Abad
ke-20 yang pendek ini menghadapi masalah-masalah baru.ketakutan atas dua perang
dunia, dua revolusi dunia (Cina dan Rusia -bersamaan dengan yang lain),
kedatangan masa-masa kerusakan yang diakibatkan oleh penjajahan di masa lalu,
dan kehancuran serta kesengsaraan yang diakibatkan oleh kezaliman industrialisasi
pendahulu. Kondisi sosial yang berbeda lalu mulai mengarahkan pada analisis
yang berbeda. Di Jerman, fasisme semakin merangkak naik, kemudian diamati oleh
sekelompok pemikir yang mengembangkan teori kritis dan kemudian dikenal sebagai
Frankfurt School (sesuai markas mereka). Theodor Adorno (1903-1969), Herbert
Marcuse (1989-1979), Marie Jahoda (1907-2001), Eric Fromm (1900-1980), Walter
Benjamin (1892-1940), dan Max Horkheimer (1895-1973) telah meninggalkan warisan
penting berupa kritik-kritik sosial dan kebudayaan. Perhatian utama mereka
adalah pada penerapan gagasan-gagasan Marxis secara luas (dan juga Freud) ke
dalam kebudayaan seperti halnya mereka meneliti kemunculan masyarakat besar, teknologi
dan birokrasi yang terus mengalami perkembangan, serta pertumbuhan
"Industri Kebudayaan" sebagaimana disebutkan oleh Adorno -sering kali
mengatur dan meremehkan hidup kita. Karl Mannheim (1993-1947) yang
mengembangkan sosiolog pengetahuan, dan Norbert Elias (1897-1990) dengan
teorinya yang dikenal dengan "proses peradaban" juga beberapa kali
ikut bermarkas di Frankfurt. Akan tetapi, mereka semua pada akhirnya melarikan
diri dari Nazi. Sebagian besar dari mereka mencari tempat tinggal di Amerika
Serikat dan California (Adorno dan Marcuse) atau New York (di New School), atau
Inggris (Elias dan Mannheim). Karya tulis mereka -sering kali sulit dimengerti-
menjadi krusial dalam terbentuknya analisis kontemporer mengenai kebudayaan
(mungkin sekarang perkembangan yang paling signifikan dari kedudukan tadi dapat
dijumpai dalam buku Jürgen Habermas). Selama periode tersebut, sosiologi lebih banyak
dan agak menghilang di bawah Stanilisme dan Maoisme -dua benua luas bagi mereka
yang tidak dapat menerima keadaan sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar