Selasa, 27 Desember 2016

Globalisasi dan Glokalisasi

Akhirnya, kita mengetahui bahwa teknologi modern dan komunikasi lewat media saat ini telah menghubungkan manusia dari belahan-belahan dunia yang berjauhan. Dalam masa yang cukup lama dalam sejarah, manusia harus menghabiskan waktu berbulan bulan -bahkan bertahun-tahun untuk menempuh perjalanan dari satu negara ke negara lainnya: saat ini caranya begitu instan. Di sini dan saat ini kita dapat hidup secara global. Interkoneksi dunia ini mengalami percepatan besar dan lebih mendalam. Inilah globalisasi: para sosiolog lebih suka mengatakan bahwa telah terjadi penyusutan waktu dan ruang. Tentu saja, ini bukan gagasan yang baru -perjalanan jauh ke seluruh dunia telah dilakukan selama berabad-abad. Akan tetapi, yang sangat terlihat disini adalah kecepatan dan daya tembus perubahan tersebut. Kita dapat menyaksikan berjalannya globalisasi di setiap tempat. Dari Bank Dunia dan PBB hingga Greenpeace dan Disney world, dari marathon internasional dan konser global hingga wisata umum dan internet, kita dapat menjumpai orang-orang bergerak dalam jaringan tanpa dibatasi oleh ruang komunitas. Manusia membentuk jaringan ke seluruh dunia, dan membuat wilayah lokal menjadi global, dan wilayah global menjadi lokal. Ya, banyak orang kini menjadi "warga global".

Kita dapat menjumpai perubahan-perubahan ini di seluruh lapisan kehidupan dengan kontroversinya. Kita dapat menjumpai masing-masing berlangsungnya globalisasi di dunia ekonomi (aliran uang dan modal ke seluruh dunia), politik (organisasi-organisasi internasional, gerakan-gerakan sosial melalui media digital), komunikasi terbaru (semuanya dari satelit televisi, media digital komputer pribadi, telepon genggam, telepon, pesawat jet, dan manusia (yang melakukan perpindahan dengan cara yang lebih mudah ke seluruh dunia: terkadang bersifat positif, seperti untuk berwisata dan perjalanan serta migrasi ke daerah tujuan dan terkadang juga bersifat negatif -sebagai pengungsi, jual beli manusia, dan orang-orang terlantar). Masalah dunia saat ini tampaknya tidak dapat dilihat sebagai masalah biasa –masalah-masalah tersebut tidak lagi menjadi masalah pribadi satu negara. Pasar obat-obat terlarang kini tersebar ke seluruh benua, kejahatan dunia maya menyerang hukum-hukum di setiap negara, pengadilan internasional memproklamasikan mengenai keadilan internasional. Terorisme telah menggunakan bentuk baru (seperti pada saat para pelaku bom bunuh diri bertekad untuk terbangun gedung-gedung besar seperti yang terjadi di gedung World Trade Center pada 11 September 2001).
Lalu ada masalah-masalah besar mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi dalam skala global. Dunia yang global menjadi tempat yang penuh risiko masyarakat yang membawa risiko. Kelompok masyarakat modern telah menghasilkan perubahan-perubahan teknologi yang tidak dapat ditebak. Dari rel kereta api sampai komputer, dari rekayasa genetika sampai senjata nuklir, persebaran yang luas dari jaringan mobil dan pesawat, kemajuan hasil panen yang dimodifikasi secara genetis, kloning binatang, penghijauan planet, "bayi tabung dan ibu pengganti", semuanya memiliki konsekuensi yang mungkin masih lama terjadinya dan belum dapat diprediksi dari sekarang.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar