Teknologi
baru mulai muncul pada awal abad ke 19 dan telah membawa perubahan besar pada
fungsi dunia saat Kamera muncul pada tahun 1839, dunia reproduksi visual baru
dengan setting di dalam kereta adalah sesuatu yang mustahil sebelumnya dan
mulai dapat tersebar ke mana-mana –dari camcorder hingga fotografi digital.
Telepon ditemukan pada tahun 1876, menjadi jembatan antara jarak yang berjauhan
dan semakin populer dengan jenis telepon genggam dan memberikan tatanan baru
komunikasi antarmanusia. Fonografi hadir pada tahun 1887, mendahului Walkman
dan iPod yang muncul seratus tahun berikutnya: sehingga sekarang kita dapat
menikmati music sambil bepergian ke mana saja -musik membawa perbedaan yang jauh
sekali dibandingkan dengan masa lalu yang sunyi.
Pada
tahun 1890-an, muncullah film yang sampai pada abad ke-20 menjadikannya disebut
"abad film dan bioskop" -ketika bentuk- bentuk film baru menjadi
pengalaman sehari-hari sebagian besar orang di seluruh penjuru dunia. Radio dan
televisi mulai hadir pada tahun 1920-an dan 1930-an, dan sejak tahun menjadi
sesuatu yang umum dijumpai di rumah orang-orang Barat. Di samping itu,
komputer, digitalisasi, dan internet juga bermunculan pada dekade-dekade
terakhir abad ke-20 dan mendorong munculnya "revolusi informasi".
Saat ini kita telah memasuki zaman dunia maya dan jaringan. Interaktivitas baru
ini sangat memberi pengaruh atas perubahan komunitas, hubungan, dan susunan
perasaan kita. Dalam banyak hal, revolusi komputer menandai adanya perubahan
besar yang menjalar ke dalam kehidupan sosial dan mengubah semua yang ada di
dalamnya: mediasasi dan digitalisasi kehidupan, itulah sebutannya.
Saat
ini kita baru mengalami masa-masa awalnya -tidak mungkin akan hilang hanya dalam
dua generasi, tetapi sebaliknya, perubahan besar akan terus menggema. Tidak ada
satu pun pranata sosial yang tidak terjamah olehnya. Persahabatan dan kini
dapat melalui telepon genggam dan facebook. Sekolah, rumah sakit, dan
kantor-kantor akan terganggu jika komputer tidak bekerja: kita mendukung adanya
"e-revolution" dalam pendidikan dan kelancaran dunia maya. Dunia
kejahatan bergeser ke arah pencurian identitas dan hacking komputer, sementara
kepolisian menciptakan masyarakat baru yang penuh kewaspadaan. Ada gereja maya
atau cybercurch, gerakan sosial online, demokrasi digital, kota digital, dan
tentu saja ada juga pemisahan digital dan diri digital. Teknologi tinggi menjadi
hal yang rutin digunakan di seluruh dunia –begitu banyak orang (sekitar
sepertiga jumlah keseluruhan yang hidup di dunia dengan angka perhitungan
terakhir) sering menggunakan internet sekarang. Dampaknya pada kehidupan sosial
sudah cukup mencengangkan. Para sosiolog sekarang menulis buku-buku mengenai
The Information Age dan The Internet Galaxy (judul oleh Manuel Castells), serta
Cyberculture Theorists (ditulis oleh David Bell).
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar