Sebuah
catatan paling terkenal mengenai perilaku sosial disajikan oleh Max Weber lebih
dari satu abad yang lalu. Secara sederhana ia menyebutkan bahwa perilaku sosial
menunjuk kepada kehidupan manusia saat mempertimbangkan makna diri mereka di
mata orang lain. Hal ini berkaitan dengan yang disebut dengan
"intersubjektivitas", ketika manusia mencoba memahami kehidupan
sosial dengan memasuki pikiran orang lain yang berinteraksi dengan mereka.
Charles Cooley juga melihat padahal ketika ia berkata, "Kita berada di
dalam pikiran orang lain" Jadi, satu tugas sosiolog adalah menyelidiki
beraneka ragam perilaku sosial, dengan realitas dan sifat masing-masing. Secara
singkat, perilaku sosial dapat meliputi (daftar ini tidak mewakili
keseluruhan):
1.
Perilaku rasional, di saat perilaku kita dipengaruhi oleh
maksud dan tujuan (contohnya ilmu pengetahuan; sebagian -khususnya pakar
ekonomi- juga mengatakan bahwa mengikuti langkah-langkah tertentu untuk
memenuhi kepentingan pribadi kita itu hal yang rasional).
2.
Perilaku nilai, di saat perilaku kita dipengaruhi oleh
nilai-nilai (pribadi) (contohnya ketika kita mengambil tindakan yang etis dan
berakhlak)
3.
Perilaku praktis, di saat perilaku kita dibentuk dengan
cara menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Perilaku instrumental, di saat
perilaku kita dibentuk dengan cara mengejar tujuan pribadi kita (contohnya kita
menggunakan guru sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan dan pembelajaran).
4.
Perilaku emosional, di saat perilaku kita dipengaruhi
oleh perasaan (contohnya ketika kita menangis dalam acara pemakaman).
5.
Perilaku tradisional, di saat perilaku kita dipengaruhi
oleh kebiasaan kita (contohnya membersihkan gigi kita, menyetir mobil. Perilaku
jasmaniah, di saat perilaku kita sangat terkait dengan fungsi, perpindahan, dan
gerakan tubuh kita (contohnya kegiatan mencuci, hubungan seksual, mengenakan
pakaian untuk menghiasi tubuh kita.
6.
Perilaku inovatif, di saat perilaku kita diarahkan oleh
kreativitas (contohnya kesenian, musik, karya sastra).
Tentu
saja, daftar semacam itu hanyalah sebuah permulaan dan bagian-bagian ini saling
melengkapi. Anda mungkin saja hanya mau mencatat sedikit dari perilaku-perilaku
ini -meliputi perasaan, tubuh, kreativitas, nilai, dan praktik. Kebanyakan ilmu
sosial memiliki kecenderungan untuk berfokus pada perilaku-perilaku rasional;
tetapi jarang sekali kehidupan sosial dipengaruhi oleh perilaku ini. Namun
demikian, para sosiolog sungguh-sungguh suka mempelajari perilaku-perilaku ini
–dalam lingkup ilmu pengetahuan, gedung olahraga, sekolah, jalanan percintaan,
dan pertikaian. Ingatlah bahwa ini bukanlah psikologi -psikologi akan
mempelajari motif-motif individual: di sini kita mempelajari terciptanya
perilaku-perilaku sosial dan bagaimana manusia menyesuaikan diri terhadap orang
lain dan bagaimana sebuah makna dapat muncul? Ingat: Anda tidak pernah sendiri
dalam sebuah perilaku sosial.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar