Istilah
globalisai saat ini menjadi sangat populer karena berkaitan dengan gerak
pembangunan Indonesia, terutama berkaitan dengan sistem perekonomian terbuka
dan perdagangan bebas. Era globalisasi ditandai dengan adanya persaingan yang
semakin tajam, padatnya informasi, kuatnya komunikasi dan keterbukaan. Tanpa
memiliki kemampuan ini maka Indonesia akan tertinggal jauh dan terseret oleh
arus globalisai yang demikian dahsyat.
Ada beberapa
penjelasan yang dikemukakan oleh para ahli antaranya John Huckle (Mirian
Teiner, 1996) yang menyatakan bahwa globalisasi adalah ‘sesuatu proses yang
berkenaan dengan kejadian. Keputusan dan kegiatan disalah satu bagian dunia
menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat didaerah
yang jauh’.
Ahli lainnya Albrow
(Yaya, 1998) mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses dimana
manusia di bumi ini dikelompokkan kedalam masyarakat dunia yang tunggal
sehingga menjadi masyarakat global. Menurut Fidel Castro Ruz (2002) Globalisasi
adalah suatu realitas obyektif yang bisa lebih memperjelas fakta.
Pandangan lain
dikemukakan oleh pakar teknologi seperti dari UPI (Universitas Pendidikan
Indonesia) yang mengatakan bahwa globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam
peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan
bagian dari proses manusia global itu.
Ahli lainnya
yaitu Hamijoyo (1990) menjelaskan ciri-ciri yang berkaitan dengan globalisasi seperti
berikut.
1.
Globalisasi
perlu didukung oleh kecepatan informasi, kecanggihan transportasi dan manajemen
yang tangguh.
2.
Globalisasi
telah melampaui batas tradisional geopolotik. Batas tersebut saat ini harus
tunduk kepada kekuatan teknologi, ekonomi dan sosial politik dan sekaligus
mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit dipertemukan.
3.
Adanya
saling ketergantungan antarnegara.
4.
Pendidikan
merupakan bagian dari globalisai. Penyebaran dalam hal gagasan, pembaruan dan
inovasi dalam struktur, isi dan metode pendidikan dan pengajaran sudah lama
terjadi yang menunjukan globalisasi.
Pendapat lain
dikemukakan oleh Tilaar (1998), era globalisasi adalah suatu tatanan kehidupan
manusia yang secara global telah melibatkan seluruh umat manusia. Menurutnya
globalisasi secara khusus memasuki tiga arena penting dalam kehidupan manusia
yaitu ekonomi, politik, dan budaya. Hal ini didukung oleh dua kekuatan, yaitu
bisnis dan teknologi sebagai tulang punggung globalisasi.
Globalisasi
mempunyai dampak positif dan negatif. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Tilaar
(1998), bahwa dampak positifnya akan memunculkan masyarakat megakompetisi di
mana setiap orang berlomba untuk berbuat yang terbaik. Sebaliknya, globalisasi
juga bisa menjadi ancaman bagi terhadap budaya bangsa. Globalisasi akan
melahirkan budaya global dan akan menjadi ancaman bagi budaya lokal atau budaya
bangsa. Di samping itu, juga akan memunculkan maslah-masalah lainnya.
Diantaranya ada beberapa masalah globalisasi dalam lingkungan tekonologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar