Selasa, 27 Desember 2016

Dunia dan Jaringan yang Tersimulasi

Teknologi baru mulai muncul pada awal abad ke 19 dan telah membawa perubahan besar pada fungsi dunia saat Kamera muncul pada tahun 1839, dunia reproduksi visual baru dengan setting di dalam kereta adalah sesuatu yang mustahil sebelumnya dan mulai dapat tersebar ke mana-mana –dari camcorder hingga fotografi digital. Telepon ditemukan pada tahun 1876, menjadi jembatan antara jarak yang berjauhan dan semakin populer dengan jenis telepon genggam dan memberikan tatanan baru komunikasi antarmanusia. Fonografi hadir pada tahun 1887, mendahului Walkman dan iPod yang muncul seratus tahun berikutnya: sehingga sekarang kita dapat menikmati music sambil bepergian ke mana saja -musik membawa perbedaan yang jauh sekali dibandingkan dengan masa lalu yang sunyi.

Pada tahun 1890-an, muncullah film yang sampai pada abad ke-20 menjadikannya disebut "abad film dan bioskop" -ketika bentuk- bentuk film baru menjadi pengalaman sehari-hari sebagian besar orang di seluruh penjuru dunia. Radio dan televisi mulai hadir pada tahun 1920-an dan 1930-an, dan sejak tahun menjadi sesuatu yang umum dijumpai di rumah orang-orang Barat. Di samping itu, komputer, digitalisasi, dan internet juga bermunculan pada dekade-dekade terakhir abad ke-20 dan mendorong munculnya "revolusi informasi". Saat ini kita telah memasuki zaman dunia maya dan jaringan. Interaktivitas baru ini sangat memberi pengaruh atas perubahan komunitas, hubungan, dan susunan perasaan kita. Dalam banyak hal, revolusi komputer menandai adanya perubahan besar yang menjalar ke dalam kehidupan sosial dan mengubah semua yang ada di dalamnya: mediasasi dan digitalisasi kehidupan, itulah sebutannya.
Saat ini kita baru mengalami masa-masa awalnya -tidak mungkin akan hilang hanya dalam dua generasi, tetapi sebaliknya, perubahan besar akan terus menggema. Tidak ada satu pun pranata sosial yang tidak terjamah olehnya. Persahabatan dan kini dapat melalui telepon genggam dan facebook. Sekolah, rumah sakit, dan kantor-kantor akan terganggu jika komputer tidak bekerja: kita mendukung adanya "e-revolution" dalam pendidikan dan kelancaran dunia maya. Dunia kejahatan bergeser ke arah pencurian identitas dan hacking komputer, sementara kepolisian menciptakan masyarakat baru yang penuh kewaspadaan. Ada gereja maya atau cybercurch, gerakan sosial online, demokrasi digital, kota digital, dan tentu saja ada juga pemisahan digital dan diri digital. Teknologi tinggi menjadi hal yang rutin digunakan di seluruh dunia –begitu banyak orang (sekitar sepertiga jumlah keseluruhan yang hidup di dunia dengan angka perhitungan terakhir) sering menggunakan internet sekarang. Dampaknya pada kehidupan sosial sudah cukup mencengangkan. Para sosiolog sekarang menulis buku-buku mengenai The Information Age dan The Internet Galaxy (judul oleh Manuel Castells), serta Cyberculture Theorists (ditulis oleh David Bell).


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar