Seorang
bayi yang baru lahir, penuh dengan hasrat-hasrat jasmaniah, bayi merupakan
manusia yang murni -tetapi belum memiliki sifat sosial. Sebagaimana diketahui
oleh orang tua yang baik tentunya, bahwa butuh waktu untuk melatih seorang serta
membantunya memahami masyarakat dengan benar. Bayi, Proses ini dinamakan
sosialisasi utama atau awal melakukan dengan cara yang berbeda-beda dalam
kebudayaan dan sejarah yang berbeda pular anak-anak diasuh oleh inang, pengasuh
anak, kelompok-kelompok yang hidup bersama dan keluarga keluarga besar, oleh
orang tua tunggal, panti asuhan, dan sebagainya. Ada banyak perbedaan kebiasaan
dalam membesarkan anak, dan banyak penelitian menghasilkan grafik yang
menunjukkan bagaimana anak-anak mulai membentuk bahasa mereka, rasa percaya
pada diri sendiri serta kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat untuk menjadi baik
atau buruk. Yang teriihat jelas adalah bahwa jika mereka dibiarkan sendirian
tanpa pengaruh-pengaruh normative dari orang lain, mereka tidak akan dapat
berkembang. Banyak penelitian yang dilakukan pada anak-anak liar yang dibiarkan
terisolasi dan kemudian mereka didapati tidak dapat berfungsi sebagai makhluk
sosial (contoh dapat diperoleh di website Feral Children).
Salah
satu kontroversi yang paling hangat dalam ilmu sosial adalah yang disebut
dengan perdebatan -pengasuhan oleh alam": apakah kita dapat menjadi diri
kita seperti saat ini dikarenakan oleh faktor biologis yang ada pada diri kita
(faktor gen dan sebagainya); atau apakah kita dapat menjadi seperti saat ini
karena adanya faktor-faktor didikan dan faktor lingkungan lainnya? Setelah
diperdebatkan selama satu setengah abad, kini tampaknya kita mengetahui
perdebatan tersebut adalah salah (meskipun masih banyak kelanjutannya). Baik
faktor lingkungan maupun gen sama-sama berperan penting dalam membentuk kehidupan
manusia. Benar adanya jika peneliti yang berbeda dari disiplin ilmu yang
berbeda biasanya akan menekankan aspek yang berbeda-beda pula, namun kini
sebagian besar dari mereka akan setuju bahwa interaksi di antara kedua faktor
tersebut merupakan faktor pokok yang cukup utama. Tekanan-tekanan perubahan dan
pengaruh-pengaruh genetik dan biologis khusus akan selalu ada bersamaan dengan
adanya faktor-faktor pembentuk sebuah kebudayaan khusus.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar