Jumlah
umat manusia di Planet yang mencapai miliaran tidak semuanya dapat diteliti. Namun,
apabila kita tidak mengindahkan kehidupan-kehidupan yang nyata dan
sesungguhnya, kita akan tersesat dalam abstraksi terlepas dari dunia sosial.
Para sosiolog tidak pernah dapat melupakan bahwa jaringan kehidupan manusia
yang selalu berpindah-pindah merupakan dasar penelitian mereka. Oleh karena
itu, apa pun yang mereka lakukan, mereka harus kembali secara teratur pada
kehidupan yang nyata, mengamati pengalaman, dan mendengarkan apa yang
seharusnya mereka katakan. Harus selalu ada perbaikan demi mencegah sosiologi
dari penyimpangan yang terlalu jauh dari kehidupan sosial, sebagaimana dapat
terjadi dengan mudahnya.
Sosiologi
senantiasa menghubungkan sejarah kehidupan dengan peran perilaku, struktur, dan
sejarah Ada sebuah gambaran menakjubkan dalam buku karya Pierre Bourdieu yang
diberi judul The Weight if the World (La misère du monde) (1990) -sebuah
penelitian yang secara keseluruhan dari hasil wawancara dengan memperoleh hasil
cerita sedih dari para warga Paris yang bertolak belakang dengan kehidupan
mereka. Setiap hidup manusia sangat terpengaruh oleh masyarakat dari ketika ia
lahir sampai mati, di sinilah fokus yang tepat bagi sosiolog. Mereka dapat
meneliti sebuah kehidupan secara dekat untuk melihat bagaimana dalam kehidupan
seseorang dapat dimasuki oleh begitu banyak hal dari dunia sosial. Peristiwa pengangguran
dalam kehidupan menjadi masalah yang tidak sederhana yang sekadar diakibatkan
oleh kegagalan pribadi, melainkan oleh peran dunia ekonomi secara luas;
homoseksualitas bukan merupakan penyakit perseorangan, melainkan sesuatu yang
sangat dipengaruhi oleh hukum dan pengertian gender oleh masyarakat; tubuh kita
bukan sekadar makhluk bernyawa, melainkan juga terhubung dengan gerakan-gerakan
dan struktur emosional sepanjang hayat kita.
Hal
Yang sangat membantu dalam masalah ini bagi sosiologi adalah kehidupan -yang
dimaksud yaitu dengan cara mendengarkan dengan empati kisah-kisah yang
diceritakan orang lain mengenai kehidupan mereka. Namun demikian, mungkin
cakupan penelitian yang luas juga akan menjadi hal yang sangat berpengaruh
karena banyak orang yang dapat diteliti (biasanya dalam jumlah ribuan),
sosiologi selalu menuntut kedalaman penelitian dari satu kehidupan yang nyata
untuk mengingatkan mengenai tidak mungkinnya mengetahui seluruh situasi.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar