Konflik sering terjadi di wilayah Indonesia, baik berupa konflik
manifest( konflik yang terlihat dipermukaan) maupun konflik laten( konflik yang
terselubung atau tidak terlihat). Konflik pemberdayaan/pemanfaatan sumber daya
alam adalah salah satu konflik yang terlihat dipermukaan/Nampak( manifest).
Mengapa harus ada konflik sumber daya alam di Indonesia, terutama di wilayah
pedesaan? Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena Indonesia adalah wilayah
yang subur dan kaya akan sumber daya alam yang berlimpah-ruah terutama
diwilayah pedesaannya. Selain itu Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah
penduduk terbanyak ke empat(4) di dunia. Oleh karena itu, konflik merupakan hal
lumrah yang pasti akan selalu mendampingi kehidupan masyarakat Indonesia.
Konflik terjadi karena adanya pelaku konflik. Dalam hal ini( konflik
sumber daya alam) Yang menjadi pelaku konflik adalah para pengusaha dengan para
warga masyarakat, terutama warga pedesaan. Dari hasil penayangan video yang
kemudian saya simak, saya dapat menlai bahwa konflik menjatuhkan satu pihak dan
menaikkan pihak lainnya, dalam artian bahwa harus ada yang menang(kekuasaan)
dan juga ada yang kalah( tertindas). Dalam hal ini sumber daya alam yang ada
selalu dimanfaatkan oleh para pemilik modal, mengapa para warga sekitar tidak
dapat memanfaatkannya? Mengapa warga desa hanya menjadi buruh di desa yang kaya
akan sumber daya alam yang notabennya adalah di tempat tinggal mereka sendiri?
Kemana pemerintah yang mengutamakan kesejahteraan rakyat? Mengapa pemerintah
memberikan persetujuan pembangunan sektor industri diwilayah desa tanpa meneliti
terlebih dahulu apa saja dampak negatif yang muncul akibat adanya pabrik-pabrik
industri? Apakah dengan adanya investor yang memiliki modal besar kemudian
mendirikan industri dipedasaan dapat menciptakan kesejahteraan bagi warga desa?
Warga disekitar industri tidak semuanya sejahtera,meliankan kabanyakan dari
mereka sengsara. Mereka kehilangan pekerjaan mereka yang tadinya mereka bekerja
sebagai petani, nelayan, dan lain sebagainya namum sekarang mereka ada yang
manjadi buruh di pabrik industri dan kebanyakan dari mereka menganggur. Lahan
untuk mereka menimba rezeki telah tertimbun oleh pabrik-pabrik industri yang
bangunanya menjulang tinggi kelangit.
Aktor-aktor tertentu yang menjadi tokoh masyarakat desa memberikan angin
sejuk kepada warga desa bahwa dengan adanya industri, maka lapangan kerja akan
terbuka lebar bagi seluruh warga desa, namun pada kenyataannya saat ini
semuanya hanyalah dusta. Warga desa hanya bisa melihat mereka mengeksploitasi
sumber daya alam yang ada tanpa bisa ikut menikmati hasilnya. Para
penguasa(kaum kapitalis) bergembira dengan industri yang mereka miliki dan
terus mengeksploitasi sumber daya alam yang ada, namun warga desa kebanyakan
hidupnya sengsara. Malangnya nasib rakyatku yang tertindas dikampung halaman
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar