Selasa, 27 Desember 2016

Cara Meneliti Hal Kebetulan, Mobilitas, dan Arus Kehidupan Sosial

Hal yang sangat berhubungan dengan masalah adalah kebutuhan untuk selalu memandang kehidupan sosial manusia dan sosiologi) sebagai sebuah proses: segala hal mengalami perubahan, hidup terus mengalir, dan tidak ada yang tetap. Apapun yang kita analisis, baik gangguan, pembunuhan, ataupun sistem kesehatan, semuanya berubah seiring dengan waktu Pasti sosiologi tidak pernah atau tetap. Sebuah komentar pada suatu waktu dapat diubah sesaat kemudian. Suatu kelompok yang terbentuk dalam satu jam dapat mengubah masa depan. Keadaan terus berubah. Sosiologi adalah kawah berbusa dari perubahan-perubahan yang tiada akhir. Tidak ada hal yang tetap. Setiap penemuan sosiologis dapat menjadi suatu hal yang sudah ketinggalan sesaat kemudian Semua "penemuan" hanya berlaku sebentar -mereka hanya bertahan tidak lama dari saat ditemukannya. Dalam hal ini, sosiologi selamanya ketinggalan seiring terus berubahnya dunia. Oleh karena itu, sering kali muncul tantangan besar: Apakah yang ada di tengah-tengah arus dan perubahan yang terus-menerus yang mungkin bersifat stabil dan berulang-ulang? Di manakah letak ketetapan dari semua perubahan yang tiada akhir ini?

Saat ini kita hidup dalam permutasi perilaku sosial yang terus-menerus. Hidup itu adalah sebuah arus, dan mengalir melalui segala bentuk perubahan dan kejadian-kejadian yang tidak dapat ditebak yang kemudian membawa konsekuensi sosial yang begitu banyak. Hidup itu secara serempak ditentukan oleh kekuatan kekuatan biologis, perorangan, dan sosial yang besar; oleh karena itu, hidup tidak banyak ditentukan oleh pendapat-pendapat para ilmuwan. Kesempatan-kesempatan kecil dapat membawa akibat yang besar. Sama halnya dengan itu, banyak hal kebetulan yang bertumpuk menjadi rangkaian dan pola yang teratur dan hampir tidak ketahuan. Anehnya, gagasan mengenai hal kebetulan ini -teori sosiologi dan catatan filosofis yang sangat berharga- masih kurang. Hidup itu rentan dan genting. Kita semua senantiasa mengalami hal-hal yang kebetulan. Hal-hal yang terjadi secara kebetulan adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Peran sentral dari hal kebetulan ada dalam sejarah, literature dan seni.
Coba ingat film karya Peter Howitt yang berjudul John Dalam film tersebut, sebagai tokoh sentral dipecat dari pekerjaannya dan pulang ke rumah pada jam tidak seperti biasanya, ia bergegas untuk mengejar kereta bawah tanah. Dan pada suatu saat film tersebut menggambarkan suatu kenyataan ketika ia berusaha menerobos pintu gerbong kereta menaikinya: dan adegan yang lain-kejadian kenyataan yang kedua menunjukkan bahwa ia ketinggalan kereta. Namun inilah saat yang menentukan. Pada pertemuan pertamanya dengan James di dalam kereta ketika ia pulang, ia mendapati pacarnya, sedang berselingkuh dengan mantan pacarnya. Di saat yang lain, Helen ketinggalan kereta, ia dirampok, masuk rumah sakit dan akhirnya sampai ke rumah menjumpai pasangannya sendirian! Pada satu momen tersebut -satu peristiwa kebetulan itu- hidupnya dipenuhi dengan kemungkinan-kemungkinan yang berbeda. Dan di dalam film tersebut, dua momen tadi –yang membentuk dua realitas- datang dengan akibat yang berbeda-beda. Momen pertama berarti bahwa Helen meninggalkan Gerry dan membentuk jalinan cinta yang positif dan menyenangkan bersama James; momen berikutnya menunjukkan bahwa kehidupan Helen beralih memburuk, karena pacarnya terus mengkhianatinya. Suatu momen dalam hidup membawa perbedaan besar. Umumnya, ini terjadi ketika kita meninggalkan depan rumah kita dengan gembira, dan kemudian tertabrak pintu yang melintas. Anda tidak pernah dapat mengatakan bahwa segalanya dapat terjadi. Setiap momen sangat kemungkinan ada di mana-mana yang dapat membuat segalanya berbeda dari sebelumnya. Ada banyak film dan cerita yang mengisahkan cerita yang hampir sama. Kegentingan setiap momen dalam kehidupan merupakan tema yang populer dan tetap.
Salah seorang penulis masa kini, Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya yang berjudul The Black Swan tahun 2007 telah mengubah ide tersebut menjadi sebuah buku terlaris. Kemudian, kita lebih sering mengelakkan banyak kemungkinan di keberadaan kita dan pengaruhnya dengan menciptakan kesempatan dikarenakan oleh kecenderungan kita untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan sosial. Risiko dari keberadaan umat manusia selalu dipersempit oleh roda gaya kebiasaan. Kekacauan dunia senantiasa menyempit sehingga sebagian besar dari hidup kita -dalam sebagian besar hari-hari kita- mengikuti kebiasaan yang terpola dengan baik. Kita tidak dapat berpegang terlalu banyak pada kehidupan dan kita harus mempersempit dan membatasi kemungkinan yang terjadi setiap hari dalam hidup kita agar terbentuk dengan baik, rutin –dalam tingkah laku, cara berpikir, dan perasaan. Kasarnya kita menjadi seperti zombie atau mayat hidup. Akan tetapi, ini tidak dapat menghentikan banyaknya momen genting yang mendatangkan begitu banyak kemungkinan perubahan.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar