Dunia
yang kita diami ini saat ini banyak terbentuk oleh ilmu pengetahuan dan
penelitian, serta teknologi yang menyertainya. Pengetahuan Islam-Arab sempat
sangat maju sampai pada Ilmu abad ke-13, dan ada juga sejarah perkembangan ilmu
pengetahuan negara-negara lain termasuk Cina. Akan tetapi, selama empat ratus
tahun belakangan ini atau lebih, ilmu pengetahuan modern telah berkembang di
negara-negara Barat dengan begitu cepatnya perkembangbiakan besar pencapaian
ilmu pengetahuan sejalan dengan legitimasinya yang besar sebagai sumber
pengetahuan utama (dalam bidang hukum, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya),
yang berarti bahwa sebagian besar ilmu pengetahuan membawa ciri khas dunia
modern.
Oleh
sebab itu, sebuah revolusi kuantum telah memberi kita pemahaman mengenai ruang
angkasa dan energi, membawa seorang manusia ke bulan dan menjatuhkan bom di
Hiroshima untuk membunuh sekitar 80.000 sampai 12.000 jiwa manusia. Sebuah
revolusi biomolekuler telah merencanakan gen manusia dalam Human Genome Project
-dan memungkinkan adanya kloning, bayi tabung, eugenetika rasial dan kehidupan
manusia yang lebih panjang. Dan revolusi informasi (komputer) telah memunculkan
dunia dengan kemungkinan berkomunikasi yang tidak ada bandingannya melalui
telepon genggam dan internet juga kemungkinan adanya cyborg dan masyarakat
pengawas Ilmu pengetahuan modern hadir di mana-mana di dunia yang kita diami
ini sebagian orang akan mengatakan bahwa inilah faktor utamanya. Sudah menjadi
tugas para sosiolog untuk mengetahui implikasi sosial dari
perkembangan-perkembangan baru tersebut.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar