Apa
pun aliran yang ada di dalamnya, sejak abad ke-20 sosiologi dan secara cepat
menjadi disiplin ilmu akademis yang "pasti Albion small (854-1926)
mendirikan Departemen sosiologi di Universitas Chicago pada tahun 1892 dan bertahan
menjadi institusi penting sampai pertengahan tahun 1930-an ketika mendapat
saingan dari Pitirim Sorokin yang mendirikan Departemen Sosiologi di
Universitas Harvard pada tahun 1931. Durkheim mendirikan Departemen Sosiologi pertama
di Eropa di Universitas Bordeaux pada tahun 1895 yang memperkenalkan The Rules
of sociological Method sebagai sebuah manifesto yang menyatakan bahwa sosiologi
adalah hal yang harus dijalankan. Di Inggris Raya, sosiologi sebagai sebuah mata
pelajaran mulai diajarkan di London School of Economics pada tahun 1907 ketika
L. T. Hobhouse (1864-1929) menjadi Profesor sosiologi pertamanya. London tetap
menjadi pusatnya -memang karena satu-satunya tempat (jauh dari Liverpool University)
sampai pertengahan abad ke-20. Di Jerman, tempat pertama untuk sosiologi dibentuk
pada tahun 1918 dan 1923, Institusi Penelitian Sosial yang berpengaruh pun
didirikan. Pada tahun 1919, Departemen Sosiologi India yang pertama didirikan di
Bombay (Mumbai). Namun demikian, di sejumlah negara di seluruh dunia, sosiologi
sulit dikembangkan pada sepanjang abad ke-20 dan di beberapa negara sosiologi
ada yang dilarang.
Meskipun
banyak karya-karya mendasar sosiologi Barat yang berasal dari negara-negara
Eropa, pada permulaan abad ke 20 muncul sebuah "sosiologi Amerika" di
saat Amerika Serikat (dengan meyakini posisinya sendiri yang utama di dunia –dengan
pemerintahan demokratisnya dan kesempatan ekonominya) hendak mengambil peran
utama. Ya, tidak begitu salah jika dikatakan bahwa paruh pertama dari abad
ke-20 adalah milik sosiologi Amerika -menandakan sebuah pergeseran
(menyedihkan) dari perhatian pada masyarakat secara global menjadi lebih
terfokus hanya pada karya satu pihak: Amerika Serikat. Sedikit demi sedikit Amerika
Utara menjadi model analisis sosial -berdasarkan pada pemikiran Amerika Utara
bahwa Amerika Serikat merupakan pusat normatif kehidupan sosial di seluruh
dunia. Kehidupan di Amerika itulah yang dianggap sebagai kehidupan sosial.
Kapitalisme
dan individualisme menjadi asumsi utamanya. Fondasi fondasi sosiologi ini
sering disebut dengan Chicago sosiology atau Sosiologi Chicago -walaupun
kisahnya sebenar nya jauh lebih kompleks dari ini. Chicago memiliki kebanggaan untuk
dapat memopulerkan disiplin ini, dengan fokus utamanya. pada penelitian perkotaan dan
masalah-masalah yang dimunculkan kota-kota tersebut, dengan buku-buku bacaannya
(The Green Bible karya Park dan Burgess), dan dengan sekolah barunya yang lulusannya
begitu banyak diketahui orang. Bagi para sosiolog dari Chicago, kota mereka
menjadi keunggulan dunia yang baru ini -semakin banyak orang di perkotaan
menganggap diri mereka sendiri sebagai "urbanisme" atau "jalan
hidup". Sosok yang sangat berpengaruh di sini adalah seorang tokoh Jerman,
Georg Simmel (1858-1918), yang sudah kita jumpai sebelumnya, dan yang melihat
bahwa karakter kota terbentuk dari kontak sekunder, bukannya kontak primer.
Kontak atau hubungan di kota dapat berupa kontak muka, tetapi sekarang
cenderung menjadi impersonal, dangkal, fana, dan terpecah-pecah. Kehati-hatian, pengabaian, dan pandangan masyarakat perkotaan
yang teledor membebaskan mereka dari pengharapan orang lain diri atas mereka.
Selain itu, hal ini juga menimbulkan pengalaman. Pengalaman duniawi dan
rasionalitas secara umum dianggap Muncul dari para penduduk Kota memunculkan
bentuk kehidupan sosial yang baru.
Periode
tersebut juga menjadi tanda munculnya seorang sosiolog Afrika Amerika W.E.B. Du
Bois (1868-1963). Sejak tahun 1920-an dan selanjutnya, ia mendemonstrasikan
dampak kapitalisme modern dalam membentuk perbedaan sosial dan suku bangsa.
Dalam bukunya yang berjudul The Souls Black Folk (1903), ia menguraikan
teorinya mengenai kesadaran ganda: "Seseorang pernah merasakan dualisme
dalam dirinya –seorang Amerika, seorang Negro: dua jiwa, dua pemikiran, dua
sisi yang tidak dapat disatukan; dua cita-cita yang bertentangan dalam sebuah
tubuh yang gelap, yang kekuatan mantapnya menjaganya dari kehancuran yang
berkeping-keping" Indera "si negro" lah yang dalam hal ini
selalu menatap pada diri sendiri melalui pandangan orang lain. Du Bois meyakini
kemungkinan adanya kemajuan rasial dan melaksanakan penelitian empiris yang
cukup penting di Philadelphia pada kehidupan kaum kulit hitam yang tinggal di
perkotaan. Kemudian telah ada sebuah penelitian besar dari AS yang mendalami
"pemisah-misahan ras" dengan sangat serius.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar