Selasa, 27 Desember 2016

Sosiologi Awal Abad 20

Apa pun aliran yang ada di dalamnya, sejak abad ke-20 sosiologi dan secara cepat menjadi disiplin ilmu akademis yang "pasti Albion small (854-1926) mendirikan Departemen sosiologi di Universitas Chicago pada tahun 1892 dan bertahan menjadi institusi penting sampai pertengahan tahun 1930-an ketika mendapat saingan dari Pitirim Sorokin yang mendirikan Departemen Sosiologi di Universitas Harvard pada tahun 1931. Durkheim mendirikan Departemen Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bordeaux pada tahun 1895 yang memperkenalkan The Rules of sociological Method sebagai sebuah manifesto yang menyatakan bahwa sosiologi adalah hal yang harus dijalankan. Di Inggris Raya, sosiologi sebagai sebuah mata pelajaran mulai diajarkan di London School of Economics pada tahun 1907 ketika L. T. Hobhouse (1864-1929) menjadi Profesor sosiologi pertamanya. London tetap menjadi pusatnya -memang karena satu-satunya tempat (jauh dari Liverpool University) sampai pertengahan abad ke-20. Di Jerman, tempat pertama untuk sosiologi dibentuk pada tahun 1918 dan 1923, Institusi Penelitian Sosial yang berpengaruh pun didirikan. Pada tahun 1919, Departemen Sosiologi India yang pertama didirikan di Bombay (Mumbai). Namun demikian, di sejumlah negara di seluruh dunia, sosiologi sulit dikembangkan pada sepanjang abad ke-20 dan di beberapa negara sosiologi ada yang dilarang.

Meskipun banyak karya-karya mendasar sosiologi Barat yang berasal dari negara-negara Eropa, pada permulaan abad ke 20 muncul sebuah "sosiologi Amerika" di saat Amerika Serikat (dengan meyakini posisinya sendiri yang utama di dunia –dengan pemerintahan demokratisnya dan kesempatan ekonominya) hendak mengambil peran utama. Ya, tidak begitu salah jika dikatakan bahwa paruh pertama dari abad ke-20 adalah milik sosiologi Amerika -menandakan sebuah pergeseran (menyedihkan) dari perhatian pada masyarakat secara global menjadi lebih terfokus hanya pada karya satu pihak: Amerika Serikat. Sedikit demi sedikit Amerika Utara menjadi model analisis sosial -berdasarkan pada pemikiran Amerika Utara bahwa Amerika Serikat merupakan pusat normatif kehidupan sosial di seluruh dunia. Kehidupan di Amerika itulah yang dianggap sebagai kehidupan sosial.
Kapitalisme dan individualisme menjadi asumsi utamanya. Fondasi fondasi sosiologi ini sering disebut dengan Chicago sosiology atau Sosiologi Chicago -walaupun kisahnya sebenar nya jauh lebih kompleks dari ini. Chicago memiliki kebanggaan untuk dapat memopulerkan disiplin ini, dengan fokus utamanya. pada penelitian perkotaan dan masalah-masalah yang dimunculkan kota-kota tersebut, dengan buku-buku bacaannya (The Green Bible karya Park dan Burgess), dan dengan sekolah barunya yang lulusannya begitu banyak diketahui orang. Bagi para sosiolog dari Chicago, kota mereka menjadi keunggulan dunia yang baru ini -semakin banyak orang di perkotaan menganggap diri mereka sendiri sebagai "urbanisme" atau "jalan hidup". Sosok yang sangat berpengaruh di sini adalah seorang tokoh Jerman, Georg Simmel (1858-1918), yang sudah kita jumpai sebelumnya, dan yang melihat bahwa karakter kota terbentuk dari kontak sekunder, bukannya kontak primer. Kontak atau hubungan di kota dapat berupa kontak muka, tetapi sekarang cenderung menjadi impersonal, dangkal, fana, dan terpecah-pecah. Kehati-hatian, pengabaian, dan pandangan masyarakat perkotaan yang teledor membebaskan mereka dari pengharapan orang lain diri atas mereka. Selain itu, hal ini juga menimbulkan pengalaman. Pengalaman duniawi dan rasionalitas secara umum dianggap Muncul dari para penduduk Kota memunculkan bentuk kehidupan sosial yang baru.
Periode tersebut juga menjadi tanda munculnya seorang sosiolog Afrika Amerika W.E.B. Du Bois (1868-1963). Sejak tahun 1920-an dan selanjutnya, ia mendemonstrasikan dampak kapitalisme modern dalam membentuk perbedaan sosial dan suku bangsa. Dalam bukunya yang berjudul The Souls Black Folk (1903), ia menguraikan teorinya mengenai kesadaran ganda: "Seseorang pernah merasakan dualisme dalam dirinya –seorang Amerika, seorang Negro: dua jiwa, dua pemikiran, dua sisi yang tidak dapat disatukan; dua cita-cita yang bertentangan dalam sebuah tubuh yang gelap, yang kekuatan mantapnya menjaganya dari kehancuran yang berkeping-keping" Indera "si negro" lah yang dalam hal ini selalu menatap pada diri sendiri melalui pandangan orang lain. Du Bois meyakini kemungkinan adanya kemajuan rasial dan melaksanakan penelitian empiris yang cukup penting di Philadelphia pada kehidupan kaum kulit hitam yang tinggal di perkotaan. Kemudian telah ada sebuah penelitian besar dari AS yang mendalami "pemisah-misahan ras" dengan sangat serius.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar