Selasa, 27 Desember 2016

Filsafat Pendidikan Islam Fazlur Rahman

Dalam beberapa aspek Rahman tidak sependapat dengan konsep-konsep ulama klasik dan abad pertengahan kendati ia tetap menghormati dan mengagumi tradisi yang sophisticated yang diwariskan oleh para Tetapi, sebagian ulama tetap meninggalkan aspek-aspek signifikan, terutama pemikiran kritis dan pembaruan. pada abad ke-20 dan memasuki abad ke-21 ini, tradisi intelektual sama sekali tanpa kedalaman hikmah, pemikiran konstruktif dan telaah kritis. Yang tersisa hanyalah terhentinya pertumbuhan dan tradisi hierarkis yang hanya akan mengakibatkan stagnasi. Dengan alasan tersebut untuk menghasilkan sistem pendidikan yang diharapkan, maka butuh pembaruan bersifat radikal, kritis-konstruktif, dan integral seperti yang ditawarkan yang oleh Rahman.

Dengan tegas, Rahman meminta para ulama agar tidak menolak perubahan karena menyamakan kepentingan mereka dengan kekuasaan dan kontrol dengan tradisi intelektual Islam. Cara seperti itu justru menjadi ketidaksopanan terhadap tradisi intelektual Islam yang besar. Karena itulah, ia meminta semua masyarakat Muslim, dari Indonesia sampai Turki untuk mengalihkan semua tenaga mereka dalam merehabilitasi tradisi ulama dengan mengusulkan perubahan-perubahan silabus di lembaga-lembaga pendidikan. Dengan demikian, ia merasa optimis jika hal itu direalisasikan, akan menjadikan generasi Muslim yang aktif di dunia modern
Dalam epilog ini pun diakhiri dengan imbauan sang pemikir AlQur'an oriented ini: Any islamic reform now must begin with ication. Although an islamic orientation has to be created at the primary level' ducation, it is at the higher level that lslam and modern intellectualism must be integrated to generate a modern, genuinely Islamic Weltanschauung", "Pembaruan Islam dalam bidang apa pun dewasa ini harus dimulai dengan pendidikan. Walaupun suatu orientasi yang Islamis mesti diciptakan pada tingkat pendidikan primer, tapi pada tingkat tinggilah Islam dan intelektualisme modern harus diintegrasikan untuk melahirkan suatu Weltanschauung Islam yang asli dan modern.


Referensi :
Zaprulkhan. 2014. Filsafat Islam. Jakarta: Rajawali Pers
Santoso, Listiyono, dkk. 2012. Epistemologi Kiri. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media


Tidak ada komentar:

Posting Komentar