Selasa, 27 Desember 2016

Sosialisasi dan Diri

Seorang bayi yang baru lahir, penuh dengan hasrat-hasrat jasmaniah, bayi merupakan manusia yang murni -tetapi belum memiliki sifat sosial. Sebagaimana diketahui oleh orang tua yang baik tentunya, bahwa butuh waktu untuk melatih seorang serta membantunya memahami masyarakat dengan benar. Bayi, Proses ini dinamakan sosialisasi utama atau awal melakukan dengan cara yang berbeda-beda dalam kebudayaan dan sejarah yang berbeda pular anak-anak diasuh oleh inang, pengasuh anak, kelompok-kelompok yang hidup bersama dan keluarga keluarga besar, oleh orang tua tunggal, panti asuhan, dan sebagainya. Ada banyak perbedaan kebiasaan dalam membesarkan anak, dan banyak penelitian menghasilkan grafik yang menunjukkan bagaimana anak-anak mulai membentuk bahasa mereka, rasa percaya pada diri sendiri serta kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat untuk menjadi baik atau buruk. Yang teriihat jelas adalah bahwa jika mereka dibiarkan sendirian tanpa pengaruh-pengaruh normative dari orang lain, mereka tidak akan dapat berkembang. Banyak penelitian yang dilakukan pada anak-anak liar yang dibiarkan terisolasi dan kemudian mereka didapati tidak dapat berfungsi sebagai makhluk sosial (contoh dapat diperoleh di website Feral Children).

Salah satu kontroversi yang paling hangat dalam ilmu sosial adalah yang disebut dengan perdebatan -pengasuhan oleh alam": apakah kita dapat menjadi diri kita seperti saat ini dikarenakan oleh faktor biologis yang ada pada diri kita (faktor gen dan sebagainya); atau apakah kita dapat menjadi seperti saat ini karena adanya faktor-faktor didikan dan faktor lingkungan lainnya? Setelah diperdebatkan selama satu setengah abad, kini tampaknya kita mengetahui perdebatan tersebut adalah salah (meskipun masih banyak kelanjutannya). Baik faktor lingkungan maupun gen sama-sama berperan penting dalam membentuk kehidupan manusia. Benar adanya jika peneliti yang berbeda dari disiplin ilmu yang berbeda biasanya akan menekankan aspek yang berbeda-beda pula, namun kini sebagian besar dari mereka akan setuju bahwa interaksi di antara kedua faktor tersebut merupakan faktor pokok yang cukup utama. Tekanan-tekanan perubahan dan pengaruh-pengaruh genetik dan biologis khusus akan selalu ada bersamaan dengan adanya faktor-faktor pembentuk sebuah kebudayaan khusus.



Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers

Tidak ada komentar:

Posting Komentar