Selasa, 27 Desember 2016

Sosiologi Pada Masa Perang

Abad ke-20 yang pendek ini menghadapi masalah-masalah baru.ketakutan atas dua perang dunia, dua revolusi dunia (Cina dan Rusia -bersamaan dengan yang lain), kedatangan masa-masa kerusakan yang diakibatkan oleh penjajahan di masa lalu, dan kehancuran serta kesengsaraan yang diakibatkan oleh kezaliman industrialisasi pendahulu. Kondisi sosial yang berbeda lalu mulai mengarahkan pada analisis yang berbeda. Di Jerman, fasisme semakin merangkak naik, kemudian diamati oleh sekelompok pemikir yang mengembangkan teori kritis dan kemudian dikenal sebagai Frankfurt School (sesuai markas mereka). Theodor Adorno (1903-1969), Herbert Marcuse (1989-1979), Marie Jahoda (1907-2001), Eric Fromm (1900-1980), Walter Benjamin (1892-1940), dan Max Horkheimer (1895-1973) telah meninggalkan warisan penting berupa kritik-kritik sosial dan kebudayaan. Perhatian utama mereka adalah pada penerapan gagasan-gagasan Marxis secara luas (dan juga Freud) ke dalam kebudayaan seperti halnya mereka meneliti kemunculan masyarakat besar, teknologi dan birokrasi yang terus mengalami perkembangan, serta pertumbuhan "Industri Kebudayaan" sebagaimana disebutkan oleh Adorno -sering kali mengatur dan meremehkan hidup kita. Karl Mannheim (1993-1947) yang mengembangkan sosiolog pengetahuan, dan Norbert Elias (1897-1990) dengan teorinya yang dikenal dengan "proses peradaban" juga beberapa kali ikut bermarkas di Frankfurt. Akan tetapi, mereka semua pada akhirnya melarikan diri dari Nazi. Sebagian besar dari mereka mencari tempat tinggal di Amerika Serikat dan California (Adorno dan Marcuse) atau New York (di New School), atau Inggris (Elias dan Mannheim). Karya tulis mereka -sering kali sulit dimengerti- menjadi krusial dalam terbentuknya analisis kontemporer mengenai kebudayaan (mungkin sekarang perkembangan yang paling signifikan dari kedudukan tadi dapat dijumpai dalam buku Jürgen Habermas). Selama periode tersebut, sosiologi lebih banyak dan agak menghilang di bawah Stanilisme dan Maoisme -dua benua luas bagi mereka yang tidak dapat menerima keadaan sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers



Tidak ada komentar:

Posting Komentar