Sosiologi
muncul pada saat teori Charles Darwin sedang mencuat (1809-1882). Selama abad
ke-19 gagasannya mengenai evolusi dan kemunculan umat manusia berkembang dan
sejak itu dimengerti sebagai sebuah penjelasan penting mengenai kehidupan
manusia. Pada akhirnya, apa yang membedakan primata dengan penghuni-penghuni
bumi lainnya adalah kecerdasannya, berdasarkan ukuran otaknya yang paling besar
(relatif tergantung ukuran tubuhnya) dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya.
Dan seperti halnya Darwin yang sibuk mempelajari dan membuat perbandingan di
antara tumbuhan dan hewan yang berbeda-beda di muka bumi, para sosiolog,
sejarawan, dan pakar antropologi pada masa itu sibuk membandingkan masyarakat
pada masa lalu dan masa itu. Sebagian dari mereka menginginkan penghargaan atas
masa lalu masyarakat mereka sendiri dan melihat kepada barang-barang
peninggalan zaman kuno Yunani, Romawi, dan Bangsa-Bangsa Timur.
Eropa,
yang cara hidupnya jauh berbeda dengan orang-orang Mereka sering kali
mengadakan penelitian di negara-negara yang pernah mengalami serbuan,
penjajahan, dan Kristenisasi oleh negara-negara Eropa. Dan dengan yang
membumbung tinggi, mereka sering kali memandang kebudayaan-kebudayaan yang
dimiliki negara-negara tersebut lebih rendah dari kebudayaan mereka sendiri.
Dari satu sisi, sejarah masyarakat dapat dilihat sebagai evolusi atas makanan
-tidak ada makanan, maka tidak ada masyarakat Dalam masyarakat zaman dulu,
salah satu tugas pokok manusia adalah mengembara mengelilingi bumi untuk
mendapatkan sumber makanan (berburu dan meramu). Ketika stok makanan habis
mereka harus bergerak. Akan tetapi, ketika ditemukan
suatu ide untuk mengolah sumber makanan, masyarakat mulai hidup menetap.
Perbedaan letak geografis dalam susunan tumbuh- tumbuhan dan hewan menentukan suatu
tempat layak untuk didiami atau tidak. Sistem pengairan menuntut perkembangan
tumbuh-tumbuhan perlu ditanam di daerah-daerah sekitar tempat tinggal; binatang
harus dibesarkan. Peningkatan produksi pangan berbeda-beda di tiap penjuru
dunia. Namun, di saat produksi makanan dapat dikembangkan dan dimajukan,
keahlian keahlian lain pun perlu dikembanngkan: menulis, mengendalikan hama,
teknologi, menata kebijakan.
Referensi : Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the
Basics. Jakarta: Rajawali Pers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar