Hal
yang sangat berhubungan dengan masalah adalah kebutuhan untuk selalu memandang
kehidupan sosial manusia dan sosiologi) sebagai sebuah proses: segala hal
mengalami perubahan, hidup terus mengalir, dan tidak ada yang tetap. Apapun yang
kita analisis, baik gangguan, pembunuhan, ataupun sistem kesehatan, semuanya
berubah seiring dengan waktu Pasti sosiologi tidak pernah atau tetap. Sebuah
komentar pada suatu waktu dapat diubah sesaat kemudian. Suatu kelompok yang
terbentuk dalam satu jam dapat mengubah masa depan. Keadaan terus berubah.
Sosiologi adalah kawah berbusa dari perubahan-perubahan yang tiada akhir. Tidak
ada hal yang tetap. Setiap penemuan sosiologis dapat menjadi suatu hal yang
sudah ketinggalan sesaat kemudian Semua "penemuan" hanya berlaku sebentar
-mereka hanya bertahan tidak lama dari saat ditemukannya. Dalam hal ini,
sosiologi selamanya ketinggalan seiring terus berubahnya dunia. Oleh karena
itu, sering kali muncul tantangan besar: Apakah yang ada di tengah-tengah arus
dan perubahan yang terus-menerus yang mungkin bersifat stabil dan
berulang-ulang? Di manakah letak ketetapan dari semua perubahan yang tiada
akhir ini?
Saat
ini kita hidup dalam permutasi perilaku sosial yang terus-menerus. Hidup itu
adalah sebuah arus, dan mengalir melalui segala bentuk perubahan dan
kejadian-kejadian yang tidak dapat ditebak yang kemudian membawa konsekuensi
sosial yang begitu banyak. Hidup itu secara serempak ditentukan oleh kekuatan kekuatan
biologis, perorangan, dan sosial yang besar; oleh karena itu, hidup tidak
banyak ditentukan oleh pendapat-pendapat para ilmuwan. Kesempatan-kesempatan
kecil dapat membawa akibat yang besar. Sama halnya dengan itu, banyak hal
kebetulan yang bertumpuk menjadi rangkaian dan pola yang teratur dan hampir
tidak ketahuan. Anehnya, gagasan mengenai hal kebetulan ini -teori sosiologi
dan catatan filosofis yang sangat berharga- masih kurang. Hidup itu rentan dan
genting. Kita semua senantiasa mengalami hal-hal yang kebetulan. Hal-hal yang terjadi
secara kebetulan adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Peran sentral
dari hal kebetulan ada dalam sejarah, literature dan seni.
Coba
ingat film karya Peter Howitt yang berjudul John Dalam film tersebut, sebagai
tokoh sentral dipecat dari pekerjaannya dan pulang ke rumah pada jam tidak seperti
biasanya, ia bergegas untuk mengejar kereta bawah tanah. Dan pada suatu saat
film tersebut menggambarkan suatu kenyataan ketika ia berusaha menerobos pintu
gerbong kereta menaikinya: dan adegan yang lain-kejadian kenyataan yang kedua
menunjukkan bahwa ia ketinggalan kereta. Namun inilah saat yang menentukan.
Pada pertemuan pertamanya dengan James di dalam kereta ketika ia pulang, ia
mendapati pacarnya, sedang berselingkuh dengan mantan pacarnya. Di saat yang
lain, Helen ketinggalan kereta, ia dirampok, masuk rumah sakit dan akhirnya
sampai ke rumah menjumpai pasangannya sendirian! Pada satu momen tersebut -satu
peristiwa kebetulan itu- hidupnya dipenuhi dengan kemungkinan-kemungkinan yang
berbeda. Dan di dalam film tersebut, dua momen tadi –yang membentuk dua
realitas- datang dengan akibat yang berbeda-beda. Momen pertama berarti bahwa
Helen meninggalkan Gerry dan membentuk jalinan cinta yang positif dan
menyenangkan bersama James; momen berikutnya menunjukkan bahwa kehidupan Helen
beralih memburuk, karena pacarnya terus mengkhianatinya. Suatu momen dalam
hidup membawa perbedaan besar. Umumnya, ini terjadi ketika kita meninggalkan depan
rumah kita dengan gembira, dan kemudian tertabrak pintu yang melintas. Anda
tidak pernah dapat mengatakan bahwa segalanya dapat terjadi. Setiap momen
sangat kemungkinan ada di mana-mana yang dapat membuat segalanya berbeda dari
sebelumnya. Ada banyak film dan cerita yang mengisahkan cerita yang hampir
sama. Kegentingan setiap momen dalam kehidupan merupakan tema yang populer dan
tetap.
Salah
seorang penulis masa kini, Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya yang berjudul The
Black Swan tahun 2007 telah mengubah ide tersebut menjadi sebuah buku terlaris.
Kemudian, kita lebih sering mengelakkan banyak kemungkinan di keberadaan kita
dan pengaruhnya dengan menciptakan kesempatan dikarenakan oleh kecenderungan kita
untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan sosial. Risiko dari keberadaan umat
manusia selalu dipersempit oleh roda gaya kebiasaan. Kekacauan dunia senantiasa
menyempit sehingga sebagian besar dari hidup kita -dalam sebagian besar
hari-hari kita- mengikuti kebiasaan yang terpola dengan baik. Kita tidak dapat
berpegang terlalu banyak pada kehidupan dan kita harus mempersempit dan
membatasi kemungkinan yang terjadi setiap hari dalam hidup kita agar terbentuk
dengan baik, rutin –dalam tingkah laku, cara berpikir, dan perasaan. Kasarnya
kita menjadi seperti zombie atau mayat hidup. Akan tetapi, ini tidak dapat menghentikan
banyaknya momen genting yang mendatangkan begitu banyak kemungkinan perubahan.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar