Selasa, 27 Desember 2016

Anarkisme Epistemologi Paul Karl Feyerabend

Pertama, pemikiran Feyerabend tentang anarkisme epistemologis dilatarbelakangi oleh setting sosio-historis dan sosio-kultural. Dominasi paradigma positivistik yang melihat bahwa sesuatu yang ilmiah adalah yang dapat diverifikasi melalui observasi, dan eksperimen di laboratorium sehingga memiliki nilai kebenaran yang tidak tergoyahkan. Semua yang ada di luar itu dinilai tidak ilmiah.

Kedua, anarkisme epistemologis yang dimaksudkan oleh Feyerabend adalah suatu gerakan protes teoretis terhadap metode keilmuan yang dianggap mampu mentotalisasi obyek penelitian. Bagi Feyerabend, setiap ilmu pengetahuan terbentuk berdasarkan kemampuan dan sejarahnya sendiri-sendiri, sehingga klaim ilmiah pada ilmu tertentu hanya sebagai mitos yang diideologisasikan Maka, yang terpenting bukan mono-metodologi tetapi pluri-metodologi.
Ketiga pemikiran Feyerabend tentang anarkisme epistemologis, berimplikasi dalam pengembangan ilmu bahwa seorang ilmuwan harus membebaskan diri dari metode-metode yang telah ada. Karena perkembangan ilmu pengetahuan sebenarnya terjadi karena adanya kreativitas individual, maka dari itu anything goes, metode atau sistem apa pun boleh dipakai agar manusia terbebas dari tirani yang memasung kreativitas tersebut.


Referensi : Santoso, Listiyono, dkk. 2012. Epistemologi Kiri. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media


Tidak ada komentar:

Posting Komentar