Selasa, 27 Desember 2016

Mobilisasi Massa, Protes, dan Politik Kepentingan

Mobilisasi massa dan gerakan sosial mulai memberi pengaruh di negara-negara Barat selama akhir abad ke-18 -secara masif ditandai dengan Revolusi Prancis. Selama abad ke-19, mulai muncul suatu tatanan elemen yang dapat bertahan lama yang menyebar ke seluruh dunia (melalui penjajahan, migrasi, dan perdagangan) dengan lebih banyak kelompok dan populasi yang dapat disatukan dalam bentuk-bentuk tindakan politik baru. Charles Tilley (1929-2008) adalah seorang sosiolog yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menunjukkan peningkatan gerakan-gerakan sosial sejalan dengan berkembanganya kotak suara.

Dalam bukunya yang berjudul Social Movements 1768-2004, ia menyebutkan bahwa gerakan-gerakan sosial baru (GSB) atau New sosial tersebut menggunakan kampanye kampanye publik, bersatu untuk membuat pengakuan bersama dengan pendengar yang menjadi sasaran. Mereka memadukan seluruh bentuk tindakan politik yang meliputi pertemuan publik, prosesi dan rapat umum sebelum unjuk rasa, petisi dan pembentukan persatuan atas tujuan khusus. Dan pada akhirnya mereka mempertunjukkan dan menampilkan diri mereka kepada publik sebagai orang baik dan berjasa. Mereka bersatu, dengan jumlah pendukung dimasukkan yang cukup banyak. Adanya gerakan-gerakan sosial mungkin telah menjadi ciri khusus kehidupan politik modern.
Hal yang menarik untuk dicatat adalah bahwa mereka tidak hanya memberikan momentum untuk perubahan politik, tetapi juga arti dalam kehidupan. Orang sangat sering membangun citra akan diri mereka jati diri mereka yang menjadi melalui gerakan-gerakan semacam ini. Identitaslah dasar tindakan sosial dan perubahan. Jumlah gerakan-gerakan organisasional dan jati diri semacam itu sangatlah banyak dan mencolok. Di antaranya adalah gerakan kaum perempuan, gerakan kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender (LGBT), gerakan pecinta lingkungan, gerakan pelajar, gerakan anti globalisasi, gerakan hak untuk hidup, gerakan hak binatang, gerakan orang orang yang tergusur, gerakan orang-orang pribumi, gerakan hak asasi manusia dan hak warga negara, gerakan orang-orang cacat, gerakan AIDS, dan sebagainya. Semua itu telah dipelajari oleh para sosiolog dan sering kali dijadikan pokok untuk memahami kehidupan politik zaman sekarang.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar