Selasa, 27 Desember 2016

Perilaku-perilaku Sosial

Sebuah catatan paling terkenal mengenai perilaku sosial disajikan oleh Max Weber lebih dari satu abad yang lalu. Secara sederhana ia menyebutkan bahwa perilaku sosial menunjuk kepada kehidupan manusia saat mempertimbangkan makna diri mereka di mata orang lain. Hal ini berkaitan dengan yang disebut dengan "intersubjektivitas", ketika manusia mencoba memahami kehidupan sosial dengan memasuki pikiran orang lain yang berinteraksi dengan mereka. Charles Cooley juga melihat padahal ketika ia berkata, "Kita berada di dalam pikiran orang lain" Jadi, satu tugas sosiolog adalah menyelidiki beraneka ragam perilaku sosial, dengan realitas dan sifat masing-masing. Secara singkat, perilaku sosial dapat meliputi (daftar ini tidak mewakili keseluruhan):

1.      Perilaku rasional, di saat perilaku kita dipengaruhi oleh maksud dan tujuan (contohnya ilmu pengetahuan; sebagian -khususnya pakar ekonomi- juga mengatakan bahwa mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memenuhi kepentingan pribadi kita itu hal yang rasional).
2.      Perilaku nilai, di saat perilaku kita dipengaruhi oleh nilai-nilai (pribadi) (contohnya ketika kita mengambil tindakan yang etis dan berakhlak)
3.      Perilaku praktis, di saat perilaku kita dibentuk dengan cara menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Perilaku instrumental, di saat perilaku kita dibentuk dengan cara mengejar tujuan pribadi kita (contohnya kita menggunakan guru sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan dan pembelajaran).
4.      Perilaku emosional, di saat perilaku kita dipengaruhi oleh perasaan (contohnya ketika kita menangis dalam acara pemakaman).
5.      Perilaku tradisional, di saat perilaku kita dipengaruhi oleh kebiasaan kita (contohnya membersihkan gigi kita, menyetir mobil. Perilaku jasmaniah, di saat perilaku kita sangat terkait dengan fungsi, perpindahan, dan gerakan tubuh kita (contohnya kegiatan mencuci, hubungan seksual, mengenakan pakaian untuk menghiasi tubuh kita.
6.      Perilaku inovatif, di saat perilaku kita diarahkan oleh kreativitas (contohnya kesenian, musik, karya sastra).
Tentu saja, daftar semacam itu hanyalah sebuah permulaan dan bagian-bagian ini saling melengkapi. Anda mungkin saja hanya mau mencatat sedikit dari perilaku-perilaku ini -meliputi perasaan, tubuh, kreativitas, nilai, dan praktik. Kebanyakan ilmu sosial memiliki kecenderungan untuk berfokus pada perilaku-perilaku rasional; tetapi jarang sekali kehidupan sosial dipengaruhi oleh perilaku ini. Namun demikian, para sosiolog sungguh-sungguh suka mempelajari perilaku-perilaku ini –dalam lingkup ilmu pengetahuan, gedung olahraga, sekolah, jalanan percintaan, dan pertikaian. Ingatlah bahwa ini bukanlah psikologi -psikologi akan mempelajari motif-motif individual: di sini kita mempelajari terciptanya perilaku-perilaku sosial dan bagaimana manusia menyesuaikan diri terhadap orang lain dan bagaimana sebuah makna dapat muncul? Ingat: Anda tidak pernah sendiri dalam sebuah perilaku sosial.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar