemampuan dasar bakat dan potensi yang dimiliki manusia sehingga ia dapat melaksanakan fungsi kehadirannya sebagai khalifah di muka bumi dalam rangka ibadah kepada Allah Swt.
Ketiga, berdasarkan tujuan dan manfaat tersebut, maka filsafat pendidikan memiliki fungsi spekulatif normatif, kritik dan teoretis. Dengan berbagai fungsinya yang demikian besar itu, maka setiap pendidikan baik secara teoretis maupun praktis mengharuskan bantuan filsafat pedidikan.
Keempat, objek kajian filsafat pendidikan secara garis besar terbagi dua. Pertama meliputi objek kajian filsafat, yakni tentang hakikat manusia, alam, masyarakat, ilmu pengetahuan, etika, estetika dan lainnya. Objek kajian ini selanjutnya disebut objek materia. Kedua, objek kajian masalah-masalah pendidikan: visi, misi, tujuan, kurikulum, dan lain sebagainya yang didasarkan pada prinsip-prinsip, asas-asas, landasan, dan fundamen yang terdapat pada objek kajian filsafat. 0bjek ajian masalah-masalah pendidikan ini selanjutnya disebut objek formal.
Kelima, untuk membahas berbagai objek kajian tersebut menggunakan pendekatan filsafat tradisional sebagaimana ya dilakukan para zaman klasik, pendekatan kritis yakni metode filsafat pendidikan yang dirumuskan para ahli dengan menggunakan pendekatan spekulatif, normatif, analis bahasa dan konsep, serta pendekatan sejarah
Keenam, filsafat pendidikan umum dan filsafat pendidikan Islam pada dasarnya bersifat saling melengkapi. Pengertian, tujuan, ruang lingkup kajian serta metode dan pendekatan kedua filsafat pendidikan tersebut adalah sama. Bedanya dalam filsafat pendidikan Islam disertai dengan memberikan landasan spiritual moral dan etik yang didasarkan pada kesatuan pandangan yang dibangun atas kepercayaan kepada Tuhan, hubungan yang baik dengan manusia dan alam sekitar. Jika filsafat umum memandang segala sesuatu hanya berbasis pada rasio dan fenomena alam dan sosial, maka filsafat pendidikan Islam menambahkannya dengan berbasis pada landasan tauhid, akhlak mulia dan amal saleh.
Dengan demikian, jangkauan filsafat pendidikan Islam lebih luas dan lebih tuntas. Ketujuh, lahirnya filsafat pendidikan Islam menunjukkan adanya hubungan yang erat antara ilmu pendidikan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya. Seiring dengan visi, misi dan tujuan setiap ilmu yang saat ini bukan hanya ditujukan untuk kepentingan ilmu itu sendiri, melainkan juga untuk kesejahteraan manusia, maka berbagai disiplin ilmu tersebut saat ini sudah mulai saling melakukan integrasi, yang di dalamnya terdapat upaya saling mengenal, berkoordinasi, berasosiasi, kooperasi dan transformasi.


Referensi :
Zaprulkhan. 2014. Filsafat Islam. Jakarta: Rajawali Pers
Nata, Abuddin.2012. Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar