Mobilisasi
massa dan gerakan sosial mulai memberi pengaruh di negara-negara Barat selama
akhir abad ke-18 -secara masif ditandai dengan Revolusi Prancis. Selama abad
ke-19, mulai muncul suatu tatanan elemen yang dapat bertahan lama yang menyebar
ke seluruh dunia (melalui penjajahan, migrasi, dan perdagangan) dengan lebih
banyak kelompok dan populasi yang dapat disatukan dalam bentuk-bentuk tindakan
politik baru. Charles Tilley (1929-2008) adalah seorang sosiolog yang
menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menunjukkan peningkatan
gerakan-gerakan sosial sejalan dengan berkembanganya kotak suara.
Dalam
bukunya yang berjudul Social Movements 1768-2004, ia menyebutkan bahwa
gerakan-gerakan sosial baru (GSB) atau New sosial tersebut menggunakan kampanye
kampanye publik, bersatu untuk membuat pengakuan bersama dengan pendengar yang
menjadi sasaran. Mereka memadukan seluruh bentuk tindakan politik yang meliputi
pertemuan publik, prosesi dan rapat umum sebelum unjuk rasa, petisi dan
pembentukan persatuan atas tujuan khusus. Dan pada akhirnya mereka
mempertunjukkan dan menampilkan diri mereka kepada publik sebagai orang baik
dan berjasa. Mereka bersatu, dengan jumlah pendukung dimasukkan yang cukup
banyak. Adanya gerakan-gerakan sosial mungkin telah menjadi ciri khusus
kehidupan politik modern.
Hal
yang menarik untuk dicatat adalah bahwa mereka tidak hanya memberikan momentum
untuk perubahan politik, tetapi juga arti dalam kehidupan. Orang sangat sering
membangun citra akan diri mereka jati diri mereka yang menjadi melalui
gerakan-gerakan semacam ini. Identitaslah dasar tindakan sosial dan perubahan.
Jumlah gerakan-gerakan organisasional dan jati diri semacam itu sangatlah
banyak dan mencolok. Di antaranya adalah gerakan kaum perempuan, gerakan kaum
gay, lesbian, biseksual, dan transgender (LGBT), gerakan pecinta lingkungan,
gerakan pelajar, gerakan anti globalisasi, gerakan hak untuk hidup, gerakan hak
binatang, gerakan orang orang yang tergusur, gerakan orang-orang pribumi,
gerakan hak asasi manusia dan hak warga negara, gerakan orang-orang cacat,
gerakan AIDS, dan sebagainya. Semua itu telah dipelajari oleh para sosiolog dan
sering kali dijadikan pokok untuk memahami kehidupan politik zaman sekarang.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar