Selasa, 27 Desember 2016

Darwin, Proses Kemunculan Kera dan Sebuah Planet Kera Besar

Sosiologi muncul pada saat teori Charles Darwin sedang mencuat (1809-1882). Selama abad ke-19 gagasannya mengenai evolusi dan kemunculan umat manusia berkembang dan sejak itu dimengerti sebagai sebuah penjelasan penting mengenai kehidupan manusia. Pada akhirnya, apa yang membedakan primata dengan penghuni-penghuni bumi lainnya adalah kecerdasannya, berdasarkan ukuran otaknya yang paling besar (relatif tergantung ukuran tubuhnya) dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Dan seperti halnya Darwin yang sibuk mempelajari dan membuat perbandingan di antara tumbuhan dan hewan yang berbeda-beda di muka bumi, para sosiolog, sejarawan, dan pakar antropologi pada masa itu sibuk membandingkan masyarakat pada masa lalu dan masa itu. Sebagian dari mereka menginginkan penghargaan atas masa lalu masyarakat mereka sendiri dan melihat kepada barang-barang peninggalan zaman kuno Yunani, Romawi, dan Bangsa-Bangsa Timur.

Eropa, yang cara hidupnya jauh berbeda dengan orang-orang Mereka sering kali mengadakan penelitian di negara-negara yang pernah mengalami serbuan, penjajahan, dan Kristenisasi oleh negara-negara Eropa. Dan dengan yang membumbung tinggi, mereka sering kali memandang kebudayaan-kebudayaan yang dimiliki negara-negara tersebut lebih rendah dari kebudayaan mereka sendiri. Dari satu sisi, sejarah masyarakat dapat dilihat sebagai evolusi atas makanan -tidak ada makanan, maka tidak ada masyarakat Dalam masyarakat zaman dulu, salah satu tugas pokok manusia adalah mengembara mengelilingi bumi untuk mendapatkan sumber makanan (berburu dan meramu). Ketika stok makanan habis mereka harus bergerak. Akan tetapi, ketika ditemukan suatu ide untuk mengolah sumber makanan, masyarakat mulai hidup menetap. Perbedaan letak geografis dalam susunan tumbuh- tumbuhan dan hewan menentukan suatu tempat layak untuk didiami atau tidak. Sistem pengairan menuntut perkembangan tumbuh-tumbuhan perlu ditanam di daerah-daerah sekitar tempat tinggal; binatang harus dibesarkan. Peningkatan produksi pangan berbeda-beda di tiap penjuru dunia. Namun, di saat produksi makanan dapat dikembangkan dan dimajukan, keahlian keahlian lain pun perlu dikembanngkan: menulis, mengendalikan hama, teknologi, menata kebijakan.


Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basics. Jakarta: Rajawali Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar